Kabut Asap Tak Padamkan Semangat Menghafal Al-Qur’an, Murid MTsN 1 Palangka Raya Belajar dari Rumah
Palangka Raya-Spektroom: Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tak menyurutkan semangat murid MTsN 1 Kota Palangka Raya untuk terus mendekatkan diri kepada Al-Qur’an. Meski harus belajar dari rumah, mereka tetap menyetorkan hafalan dan memperbaiki bacaan melalui bimbingan tahfiz secara daring, Selasa (20/10/2026).
Di tengah kondisi udara yang belum sepenuhnya bersahabat, layar komputer dan telepon pintar menjadi penghubung antara murid dan para pembimbing. Dari rumah masing-masing, para murid melafalkan ayat-ayat yang telah dihafalkan, sementara ustaz dan ustazah menyimak, membetulkan kesalahan, serta membimbing ketepatan bacaan.
Kegiatan berlangsung setiap pagi pukul 07.00–07.40 WIB. Para pembimbing memberikan pendampingan dari laboratorium komputer dan laboratorium bahasa madrasah, sedangkan murid mengikuti kegiatan melalui Zoom atau Google Meet.
Bagi mereka, perubahan cara belajar bukan alasan untuk berhenti mengaji. Hafalan tetap disetorkan, bacaan terus diperbaiki, dan rutinitas belajar dijaga meski tidak bertemu langsung dengan guru.
Pembinaan tersebut tidak hanya mengejar penambahan jumlah hafalan. Murid juga mendapatkan pendampingan tahsin, mulai dari ketepatan makharijul huruf hingga penerapan kaidah tajwid. Dengan demikian, mereka dibimbing agar mampu menghafal sekaligus membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.
Pemanfaatan teknologi digital menjadi solusi agar pembelajaran tetap berjalan tanpa mengabaikan kondisi lingkungan. Para guru tetap menjalankan pendampingan, sementara murid dapat belajar dari rumah untuk mengurangi paparan kabut asap.
Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa pendidikan tidak semata-mata berlangsung di ruang kelas. Ketika keadaan menuntut penyesuaian, kedisiplinan murid, ketekunan guru, dan dukungan teknologi menjadi bagian penting untuk menjaga proses belajar tetap berlanjut.
Melalui bimbingan tahfiz rutin, MTsN 1 Kota Palangka Raya berupaya menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus membentuk karakter murid yang disiplin dan bertanggung jawab.
Kabut asap memang menjadi tantangan bagi dunia pendidikan di Palangka Raya. Namun, dari rumah masing-masing, lantunan ayat suci tetap terdengar melalui ruang-ruang virtual. Di tengah keterbatasan, ikhtiar menumbuhkan generasi Qur’ani terus berjalan.(Polin-Jubaidah)