Mantan Warga Kebon Obat Menteng Atas Jakarta Menjalin Kebersamaan

Mantan Warga Kebon Obat Menteng Atas Jakarta Menjalin Kebersamaan
Foto Bersama Mantan Warga Kebon Obat Menteng.

Jakarta - Spektroom : Keberadaan warga kebon obat Menteng Atas, Kelurahan Menteng Atas, Kecamatan Setiabudi, Jakarta yang secara jarak sudah terpisah harus tetap terwadahi melalui komunitas. Program berkala untuk mempertemukan satu sama lain dalam sebuah kegiatan yang berkelanjutan, selalu diupayakan, minimal sekali dalam satu tahun dalam wadah Halal bi Halal, setelah Idul Fitri di bulan Syawal.

Ketua Pelaksana, Syaiful Bahri menjelaskan banyak hal yang mereka lakukan dalam mempererat setiap keberadaan individu secara sektoral dengan terbentuknya satuan kelompok di beberapa tempat yang masing-masing dari kelompok ini memiliki agenda kegiatan berkala hingga pada akhirnya kegiatan pertemuan satu kali dalam satu tahun dalam bentuk Silalturrahim Halal bi Halal.

"Ke depan mereka mengadakan bakti sosial berupa khitanan agar silahturahmi yang manfaat untuk warga ex Kebon Obat, Menteng Atas, Jakarta tetap terpelihara dan tidak terputus, kata Mas Pur kepada Spektroom, Minggu (12/04/2026).

Komunitas yang hadir adalah Menkob menteng kebon obat, SKO silahturahmi kebon obat, Amko anak kebon obat, Gasfam Gasong family, Romusha dan MKO menteng kebon obat.

Studio Alam TVRI Depok, Jawa Barat menjadi tempat Silaturrahim dengan Tema ‘Dengan kebersamaan kita jalin Silaturahmi dan persaudaraan". Puluhan orang hadir untuk melepas kangen dan berharap mendapat Door prize 1 unit sepeda listrik, 2 unit tv, 2 unit kompor, 1 unit magic com, 1 unit kulkas, 10 unit hadiah hiburan dan Voucher Umroh persembahan dari Khazzanah Tour & Travel Cab. Pasar Rebo.

Berita terkait

Nidya Chandra: Hibah Rp19,1 Miliar untuk Gedung Parkir Kejati Kalbar Harus Terang-Benderang

Nidya Chandra: Hibah Rp19,1 Miliar untuk Gedung Parkir Kejati Kalbar Harus Terang-Benderang

Pontianak - Spektroom : Praktisi hukum Kalimantan Barat, Nidya Chandra, SH, menekankan pentingnya transparansi dan kepatutan dalam pembangunan gedung parkir di lingkungan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Barat senilai sekitar Rp19,1 miliar. Nidya menilai persoalan tersebut tidak berhenti pada soal kebutuhan fasilitas maupun proses tender. Menurutnya, sumber pendanaan proyek yang berasal

Apolonius Welly, Buang Supeno
ссс