Menembus Pedalaman Landak, Tim Gabungan Andalkan Kearifan Adat untuk Cegah Karhutla

Menembus Pedalaman Landak, Tim Gabungan Andalkan Kearifan Adat untuk Cegah Karhutla
Tim gabungan Karhutla TNI yg dipimpin oleh Brigjen TNI Sabdono Budi Wiyarto diabadikan ketika bertemu dengan masyarakat adat di desa Angan Tembawang Landak. (Foto: Pen Koramil Air Besar)

Landak-Spektroom : Saat sebagian besar perhatian tertuju pada upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), langkah berbeda justru dilakukan tim gabungan di pedalaman Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.

Mereka memilih masuk ke desa-desa terpencil untuk membangun benteng pencegahan dari akar persoalan yaitu kesadaran masyarakat.

Tim yg bergerak Rabu (9/9/2026), diperkuat tujuh personel gabungan yang terdiri dari Brigjen TNI Sabdono Budi Wiyarto, Kolonel Inf Sunarto, Danramil Ngabang, dan sejumlah Babinsa menempuh perjalanan menantang menuju Desa Kayu Ara dan Desa Angan Tembawang.

Dengan menggunakan sepeda motor roda dua, mereka menerobos medan pedalaman yang sulit dijangkau demi bertemu langsung dengan warga dan perangkat desa.

Brigjen TNI Sabdono Budi Wiyarto menjelaskan, langkah itu dilakukan ditengah ancaman karhutla yang masih membayangi Kalimantan Barat pada musim kemarau tahun ini.

"Bagi tim gabungan, pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan patroli udara, teknologi pemantauan titik panas, atau operasi pemadaman. Pendekatan sosial ini menjadi kunci utama tim ketika berhadapan dengan masyarakat," ujarnya.

Tim memberikan penyuluhan mengenai bahaya karhutla, dampaknya terhadap kesehatan, lingkungan, hingga aktivitas ekonomi warga, ungkap Sabdono

Namun lebih dari sekadar sosialisasi, tim juga berdialog dengan masyarakat desa dan tokoh adat setempat .

Aparat berupaya memahami kebiasaan masyarakat dalam membuka lahan sekaligus menggali kearifan lokal yang selama ini hidup di tengah komunitas adat.Tegasnya.

Dengan pendekatan tersebut Hasilnya cukup menarik
di sejumlah wilayah pedalaman Landak, masyarakat ternyata telah memiliki aturan adat yang mengatur pembukaan lahan dan pembakaran.

Pimpinan Adat desa Angan Tembawang Niko mempertegas kepada tim gabungan, warga kami yang menyebabkan api merembet hingga merusak lahan milik orang lain pasti kami kenakan sanksi adat.

Ia menjelaskan kami disini dengan beberapa desa berdekatan telah memiliki kesepakatan bersama mengenakan denda adat bagi pelaku pembakaran yang menimbulkan kerugian lingkungan maupun sosial.

Ketua Tim Karhutla TNI Brigjen TNI Sabdono mengemukakan Keberadaan aturan adat tersebut dinilai menjadi modal penting dalam memperkuat upaya pencegahan karhutla.

Perangkat desa yang ditemui juga menyatakan kesiapan untuk meneruskan pesan-pesan pencegahan melalui forum desa, kegiatan kemasyarakatan, hingga tempat ibadah.

Selain melakukan komunikasi sosial, tim turut meninjau kondisi lapangan dan menemukan sejumlah jalur akses serta sumber air yang berpotensi dimanfaatkan sebagai dukungan penanganan awal apabila terjadi kebakaran.

Pendekatan yang dilakukan di pedalaman Landak memperlihatkan bahwa perang melawan karhutla tidak selalu dimulai dari selang pemadam atau helikopter water bombing, tegasnya .

Di banyak tempat, upaya itu justru dimulai dari ruang-ruang pertemuan sederhana di desa, ketika masyarakat dan aparat duduk bersama membangun komitmen menjaga lingkungan.

Di tengah keterbatasan akses dan medan yang berat, pesan kami tim gabungan sederhana namun penting: "mencegah kebakaran jauh lebih efektif daripada memadamkan api yang sudah terlanjur membesar," pungkasnya.

Berita terkait

Dirut LPP RRI: Transformasi Digital Harus Dibarengi Penguatan Konten dan SDM

Dirut LPP RRI: Transformasi Digital Harus Dibarengi Penguatan Konten dan SDM

Jakarta-Spektroom : Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Hendrasmo menegaskan pentingnya transformasi digital, penguatan konten, dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) untuk menghadapi perubahan industri media. Hal itu disampaikan Hendrasmo saat memberikan sambutan dalam acara Temu Kangen Pensiunan RRI di Auditorium Jusuf Ronodipuro, lantai 2 Gedung

Irvan Idris Saleh, Rafles