Kabut Asap Mulai Ganggu Porprov XVI, Raih 95 Emas Kota Padang Makin Perkasa di Puncak Klasemen
Solok-Spektroom : Kabut asap mulai mengganggu jalannya Porprov XVI Sumbar 2026 di Kota Solok. Meski begitu, perburuan medali tetap berjalan dan Kota Padang makin tak terkejar di puncak klasemen dengan 95 emas.
Ketua KONI Kota Solok Rudi Horizon menyebut cabor terbuka paling terdampak. Paralayang dan gantole sempat tertunda karena jarak pandang tipis.
"Kami tidak mau ambil risiko. Kalau visibilitas di bawah standar dan AQI tidak sehat, penerbangan kami tunda. Keselamatan atlet nomor satu," ujar Rudi.
Ia menambahkan panitia menerapkan sistem buka-tutup dan penyesuaian jam terbang sesuai laporan BMKG dan DLH.

Kualitas udara di Solok memang memburuk. AQI sempat menyentuh 165-170 kategori tidak sehat akibat kiriman karhutla. Atlet outdoor diimbau pakai masker di luar jam tanding, sedangkan cabor indoor seperti angkat besi dan kabaddi tetap lancar.
Pemkot Solok telah mengambil langkah darurat. Sekolah ada yang diliburkan dan Belajar Dari Rumah (BDR), serta pembagian masker gratis.
Hingga Jumat (9/10/2026), Pemprov Sumbar belum menetapkan status darurat asap. Namun beberapa daerah seperti Dharmasraya, Solok Selatan, dan Kota Padang sudah menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Di tengah kepungan asap, Padang melesat jauh. Berdasarkan data dari website resmi Porprov Sumbar, Jumat (9/10/2026) pukul 14.30 WIB, kontingen ibu kota provinsi mengoleksi 95 emas, 63 perak, 70 perunggu.
Kota Solok menguntit di posisi dua dengan 56 emas, 38 perak, 39 perunggu, disusul Padang Pariaman 42 emas, 42 perak, 36 perunggu, Sijunjung 33 emas, 18 perak, 24 perunggu dan Payakumbuh 29 emas, 22 perak, 47 perunggu.
Di papan bawah, Agam yang sebelumnya buncit tanpa emas kini bangkit dengan 3 emas, 3 perak, 17 perunggu, menyamai Padang Panjang 3 emas, 6 perak, 8 perunggu.