KONI dan Kemenag Siapkan Pospenas 2027, Pesantren Jadi Basis Pembinaan Atlet Nasional
Jakarta-Spektroom : Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat dan Kementerian Agama bergandengan tangan mempersiapkan Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren Tingkat Nasional (Pospenas) X Tahun 2027. Ajang yang direncanakan berlangsung di Kota Bandung, Jawa Barat.
Persiapan Pospenas X dibahas dalam pertemuan Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman dengan jajaran Kementerian Agama di Kantor KONI Pusat, Senayan, Jakarta, Selasa (13/10/2026) Pertemuan tersebut turut melibatkan Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI), yang sudah dulu membangun kerja sama dengan Kemenag dalam penyelenggaraan Liga Santri 2026.

Marciano menyambut baik rencana penyelenggaraan Pospenas sebagai bagian dari upaya meningkatkan prestasi olahraga Indonesia. Menurut dia, kompetisi yang dirancang secara terarah dapat menjadi sarana untuk menemukan atlet berbakat sejak dini sekaligus membuka jalan bagi mereka menuju jenjang pertandingan yang lebih tinggi.
“Selaku Ketua Umum KONI Pusat, saya mengapresiasi dan menyambut baik kejuaraan ini sebagai bagian dari langkah penjaringan bibit atlet dan meningkatkan prestasi olahraga nasional. Oleh karenanya, program ini harus dirangkai dengan sangat baik,” kata Marciano di Jakarta, Rabu (14/10/2026)
Wakil Ketua Umum I KONI Pusat Mayjen TNI (Purn) Suwarno mengatakan, persiapan Pospenas harus dilakukan secara menyeluruh. Selain memastikan kesiapan pertandingan, panitia perlu memperhatikan kebutuhan operasional, mulai dari konsumsi, layanan kesehatan, keamanan, hingga perlengkapan dan peralatan olahraga.
“Seluruh rangkaian harus dipersiapkan dengan baik, mulai dari konsumsi, kesehatan, keamanan, hingga perlengkapan dan peralatan,” ujar Suwarno.
Ia juga menyarankan agar penyelenggaraan tidak hanya terpusat di Kota Bandung. Jawa Barat memiliki sejumlah fasilitas olahraga yang dapat dipertimbangkan sebagai lokasi pertandingan, sehingga distribusi venue dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing cabang olahraga.
Menurut Suwarno, penentuan kelompok umur dan nomor pertandingan juga perlu dikaji bersama pengurus cabang olahraga. Setiap cabang memiliki ketentuan berbeda mengenai usia peserta dan jenis pertandingan yang dapat diikuti. Perencanaan yang matang diperlukan agar kompetisi berlangsung aman, tertib, dan memberi kesempatan optimal bagi para santri untuk menunjukkan kemampuan.
Sejumlah cabang olahraga yang direncanakan dipertandingkan dalam Pospenas X Tahun 2027 meliputi sepak bola mini, bola voli, pencak silat, atletik, dan bulu tangkis. Cabang-cabang tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bagi santri untuk mengembangkan kemampuan fisik, keterampilan teknis, serta nilai sportivitas.
Direktur Bina Pendidikan Muadalah dan Pendidikan Diniyah Formal Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama Mastuki HS mengatakan, Pospenas merupakan bagian dari komitmen kementeriannya untuk mengembangkan potensi santri, termasuk di bidang olahraga. Kompetisi tersebut diharapkan memperluas kesempatan santri untuk berpartisipasi, berprestasi, dan memperoleh pembinaan yang lebih terarah.
Ketua Umum KSMI Yan Mulia Abidin juga mendorong penguatan sinergi antara KONI Pusat, Kementerian Agama, dan para pemangku kepentingan olahraga. Kerja sama tersebut dinilai penting untuk mengawal agenda olahraga santri, termasuk Liga Santri 2026 yang dijadwalkan mulai bergulir pada November mendatang.
Sinergi menuju Pospenas X 2027, Wakil Ketua Umum KSMI Tundra Meliala menambahkan, akan diuji bukan hanya dari kelancaran penyelenggaraan, melainkan juga dari kemampuan para pihak menindaklanjuti potensi atlet yang ditemukan. Jika kompetisi terhubung dengan program latihan, pendampingan cabang olahraga, dan jenjang pertandingan lanjutan, pesantren berpeluang menjadi salah satu basis penting dalam pembinaan olahraga prestasi Indonesia.