Mahasiswa Fisioterapi UPB Dukung Performa Atlet Taekwondo

Mahasiswa Fisioterapi UPB Dukung Performa Atlet Taekwondo
Mahasiswa Program Studi Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Panca Bhakti dalam praktik lapangan mata kuliah Fisioterapi skrining kondisi fisik atlet taekwondo. (Foto : Dok UPB Pontianak)

Spektroom – Mahasiswa Program Studi Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Panca Bhakti (FIK UPB) melaksanakan kegiatan praktik lapangan mata kuliah Fisioterapi Komunitas berupa skrining kondisi fisik dan pemberian program latihan fisioterapi kepada atlet taekwondo, Sabtu (11/01/2026).

Kegiatan ini merupakan implementasi pembelajaran berbasis praktik sekaligus bentuk pengabdian kepada komunitas olahraga.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung pada Sabtu, 10 Januari 2026, bertempat di Klub Taekwondo KSC SMKN 1 Pontianak, yang berada di lingkungan SMKN 1 Pontianak.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa fisioterapi melakukan skrining kondisi fisik atlet dengan fokus pada pemeriksaan fleksibilitas dan kelincahan (agility).

Kedua komponen ini dinilai sangat penting dalam menunjang performa atlet taekwondo serta meminimalkan risiko cedera selama latihan maupun pertandingan.

Skrining fleksibilitas dilakukan untuk menilai kemampuan otot dan sendi dalam mencapai rentang gerak optimal, khususnya pada ekstremitas bawah yang dominan digunakan dalam teknik tendangan, lompatan, serta perubahan arah gerak.

Sementara itu, skrining agility bertujuan menilai kemampuan atlet dalam melakukan perubahan arah secara cepat, terkontrol, dan efisien, yang menjadi tuntutan utama dalam cabang olahraga taekwondo, baik nomor poomsae maupun kyorugi.

Berdasarkan hasil skrining yang diperoleh, mahasiswa kemudian memberikan program latihan fisioterapi yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing atlet.

Salah satu metode yang diterapkan adalah teknik contract relax, yaitu teknik peregangan melalui mekanisme kontraksi dan relaksasi otot secara terkontrol untuk meningkatkan fleksibilitas, mengurangi kekakuan, serta memperbaiki kontrol neuromuskular.

Selain pemberian program latihan, kegiatan ini juga diisi dengan edukasi singkat kepada atlet dan pelatih mengenai pentingnya fleksibilitas, kelincahan, serta penerapan latihan yang aman dan terstruktur sesuai prinsip kesehatan olahraga.

Dosen Fisioterapi UPB, Listya Triandari, Ftr., M.Fis, mengatakan kegiatan fisioterapi komunitas menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan program preventif yang spesifik, khususnya bagi atlet taekwondo.

Hal ini diharapkan dapat mendorong peningkatan prestasi atlet secara optimal.

“Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian komunitas dalam menjaga kesehatan fisik dan performa,” ujarnya.

Ketua pelaksana kegiatan, Reval Novaldy, menyampaikan bahwa praktik lapangan ini memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu fisioterapi sekaligus berinteraksi langsung dengan komunitas olahraga.

“Mahasiswa belajar melakukan pemeriksaan, intervensi fisioterapi, serta memahami kebutuhan atlet di lapangan,” jelasnya.

Sementara itu, Pelatih Klub Taekwondo KSC SMKN 1 Pontianak, Elfandry Bayunanda, M.Kom, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut.

Menurutnya, skrining dan program latihan yang diberikan membantu meningkatkan kesadaran atlet akan pentingnya kondisi fisik dan pencegahan cedera sejak dini.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Fisioterapi FIK UPB diharapkan dapat terus berperan aktif dalam mendukung pengembangan prestasi olahraga melalui pendekatan ilmiah dan berbasis evidence di Kota Pontianak.

Berita terkait

175 Bintara Muda TNI AD Sandang Serda, Pangdam Pattimura: Jadilah Petarung Sejati di Medan Tugas

175 Bintara Muda TNI AD Sandang Serda, Pangdam Pattimura: Jadilah Petarung Sejati di Medan Tugas

Maluku Tengah-Spektroom: Sebanyak 175 prajurit muda TNI Angkatan Darat resmi memasuki babak baru pengabdian setelah dilantik menjadi Bintara berpangkat Sersan Dua (Serda). Mereka dituntut bukan hanya piawai menggunakan senjata, tetapi juga memiliki mental petarung dan kemampuan memimpin di tengah dinamika medan tugas. Para prajurit tersebut merupakan lulusan Pendidikan Pertama Bintara

Eva Moenandar, Buang Supeno
Pupuk Subsidi di Sawahlunto: Antara Hak Petani dan Celah Penyimpangan

Pupuk Subsidi di Sawahlunto: Antara Hak Petani dan Celah Penyimpangan

Sawahlunto—Spektroom :Satu karung pupuk bersubsidi mungkin terlihat sederhana. Namun di baliknya terdapat uang negara, data penerima, mekanisme distribusi, dan kepentingan petani yang bergantung pada ketepatan waktu pemupukan. Karena itu, bagi Heni Purwaningsih, pengawasan pupuk bukan pekerjaan administratif belaka. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sawahlunto sekaligus

Riswan Idris, Buang Supeno
121 Serda Baru Lulus, Kodam XII/Tpr: Bintara Bukan Sekadar Pangkat, tapi Motor Satuan

121 Serda Baru Lulus, Kodam XII/Tpr: Bintara Bukan Sekadar Pangkat, tapi Motor Satuan

Singkawang - Spektroom : Sebanyak 121 prajurit resmi menyandang pangkat Sersan Dua (Serda). Namun, kenaikan pangkat itu bukan sekadar tanda berakhirnya delapan pekan pendidikan. Mereka kini menghadapi ujian yang sesungguhnya: membuktikan kemampuan sebagai Bintara di tengah dinamika tugas di lapangan. Sebanyak 121 prajurit tersebut merupakan lulusan Pendidikan Pertama Bintara Infanteri TNI

Apolonius Welly, Buang Supeno
ссс