Trending

Mobil Oksigen Jangkau Warga di Wilayah Terluar Palangka Raya

Mobil Oksigen Jangkau Warga di Wilayah Terluar Palangka Raya
Pemerintah Kota Palangka Raya menyiapkan dua unit bus oksigen keliling untuk membantu masyarakat yang mengalami keluhan pernapasan akibat paparan asap. (Foto: MC P. Raya)

Palangka Raya-Spektroom: Bantuan oksigen di tengah kabut asap diharapkan tidak hanya tersedia di pusat kota, tetapi juga menjangkau warga di wilayah terluar Palangka Raya yang belum tersentuh layanan kesehatan secara optimal. Kehadiran bus oksigen keliling menjadi peluang untuk mendekatkan pertolongan kepada masyarakat yang terdampak asap.

Dosen FISIP Universitas Palangka Raya, Suprayitno mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Palangka Raya yang menyiapkan 2 unit bus oksigen keliling gratis. Pengoperasian armada tersebut diprioritaskan untuk menjangkau wilayah yang jauh dari pusat perkotaan.

“Dengan adanya bantuan oksigen mobile ini tentu kami apresiasi. Harapannya, di wilayah-wilayah yang jauh dari perkotaan juga bisa terjangkau, mengingat di dalam kota sudah banyak tersedia Rumah Sehat Bebas Asap (RSBA) ataupun rumah aman asap,” ujar Suprayitno Kamis, (22/10/2026).

Suprayitno, S.AN.,M.A.P Pengamat Kebijakan Publik Dosen FISIP Universitas Palangka Raya

Jangkauan layanan menjadi hal penting agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan. Warga di wilayah terluar berpotensi menghadapi keterbatasan akses terhadap fasilitas perlindungan kesehatan, sehingga kehadiran layanan bergerak dapat membantu mengisi kebutuhan tersebut.

Suprayitno juga berharap pelayanan bus oksigen keliling tidak berhenti pada penyediaan bantuan pernapasan. Layanan kesehatan gratis dan pemberian suplemen, menurutnya, dapat menjadi tambahan untuk mengoptimalkan manfaat program bagi masyarakat penerima.

Pemerintah Kota Palangka Raya menyiapkan 2 unit bus oksigen keliling untuk membantu masyarakat yang mengalami keluhan pernapasan akibat paparan asap. Kepala Dinas Perhubungan Kota Palangka Raya, Suwandoyo, menyampaikan bahwa armada yang digunakan merupakan bus angkutan umum dengan fasilitas pendukung sehingga tidak memerlukan modifikasi khusus.

Pengoperasian bus dilakukan melalui kolaborasi lintas perangkat daerah, sedangkan penentuan lokasi pelayanan disesuaikan dengan kondisi lapangan dan kebutuhan warga.

Sosialisasi layanan dilakukan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika dengan dukungan media massa. Layanan ini disediakan secara gratis agar masyarakat yang membutuhkan dapat memanfaatkannya. Masyarakat yang memerlukan informasi lebih lanjut atau ingin mengetahui jadwal dan lokasi pelayanan dapat menghubungi kanal resmi Pemerintah Kota Palangka Raya atau Dinas Kesehatan setempat. Informasi mengenai nomor call center layanan diharapkan turut disampaikan secara terbuka agar warga dapat memperoleh bantuan dengan cepat dan tepat.

Di tengah kabut asap, keberadaan dua bus tersebut menjadi salah 1 upaya mendekatkan bantuan kepada warga. Tantangan berikutnya adalah memastikan armada hadir di lokasi yang membutuhkan, terutama wilayah terluar, serta memperkuat layanan pendukung dan informasi kontak agar perlindungan kesehatan masyarakat semakin optimal. (Polin)

Berita terkait

Dorong Penguatan Ponpes Ramah Anak DP3AKB Jateng Gelar Sarasehan Santri dalam rangka HSN 2026

Dorong Penguatan Ponpes Ramah Anak DP3AKB Jateng Gelar Sarasehan Santri dalam rangka HSN 2026

Tegal-Spektroom: Pondok pesantren di Jawa Tengah harus mengedapankan ramah anak melalui pencegahan perundungan, penguatan saluran pengaduan, dan pendampingan korban kekerasan. Upaya pencegahan kekerasan di lingkungan pesantren perlu dilakukan secara sistematis, tidak sekadar merespons kasus yang telah terjadi. Hal itu disampaiakn Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan

Sigit Budi Riyanto, Bian Pamungkas
Data Desil Penerima UHC Dievaluasi, Banyumas Berpeluang Jadi Daerah Percontohan

Data Desil Penerima UHC Dievaluasi, Banyumas Berpeluang Jadi Daerah Percontohan

Banyumas-Spektroom: Pemerintah Kabupaten Banyumas menunggu tindak lanjut evaluasi data kesejahteraan masyarakat yang menjadi dasar penetapan penerima bantuan kesehatan melalui program Universal Health Coverage (UHC) atau Cakupan Kesehatan Semesta. Evaluasi dilakukan menyusul temuan ketidak sesuaian pengelompokan desil yang dinilai berpengaruh terhadap ketepatan sasaran bantuan. Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengakui,

Bian Pamungkas