KUA Tidore Timur Hadirkan Inovasi Layanan Yang Lebih Dekat dengan Masyarakat
Tidore–Spektroom : Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tidore Timur yang berada di Kelurahan Doayado, Kota Tidore Kepulauan menunjukkan wajah layanan keagamaan yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat. Tidak hanya menjalankan pelayanan administratif pernikahan dan urusan keagamaan, KUA Tidore Timur mulai menghadirkan inovasi yang menyentuh langsung kehidupan warga melalui penyediaan sumur bor, Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Tanjung Keramat, serta Podcast KUA.
Ketiga inovasi tersebut di gagas oleh Kepala KUA Tidore Timur Hasim Marsaoly, dan diresmikan dalam kegiatan yang dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara, yang diwakili Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Maluku Utara, H. Samsuddin Fatahuddin di Aula KUA Tidore Timur,
Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Maluku Utara, H. Samsuddin Fatahuddin kepada Spektroom Jumat (9/10/2026) mengapresiasi langkah KUA Tidore Timur yang berupaya memperluas makna pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, keberadaan KUA tidak semestinya dipahami hanya sebagai tempat mengurus administrasi pernikahan atau layanan keagamaan yang bersifat formal. KUA juga dapat menjadi ruang hadirnya solusi atas persoalan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
“Air merupakan kebutuhan dasar yang sangat vital. Ketika KUA berinisiatif menghadirkan sumur bor untuk masyarakat, maka ini adalah bentuk pelayanan yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung,” ujarnya. Ia menilai, setiap tetes air yang mengalir dan dimanfaatkan oleh masyarakat memiliki nilai kebaikan yang panjang.
Menurut H. Samsuddin, inovasi KUA Tidore Timur menunjukkan bahwa konsep pelayanan berdampak dapat dimulai dari kebutuhan sederhana yang ada di tengah masyarakat. Jika sumur bor menyentuh kebutuhan dasar secara fisik, maka keberadaan TPQ Tanjung Keramat menyentuh kebutuhan masyarakat dari sisi rohaniah.
Di TPQ ini, anak-anak mendapatkan ruang untuk belajar membaca dan menulis Al-Qur’an dengan baik dan benar. Kehadiran para penyuluh agama menjadi bagian penting dalam proses pembinaan tersebut.
Sementara itu, kehadiran Podcast KUA menjadi inovasi dalam memperluas jangkauan dakwah dan edukasi keagamaan. Penyuluh tidak hanya hadir melalui pertemuan tatap muka, tetapi juga dapat memanfaatkan media digital untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang relevan dengan kehidupan masyarakat.
“Podcast ini menjadi media bagi penyuluh untuk berdakwah dan memberikan edukasi. Dakwah hari ini harus mampu mengikuti perkembangan media dan cara masyarakat mendapatkan informasi,” kata H. Samsuddin. Ia berharap inovasi tersebut tidak berhenti pada seremoni peresmian, tetapi terus dirawat, dikembangkan dan memberikan manfaat yang semakin luas.
Saat meninjau lokasi sumur bor yang berda di belakang area kantor, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tidore Kepulauan H. Lukmanuddin Abd. Rahman melaporkan bahwa sumur bor yang diinisiasi KUA Tidore Timur saat ini sudah mulai dimanfaatkan Masyarakat secara langsung datang ke KUA dan ada juga melalui jaringan pipa menuju empat rumah warga. Ke depan, Kemenag bersama pihak terkait akan mengupayakan pembangunan bak penampung sehingga distribusi air dapat diperluas dan menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Ke depan akan diusahakan adanya bak penampung sehingga manfaat sumur bor ini dapat diperluas untuk membantu sekitar 30 kepala keluarga yang ada disekitar KUA, jelasnya. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya KUA Tidore Timur menjawab kebutuhan nyata masyarakat di wilayah kerjanya. 20 tahun warga tidak memiliki sumber air bersih, kebutuhan selama ini mereka memanfaatkan air tadah hujan, dimusim kemarau mereka harus membeli ar bersih, kini warga sudah memiliki sumber air bersih melalui sumur bor KUA Tidore Timur.
Hadir pada peremian Lurah Doyado, yang memberikan apresiasi dan ucapan terimakasih atas kepada Kepala KUA Tidore Timur beserta jajarannya yang telah membuka ruang komunikasi dengan masyarakat dan mendengarkan kebutuhan warga.
Dalam kesempatan yang sama hadir Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Islam Kanwil Kemenag Maluku Utara, yang membawahi langsung KUA, H. Mahmud Zulkiram, Ia merasa bangga atas apa yang telah dilakukan KUA Tidore Timur.
“KUA Tidore Timur bisa menjadi contoh nyata bagi KUA lainnya di Maluku Utara bahwa KUA yang berdampak tidak hanya berbicara tentang pelayanan administrasi, tetapi juga bagaimana hadir dan menyentuh kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Inovasi KUA Tidore Timur memperlihatkan bahwa pelayanan publik tidak selalu harus dimulai dari program besar. Terkadang, dampak justru lahir dari kemampuan membaca persoalan sederhana yang dihadapi masyarakat sehari-hari. Sumur bor menjawab kebutuhan air. TPQ menjawab kebutuhan pembinaan keagamaan anak-anak. Podcast membuka ruang baru bagi penyuluh untuk berdakwah dan memberikan edukasi melalui media digital.
Ketiganya menjadi satu rangkaian pesan bahwa KUA dapat hadir lebih dekat dengan masyarakat: mendengar, memahami, kemudian bergerak memberikan solusi. Inilah wajah KUA yang tidak berhenti pada meja pelayanan, tetapi bergerak ke tengah masyarakat.