Menteri PKP Ajak Masyarakat Perangi Rentenir Lewat Pembayaran Home

Menteri PKP Ajak Masyarakat  Perangi  Rentenir Lewat Pembayaran Home
Menteri PKP ajak masyarakat perangi rentenir lewat pembayaran home ( foto: birkom pkp/ ristyan)

Spektroom -  Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP)  ajak  masyarakat perangi rentenir lewat pembayaran home. Menurut Menteri PKP, masalah rentenir dan tengkulak banyak dihadapi oleh masyarakat di seluruh Indonesia. Hal ini tentunya menjadi hal yang perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah agar masyarakat tidak terjerat hutang yang berkepanjangan.

"Lewat program "Pembiayaan Home" ini,  bisa membebaskan masyarakat dari rentenir dan tengkulak dan ngga usah marah - marah untuk menghadapi rentenir. Tapi kita hadapi lewat program pembiayaan mikro perumahan mikro perumahan yang prosesnya lebih mudah, lebih murah dan lebih cepat untuk masyarakat sehingga ngga ada masyarakat meminjam uang dari rentenir," ujar  Menteri PKP di Jakarta, Kamis (24/7/2025).

Sebelumnya Menteri PKP juga bekerjasama dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk bersama-sama masyarakat di Kabupaten Subang memanfaatkan fasilitas pembiayaan mikro perumahan yakni "Pembiayaan Home" daripada meminjam dana dari rentenir atau "bank emok".

Menteri Ara  mengapresiasi  dukungan Gubernur Jawa Barat atas kolaborasi pembiayaan mikro perumahan untuk masyarakat Jabar. Daripada mereka meminjam dana dari rentenir lebih baik memanfaatkan fasilitas "Pembiayaan Home" untuk merenovasi rumah ataupun meningkatkan usaha kecil yang dimiliki.

Lewat program "Pembiayaan Home" ini, KDM bisa membebaskan masyarakat dari rentenir dan tengkulak dan ngga usah marah - marah untuk menghadapi rentenir. Tapi kita hadapi lewat program pembiayaan mikro perumahan mikro perumahan yang prosesnya lebih mudah, lebih murah dan lebih cepat untuk masyarakat sehingga ngga ada masyarakat meminjam uang dari rentenir," terangnya.

Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Kementerian PKP bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, PT. Sarana Multigriya Finansial (Persero), Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), Permodalan Madani Nasional (PMN) dan Bank bjb.

Gubernur Jabar, Kang Dedi Mulyadi menjelaskan, ada beberapa hal yakni di Jabar  pengelolaan pembangunan perumahan. Di satu sisi kebutuhan tanah semakin sempit namun kebutuhan rumah juga semakin meningkat.

"Lewat pembiayaan mikro perumahan nanti masyarakat yang sudah memiliki tanah atau RTLH namun ingin membangun dan merenovasi rumah bisa menggunakan "Pembiayaan Home" dengan angsuran yang ringan," katanya.

Berita terkait

Pekalongan Perkuat Data dan Kolaborasi, Penanganan Stunting Ditargetkan Berdampak Nyata

Pekalongan Perkuat Data dan Kolaborasi, Penanganan Stunting Ditargetkan Berdampak Nyata

Pekalongan-Spektroom: Pemerintah Kabupaten Pekalongan memperkuat penanganan stunting dengan menitikberatkan pada penggunaan data yang valid, evaluasi berkala, serta kolaborasi lintas sektor hingga tingkat desa. Langkah tersebut dilakukan agar program yang dijalankan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi menghasilkan penurunan angka stunting secara nyata. Penegasan itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Teknis dan

Sigit Budi Riyanto, Buang Supeno
Dorong Pariwisata Berbasis Komunitas, Desa Wisata Sleman Raih Dua Penghargaan DIY 2026

Dorong Pariwisata Berbasis Komunitas, Desa Wisata Sleman Raih Dua Penghargaan DIY 2026

Bantul–Spektroom : Pengembangan pariwisata berbasis komunitas terus didorong Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Salah satunya melalui Lomba Desa/Kampung Wisata Tingkat DIY 2026 yang tidak hanya menilai daya tarik destinasi, tetapi juga tata kelola, dampak ekonomi, sosial budaya, serta keberlanjutan lingkungan. Dalam ajang tersebut, Kabupaten Sleman meraih dua penghargaan.

Fatmawaty, Bian Pamungkas
ссс