Memperkuat Ketahanan Keluarga Dengan Pendampingan Ekomomi dan Edukasi Kesehatan Reproduksi
Semarang-Spektroom: Upaya memperkuat ketahanan keluarga dinilai tidak cukup hanya melalui pendampingan ekonomi, tetapi juga harus dibarengi edukasi kesehatan reproduksi serta pencegahan perkawinan usia anak.
Pesan itu mengemuka dalam Jambore Dakwah Kemanusiaan Milad Aisyiyah dan Hari Keluarga Nasional, yang digelar di Wonder Park Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (27/6/2026).
Kegiatan bertema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian melalui Penguatan Qoryah Thoyyibah, Ketahanan Pangan, dan Pencegahan Stunting serta Kemiskinan Ekstrem”.
Ketua TPP PKK Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, hadir sebagai narasumber materi Fiqih Kesehatan Reproduksi dan Cegah Kawin Usia Anak dan Pergaulan Bebas.
Menurut Nawal, penguatan keluarga perlu menjadi gerakan bersama, karena keluarga merupakan ruang pertama pembentukan kualitas generasi.
Karena itu, dia menilai program yang dijalankan Aisyiyah melalui Qoryah Thoyyibah, memiliki posisi strategis untuk menjangkau masyarakat hingga tingkat desa.
“Ketahanan keluarga menjadi salah satu concern yang terus diperkuat. Saya juga meminta kontribusi dari Aisyiyah untuk penguatan kesehatan reproduksi, pencegahan pernikahan anak, dan penguatan lainnya, yang dapat disampaikan melalui program Qoryah Thoyyibah,” ujar Nawal.
Dia menjelaskan, gerakan tersebut tidak berhenti pada forum diskusi. Setelah jambore, Aisyiyah direncanakan turun langsung ke desa-desa, untuk melakukan pemetaan kebutuhan masyarakat.
Hasil identifikasi itu nantinya dapat menjadi rekomendasi pembangunan, yang diusulkan melalui Musrenbang Desa.
Nawal berharap hasil Jambore Dakwah Kemanusiaan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi melahirkan gerakan nyata yang memberi dampak bagi masyarakat Jawa Tengah.
“Terima kasih untuk Aisyiyah. Mudah-mudahan hasil jambore ini memberikan banyak kontribusi positif bagi warga Jawa Tengah. Aisyiyah terus berkembang, maju, dan terus berkontribusi,” tuturnya.