Trending

Jawa Tengah Raih Peringkat 2 Destinasi Wisata Ramah Muslim Terbaik Nasional

Jawa Tengah Raih Peringkat 2 Destinasi Wisata Ramah Muslim Terbaik Nasional
Gelaran Indonesia Muslim Friendly Tourism Summit 2026, di Assembly Hall, Jakarta International Convention Center (JICC), Jumat (16/10/2026)(Foto: Humas)

Semarang-Spektroom : Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen menrima penghargaan dalam gelaran Indonesia Muslim Friendly Tourism Summit 2026, yang diselenggarakan Bank Indonesia, di Assembly Hall, Jakarta International Convention Center (JICC), Jumat (16/10/2026).

Penghargaan diberikan kepada Jawa Tengah sebagai provinsi peringkat kedua nasional destinasi pariwisata ramah muslim nasional dalam ajang Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2026. Ini merupakan peningkatan capaian Jateng tahun ini dibandingkan periode sebelumnya, yang mendapatkan peringkat kelima.

Taj Yasin mengatakan, peningkatan peringkat tersebut menjadi penyemangat bagi Pemprov Jateng, untuk mengembangkan pariwisata berkelanjutan yang terintegrasi dengan layanan ramah muslim dan penguatan ekonomi syariah.

“Alhamdulillah, kali ini kita ada di peringkat kedua. Ini hadiah buat kita semua, buat masyarakat Jawa Tengah yang menyongsong tahun 2027, yaitu pariwisata berkelanjutan, ramah muslim, dan ekonomi syariah,” ujarnya.

Menurut Gus Yasin, capaian tersebut sejalan dengan upaya Pemprov Jateng menyiapkan peta jalan pengembangan wisata ramah muslim.

Penyusunannya melibatkan perangkat daerah terkait dan Bank Indonesia, dengan fokus pada penguatan fasilitas serta layanan yang dibutuhkan wisatawan muslim mencakup sektor perhotelan, pusat kuliner, hingga fasilitas di destinasi wisata.

Pemprov Jateng ingin memastikan layanan ramah muslim semakin luas, dan tidak hanya terkonsentrasi di daerah tertentu.

“Kita berkolaborasi dengan dengan BI, dengan stakeholder yang ada untuk menciptakan destinasi yang ramah muslim,” katanya.

Taj Yasin mencontohkan, fasilitas hotel dengan kolam renang terpisah telah tersedia di Karanganyar sejak 2024. Menurutnya, praktik tersebut dapat menjadi salah satu referensi untuk mengembangkan layanan serupa di daerah lain.

“Ini perlu kita genjot, kita promosikan supaya nanti bisa berkembang di daerah-daerah yang lain, bukan hanya di Karanganyar saja, akan tetapi berkembang ke seluruh Jawa Tengah,” jelas wagub Jateng dua periode itu.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan, Indonesia menempati peringkat kedua destinasi ramah muslim dunia berdasarkan Global Muslim Travel Index (GMTI) 2026, dengan skor 79. Angka tersebut merupakan skor tertinggi yang pernah diraih Indonesia, sepanjang keikutsertaannya dalam indeks tersebut.

“Pencapaian ini semakin menegaskan kesiapan dan daya saing Indonesia,” ujarnya.

Widiyanti mengatakan, Indonesia memiliki modal kuat untuk mengembangkan pariwisata ramah muslim, karena kebutuhan wisatawan terhadap kuliner halal, fasilitas ibadah, dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan muslim, telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari.

Namun, potensi tersebut perlu diikuti dengan peningkatan kualitas layanan dan kemudahan akses informasi, agar wisatawan muslim dunia memilih Indonesia sebagai tujuan perjalanan mereka.

“Wisata muslim bukanlah sebuah niche market. Ini adalah salah satu pasar pariwisata global yang sangat menjanjikan,” katanya.

Widiyanti memproyeksikan, kunjungan internasional wisatawan muslim dunia pada 2030 mencapai 262 juta kunjungan, dengan estimasi pengeluaran tahunan sekitar 310 miliar dolar AS. Besarnya potensi tersebut perlu diimbangi dengan upaya meningkatkan kunjungan sekaligus pengeluaran wisatawan.

Berita terkait

Buka ICAST 2026, Lewerissa Dorong Pemanfaatan Sains dan Teknologi untuk Pembangunan Maluku

Buka ICAST 2026, Lewerissa Dorong Pemanfaatan Sains dan Teknologi untuk Pembangunan Maluku

Ambon-Spektroom : Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, secara resmi membuka The Second International Conference on Advanced Sciences and Technology (ICAST) 2026 yang diselenggarakan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Pattimura, di Lantai 5 Hotel Santika Ambon. Jumat (16/10/2026). Konferensi internasional yang mengusung tema “Integrating Science and Technology for Sustainable and

Eva Moenandar, Julianto
Data Pertanahan Kantah Kabupaten Karawang Sebagian Besar Telah Dialihmediakan

Data Pertanahan Kantah Kabupaten Karawang Sebagian Besar Telah Dialihmediakan

Karawang-Spektroom : Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang berkoordinasi untuk memastikan layanan pertanahan bagi masyarakat bisa berjalan setelah kebakaran melanda Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Karawang pada Rabu (14/10/2026) malam. Di tengah kondisi tersebut, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Provinsi

Irvan Idris Saleh, Julianto