Kabut Asap Ganggu PBM di Sawahlunto, Kemenag Minta Waktu Belajar Dimaksimalkan

Kabut Asap Ganggu PBM di Sawahlunto, Kemenag Minta Waktu Belajar Dimaksimalkan
Kabut Asap Ganggu PBM di Sawahlunto, Kemenag Minta Waktu Belajar Dimaksimalkan (Foto: design Riswan/Spektroom)

Sawahlunto-Spektroom : Kabut asap yang masih menyelimuti Kota Sawahlunto menjadi perhatian Kantor Kementerian Agama (Kemenag) setempat. Kondisi tersebut turut berdampak terhadap proses belajar mengajar (PBM) di satuan pendidikan.

Kemenag Sawahlunto melalui Kasubbag Tata Usaha, H. Mustatir, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan hal itu saat memimpin apel pagi, Senin (21/9/2026). Ia meminta jajaran pendidikan tetap memperhatikan kondisi lingkungan, sekaligus memanfaatkan waktu pembelajaran secara optimal ketika kegiatan belajar dapat berlangsung normal.

Menurut Mustatir, waktu pembelajaran yang sebelumnya terdampak kondisi kabut asap perlu diantisipasi dengan pengelolaan waktu yang efektif. Materi pembelajaran harus tetap disampaikan secara maksimal tanpa mengabaikan kondisi peserta didik.

“Karena sudah banyak waktu pembelajaran yang terpakai, mari maksimalkan waktu yang ada untuk menyampaikan materi kepada siswa,” kata Mustatir dalam amanatnya.

Selain persoalan kabut asap, Mustatir mengingatkan jajaran mengenai Surat Edaran Nomor 19 Tahun 2026 terkait pembatasan penggunaan gawai di lingkungan satuan pendidikan.

Dalam ketentuan tersebut, peserta didik tidak diperbolehkan menggunakan gawai selama berada di lingkungan satuan pendidikan, kecuali atas instruksi langsung guru untuk kepentingan pembelajaran.

Penggunaan gawai juga diperbolehkan sebelum atau setelah kegiatan belajar mengajar serta dalam kondisi darurat, dengan terlebih dahulu memperoleh izin dari guru atau wali kelas.

Aturan serupa berlaku bagi guru dan tenaga kependidikan. Penggunaan gawai selama PBM tidak diperkenankan apabila tidak berkaitan dengan proses pembelajaran.

Kebijakan tersebut menempatkan gawai bukan semata sebagai perangkat yang harus dijauhkan dari lingkungan sekolah, melainkan sebagai alat yang penggunaannya perlu dikendalikan agar tidak mengganggu konsentrasi dan proses pendidikan.

Memasuki penghujung Triwulan III, Mustatir juga mengingatkan seluruh jajaran agar segera melengkapi eviden kinerja yang menjadi bagian dari proses pelaporan dan evaluasi.

Ia menekankan pentingnya kedisiplinan dan tanggung jawab dalam menyelesaikan pekerjaan. Menurutnya, setiap tugas harus dikerjakan secara sungguh-sungguh agar target organisasi dapat tercapai dan menghasilkan kinerja yang dapat dipertanggungjawabkan.

Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi jajaran Kemenag Sawahlunto bahwa tantangan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kondisi eksternal seperti kabut asap, tetapi juga bagaimana waktu, disiplin, teknologi, dan administrasi kinerja dikelola secara konsisten. (Ris1)

Berita terkait

Meski Berpotensi Hujan, Polda Kalbar Minta Masyarakat Waspadai Karhutla

Meski Berpotensi Hujan, Polda Kalbar Minta Masyarakat Waspadai Karhutla

Pontianak-Spektroom : Kondisi cuaca yang masih didominasi musim kering di sejumlah wilayah Kalimantan Barat membuat ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum sepenuhnya mereda. Di tengah upaya pemadaman dan pengendalian yang terus dilakukan, Polda Kalimantan Barat mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara dibakar. Imbauan tersebut disampaikan menyusul

Apolonius Welly, Bian Pamungkas