Trending

Ribuan Jemaah Mengikuti Jateng Bersholawat Hari Santri Nasional 2026

Ribuan Jemaah Mengikuti Jateng Bersholawat Hari Santri Nasional 2026
Perayaan Hari Santri Nasional 2026 tingkat Provinsi Jawa Tengah yang digelar di Kota Tegal, Rabu (21/10/2026)(Foto: Diskominfo/Sigit)

Semarang-Spektroom : Jawa Tengah memiliki sekitar 5.325 pesantren dengan 815.504 santri, Pemprov Jateng terus menggulirkan program beasiswa pendidikan hingga jenjang magister ke luar negeri, bagi para santri.

Ribuan jemaah memadati kegiatan Jawa Tengah bersholawat dalam perayaan Hari Santri Nasional 2026 tingkat Provinsi Jawa Tengah yang digelar di Kota Tegal, Rabu (21/10/2026) malam.

Selawat dipimpin Habib Ali Zainal Abidin Asegaf dengan Majelis Azzahir Pekalongan. Hadir pula pengasuh Ponpes Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo Magelang, KH Muhammad Yusuf Chudori (Gus Yusuf), dan pengasuh Ponpes Al Falah Ploso Kediri, KH Abdurrahman Al Kautsar (Gus Kautsar).

Para ulama tersebut duduk bersama Gubernur Ahmad Luthfi, Wagub Taj Yasin Maimoen, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono, dan perwakilan daerah lain.

Mereka bersama para santri hanyut dalam bacaan selawat dan doa untuk kebaikan para santri. Afif, santri asal Balamoa, Balapulang, Kabupaten Tegal, mengaku sangat senang bisa hadir langsung dalam Jateng Bersholawat.

“Jos jis, sangat meriah! Senang banget, malah ditunggu-tunggu. Selain dapat berkahe selawat, juga dapat nasehat dari ulama-ulama,” ujar Afif bersama temannya, Jian di sela-sela kegiatan.

Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan apresiasi tinggi atas antusiasme warga Kota Tegal dan sekitarnya yang hadir berselawat bersama.

“Peringatan Hari Santri mengandung makna mendalam tentang jihad sejarah yang digelorakan Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari melawan penjajah. Hari ini, resolusi jihad kita adalah memerangi kemiskinan dan mensejahterakan masyarakat Jawa Tengah,” kata Ahmad Luthfi.

Sementara itu KH Muhammad Yusuf Chudori atau Gus Yusuf menegaskan peringatan Hari Santri tak boleh berhenti di seremonial semata.

“Hari Santri tidak hanya sekadar upacara atau ramai-ramai, tetapi kita maknai lebih dalam untuk meneruskan tugas para ulama, yakni himayatul ummah wa himayatul wathon, menjaga keselamatan umat dan bangsa,” tegas Gus Yusuf.

Sedangkan, Gus Kautsar mengingatkan peran penting santri di tengah masyarakat.

“Santri harus selalu siap menjadi solusi bagi siapa pun yang sedang jatuh-jatuhnya. Yang paling mengerti bagaimana cara kita bangkit dan berjuang ketika jatuh, itu seharusnya santri,” tutur Gus Kautsar. 

Berita terkait

Dorong Penguatan Ponpes Ramah Anak DP3AKB Jateng Gelar Sarasehan Santri

Dorong Penguatan Ponpes Ramah Anak DP3AKB Jateng Gelar Sarasehan Santri

Tegal-Spektroom: Pondok pesantren di Jawa Tengah harus mengedapankan ramah anak melalui pencegahan perundungan, penguatan saluran pengaduan, dan pendampingan korban kekerasan. Upaya pencegahan kekerasan di lingkungan pesantren perlu dilakukan secara sistematis, tidak sekadar merespons kasus yang telah terjadi. Hal itu disampaiakn Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan

Sigit Budi Riyanto, Bian Pamungkas
Data Desil Penerima UHC Dievaluasi, Banyumas Berpeluang Jadi Daerah Percontohan

Data Desil Penerima UHC Dievaluasi, Banyumas Berpeluang Jadi Daerah Percontohan

Banyumas-Spektroom: Pemerintah Kabupaten Banyumas menunggu tindak lanjut evaluasi data kesejahteraan masyarakat yang menjadi dasar penetapan penerima bantuan kesehatan melalui program Universal Health Coverage (UHC) atau Cakupan Kesehatan Semesta. Evaluasi dilakukan menyusul temuan ketidak sesuaian pengelompokan desil yang dinilai berpengaruh terhadap ketepatan sasaran bantuan. Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengakui,

Bian Pamungkas