Kejar Target 340 Miliar Dolar, Pemerintah Dirikan Pusat AI di UGM untuk Dongkrak Produktivitas

Kejar Target 340 Miliar Dolar, Pemerintah Dirikan Pusat AI di UGM untuk Dongkrak Produktivitas
Menkomdigi Meutya Hafid memberikan keynote speech pada peluncuran NVAITC Joint Center UGM–Indosat Ooredoo Hutchison–NVIDIA di Innovation and Creativity Center (GIK), Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. (Foto: Ardi Widiyansah/Komdigi)

Yogyakarta-Spektroom : Ekonomi digital Indonesia ditargetkan mencapai 340 miliar dollar AS pada 2030. Angka itu tidak akan tercapai hanya dengan menambah jumlah aplikasi. Pemerintah menilai Indonesia butuh kemampuan membuat dan mengelola kecerdasan artifisial sendiri.

Langkah itu dimulai hari ini. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid meresmikan NVAITC Joint Center di Innovation and Creativity Center GIK, Universitas Gadjah Mada. Pusat AI ini merupakan hasil kolaborasi Kemkomdigi, UGM, Indosat Ooredoo Hutchison, dan NVIDIA.

Dalam keynote speech-nya, Meutya menegaskan kedaulatan AI bukan berarti menutup diri dari teknologi global. “Kedaulatan justru harus dibangun dengan memperkuat talenta, riset, kapasitas komputasi, dan ekosistem teknologi di dalam negeri agar Indonesia mampu mengembangkan AI untuk menjawab kebutuhan nasional,” ujarnya, Kamis (13/8/2026).

Penguatan AI dinilai penting untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029 sebagaimana tertuang dalam RPJMN 2025–2029. Untuk itu diperlukan peningkatan produktivitas, efisiensi investasi, dan daya saing.

Data e-Conomy SEA 2025 mencatat nilai ekonomi digital Indonesia sudah 99 miliar dollar AS di 2025. Pemerintah juga menargetkan kontribusi ekonomi digital terhadap PDB mencapai 19 persen pada 2045. Namun Meutya mengingatkan, besarnya aktivitas digital harus diubah menjadi produktivitas, inovasi, lapangan kerja berkualitas, dan kemampuan teknologi nasional.

Untuk itu Kemkomdigi menjalankan tiga agenda: Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga. Konektivitas, pusat data, dan cloud harus diikuti kemampuan menghasilkan inovasi, serta diiringi perlindungan data dan keamanan sistem.

NVAITC Joint Center menjadi bagian dari Indonesia AI Center of Excellence. Pusat ini menyediakan GPU Merdeka berbasis GPU-as-a-Service agar mahasiswa dan peneliti bisa mengakses komputasi berperforma tinggi. Bersamaan itu diluncurkan juga angkatan 2 Artificial Intelligence Talent Factory untuk mencetak AI Practitioner dan AI Specialist.

“Keberhasilan pusat ini diukur dari lahirnya talenta kompeten, riset terapan, dan solusi yang dipakai masyarakat dan industri,” kata Meutya. (RRE/Diut)

Berita terkait

DKI Perkuat Pengelolaan Sampah dari Sumber, Pilot Project Digelar di Jagakarsa

DKI Perkuat Pengelolaan Sampah dari Sumber, Pilot Project Digelar di Jagakarsa

Jakarta - Spektroom : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat pengelolaan sampah dari sumber melalui sistem pilah, angkut, dan olah. Kebijakan ini diarahkan agar sampah tidak sekadar dikumpulkan dan dibuang, tetapi dipilah sejak dari rumah untuk kemudian dikelola sesuai jenisnya. Langkah tersebut diwujudkan melalui Pilot Project Pengelolaan Sampah Kolaboratif di RW 06,

Irvan Idris Saleh, Bian Pamungkas
Bazar Green Tourism Festival Raup Omzet Rp191,8 Juta, UMKM Jakarta Timur Ketiban Berkah

Bazar Green Tourism Festival Raup Omzet Rp191,8 Juta, UMKM Jakarta Timur Ketiban Berkah

Jakarta-Spektroom : Gelaran Bazar Green Tourism Festival 2026 tidak hanya menghadirkan hiburan dan kampanye wisata berkelanjutan. Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Wali Kota Jakarta Timur pada 26-27 September 2026 itu juga menjadi ruang promosi dan transaksi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hasilnya cukup menggembirakan. Bazar yang melibatkan

Irvan Idris Saleh, Bian Pamungkas