IIB Darmajaya Bandarlampung Gelar FGD, Rumuskan Roadmap Penanganan Banjir

IIB Darmajaya Bandarlampung Gelar FGD, Rumuskan Roadmap Penanganan Banjir
Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Roadmap Penanganan Banjir Bandar Lampung: Solusi Infrastruktur, Lingkungan, Smart City, dan Kebijakan Terpadu, dimoderatori Jurnalis Senior Juwendra Ardiyansyah (Foto Capture YouTube Darmajaya Televisi)

Bandarlampung - Spektroom: Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya Bandarlampung menggelegar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Roadmap Penanganan Banjir Bandar Lampung: Solusi Infrastruktur, Lingkungan, Smart City, dan Kebijakan Terpadu” pada Selasa, (28/4/2026) di Aula Rektorat IIB Darmajaya.

Rektor Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya, RZ Abdul Aziz dalam sambutannya mengatakan tujuan utama dari kegiatan ini adalah merumuskan sebuah roadmap yang menangani banjir yang tidak hanya berhenti sebagai dokumen akademisi, tetapi mampu menjadi rujukan strategis dalam pengambilan kebijakan publik.

Menurutnya, Roadmap tersebut dapat menjadi dasar dalam perencanaan pembangunan, penganggaran serta implementasi program prioritas Pemerintah Kota Bandarlampung.

"Kami juga menekankan pentingnya integrasi antara solusi infrastruktur, pengelolaan lingkungan yang berlanjutan, pemanfaatan teknologi dan juga memberikan edukasi kepada masyarakat sehingga banjir ini bisa kita tangani dengan baik" ujar Abdul Aziz.

audio-thumbnail
Voice Rektor IIB Dharmajaya
0:00
/117.48975

Dirinya juga berharap, dari FGD ini tersusun dokumen roadmap yang akan diserahkan secara kepada pemerintah kota dan DPRD Bandarlampung, sehingga dapat menjadi instrumen legal dan strategis dalam percepatan penanganan banjir di Bandar Lampung.

"Lebih dari itu, kami ingin memastikan bahwa kolaborasi ini tidak berhenti pada form hari ini, tetapi berlanjut dalam bentuk aksi nyata dan sinergi berkelanjutan" tandasnya lagi.

Sebagai institusi pendidikan tinggi, lanjut dia, IIB Darmajaya percaya bahwa peguruan tinggi memiliki peran penting tidak hanya dalam menghasilkan Ilmuwan saja, namun juga dalam memberikan solusi nyata bagi masyarakat.

"Inilah wujud pengabdian kami dalam mendukung pembangunan daerah yang lebih tangguh, adaptif dan berkelanjutan" tutup dia.

Diforum yang sama Kepala Bappeda Provinsi Lampung Anang Risgiyanto menyatakan, penanganan banjir tidak bisa dilakukan secara parsial apalagi hanya mengandalkan solusi jangka pendek, namun membutuhkan langkah strategis yang berbasis data.

Anang Risgiyanto - Kepala Bappeda Lampung ( Foto Capture YouTube Darmajaya Televisi).

"Kita membutuhkan langkah strategis yang based on data, berbasis kajian ilmiah dan juga melibatkan seluruh pihak. Oleh karena itu kami terus mendorong penguatan normalisasi sungai, kemudian perbaikan sistem drainase terpadu, rehabilitasi drainase, pengendalian tata ruang, serta penguatan koordinasi lintas kabupaten kota" ujar Risgiyanto membacakan sambutan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djauzal.

Selain itu juga ada edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan juga menjadi bagian yang juga tidak kalah penting.

Menurutnya pemerintah Provinsi Lampung terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten kota, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji - Sekampung, serta kementerian terkait agar penanganan banjir ini memiliki arah dan kebijakan yang jelas dan terintegrasi.

"Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, saya menyampaikan apresiasi yang tinggi-tingginya atas terserengganya forum ini. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata respon kepedulian dan kontribusi dunia perguruan tinggi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat" katanya lagi.

FGD IIB Darmajaya yang dimoderatori Jurnalis Senior Juwendra Ardiyansyah ini menghadirkan narasumber utama, yakni Ilham B Malik, yang memberikan pandangan strategis dari perspektif teknis dan kebijakan.

Flyer IIB Darmajaya

Selain itu, berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga organisasi masyarakat sipil.

Paparan juga disampaikan Wali Kota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana mengenai kondisi Kota Tapis Berseri terkait kerawanan banjir. Selain itu, menghadirkan berbagai pihak seperti Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji - Sekampung, pimpinan legislatif, serta pakar dari berbagai disiplin ilmu.

Sesi ini difokuskan pada penyatuan perspektif lintas sektor guna menyusun draf final roadmap yang aplikatif dan berdampak nyata. Nampak hadir dan terlibat diskusi Anggota DPR RI, Dr. Muhlis Basri, anggota DPD RI, Bustomi Zainuddin dan Dr. Insinyur Abdul Hakim MM.(@Ng).

Berita terkait