Hingga Pukul 02.30 WIB Demo Mahasiswa Enggan Bubar Kapolda Kalbar Turun Langsung
Pontianak - Spektroom : Malam belum berakhir di Bundaran Tugu Digulis, Jalan Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat ratusan Mahasiswa masih menggelar Aksi demo. Gabungan ratusan mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Pontianak tersebut enggan bubar kendati sudah diminta pihak keamanan untuk bubar.

Suasana yang semula diwarnai orasi dan tuntutan politik berubah tegang hingga aparat kepolisian harus mengambil langkah untuk membubarkan massa.
Hingga Kamis (22/10/2026) pukul 02.30 WIB, massa aksi belum meninggalkan lokasi. Aksi pembakaran ban masih terus dilakukan masa pendemo.
Aksi gabungan mahasiswa yang melibatkan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Tanjungpura (Untan) dan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi itu membuat arus lalu lintas di sekitar Bundaran Tugu Digulis ditutup.

Ketegangan meningkat ketika aparat kepolisian menembakkan gas air mata dan mengerahkan kendaraan "water cannon" untuk menyemprotkan air ke arah massa. Langkah tersebut dilakukan di tengah situasi demonstrasi yang semakin sulit dikendalikan dan memanas disertai dengan lemparan batu kearah petugas pengamanan.
Namun, di antara barisan personel yang berjaga, hadir Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar. Mengenakan pakaian dinas lengkap, ia turun langsung memantau pengamanan sekaligus melihat perkembangan situasi di lapangan.
Kehadiran Kapolda tidak hanya untuk memastikan kondisi personel yang bertugas. Ia juga berupaya membuka ruang komunikasi dengan pihak kampus agar ketegangan tidak semakin meluas.
Kapolda menjelaskan pihaknya menunggu kehadiran Rektor Universitas Tanjungpura beserta jajaran akademisi untuk bernegosiasi dengan mahasiswa. Aksi yang berlangsung di ruas jalan umum dalam kawasan kampus tersebut telah mengganggu kelancaran lalu lintas, terutama setelah massa membakar ban di sekitar bundaran.
Pembakaran ban dan bertahannya massa di badan jalan membuat arus kendaraan terganggu. Penutupan jalan pun menjadi konsekuensi dari situasi keamanan yang berkembang hingga dini hari.
Tuntutan mahasiswa masih terlihat melalui spanduk yang mereka bentangkan. Salah satunya memuat tulisan, “Kemana Gubernur Kalbar Ria Norsan”.
Aksi sempat mereda, tetapi konsentrasi massa di kawasan Tugu Digulis kembali menjadi perhatian aparat. Sebagian demonstran enggan membubarkan diri dan masih bertahan, dengan keinginan melanjutkan pergerakan menuju kantor pemerintahan.
Hingga berita ini diturunkan, Kapolda masih menunggu kehadiran Rektor Untan dan kalangan akademisi untuk membangun komunikasi dengan mahasiswa.
Di bawah langit Pontianak yang memasuki dini hari, situasi di Bundaran Tugu Digulis masih menyisakan ketidakpastian.
Upaya meredakan ketegangan melalui dialog menjadi penting agar penyampaian aspirasi mahasiswa dapat berlangsung tanpa memperpanjang benturan, sekaligus memulihkan aktivitas masyarakat dan kelancaran lalu lintas.