Neraca Perdagangan Luar Negeri di Lampung Surplus 332,19 Juta Dolar AS

Neraca Perdagangan Luar Negeri di Lampung Surplus 332,19 Juta Dolar AS
Flyer Capture YouTube BPS Provinsi Lampung

Bandarlampung - Spektroom: Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung menyatakan bahwa neraca perdagangan luar negeri Provinsi Lampung pada April 2026 mengalami surplus sebesar 332,19 juta dolar AS.

Neraca perdagangan luar negeri Provinsi Lampung pada April 2026 kembali mencatatkan kinerja positif dengan adanya surplus sebesar 332,19 juta dolar AS.

Hal itu disampaikan, Statistisi Ahli Muda BPS Lampung M Sabiel Adi Prakasa, pada Press Release Berita Resmi Statistik BPS Provinsi Lampung mengenai Perkembangan Indeks Harga Konsumen Mei 2026, Perkembangan Nilai Tukar Petani Mei 2026 serta perkembangan Ekspor dan Impor April 2026, melalui akun YouTube BPS Provinsi Lampung, Selasa (2/6/2026).

Menurutnya kondisi Neraca perdagangan luar negeri Provinsi Lampung pada April 2026 surplus sebesar 332,19 juta dolar AS, menunjukkan ketangguhan aktivitas perdagangan internasional Lampung yang tetap terjaga.

audio-thumbnail
BPS Lampung M Sabil
0:00
/383.08

"Nilai ekspor Provinsi Lampung pada April 2026 tercatat mencapai 504,59 juta dolar AS. Nilai ini menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 43,29 persen secara tahunan dibandingkan dengan April 2025 yang bernilai 352,16 juta dolar AS," katanya.

Disisi lain, secara kumulatif total ekspor Provinsi Lampung selama periode Januari-April 2026 tercatat sebesar 1.885,46 juta dolar AS, atau turun 2,09 persen dibandingkan periode yang sama 2025 yang mencapai 1.925,68 juta dolar AS.

"Dari sisi distribusi pelabuhan muat, sekitar 83,28 persen atau senilai 1.570,24 juta dolar AS dari total ekspor kumulatif Januari-April 2026 dilakukan melalui pelabuhan yang berada di Provinsi Lampung. Sementara itu, sisanya senilai 315,22 juta dolar AS atau 16,72 persen dikirim melalui pelabuhan di luar Provinsi Lampung," terang dia.

Dia menjelaskan tiga negara tujuan utama ekspor Lampung sepanjang periode Januari-April 2026 adalah Amerika Serikat dengan nilai ekspor mencapai 290,01 juta dolar AS atau 15,38 persen dari total ekspor, diikuti oleh Tiongkok sebesar 234,92 juta dolar AS atau 12,46 persen, dan Pakistan sebesar 175,84 juta dolar AS atau 9,33 persen.

Sedangkan Komoditas utama yang diekspor ke ketiga negara terbesar tersebut seluruhnya didominasi oleh golongan lemak dan minyak hewan atau nabati.

"Secara keseluruhan, tiga komoditas dengan pangsa ekspor terbesar pada periode Januari-April 2026 meliputi lemak dan minyak hewan atau nabati 889,42 juta dolar AS atau 47,17 persen, bahan bakar mineral 274,31 juta dolar AS atau 14,55 persen, kopi, teh, dan rempah-rempah sebesar 221,86 juta dolar AS atau 11,77 persen," tambahnya.

Dari sisi lain, nilai impor Provinsi Lampung pada April 2026 tercatat sebesar 172,40 juta dolar AS. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 51,56 persen secara tahunan jika dibandingkan dengan April 2025 yang bernilai 113,75 juta dolar AS.

Meskipun demikian, lanjut M. Sabil secara kumulatif, nilai impor Januari-April 2026 mencatat penurunan tajam sebesar 39,04 persen menjadi 489,26 juta dolar AS, dibandingkan periode Januari-April 2025 yang memiliki nilai 802,59 juta dolar AS.

"Tiga negara asal impor terbesar adalah Amerika Serikat dengan nilai impor 122,77 juta dolar AS atau 25,09 persen dengan komoditas utama kereta api, trem, dan bagiannya, lalu Thailand sebesar 61,84 juta dolar AS atau 12,64 persen dengan komoditas utama gula dan kembang gula, serta Australia sebesar 58,23 juta dolar AS atau 11,90 persen dengan komoditas utama binatang hidup," ujar M Sabiel mengakhiri.(@Ng).

Berita terkait

175 Bintara Muda TNI AD Sandang Serda, Pangdam Pattimura: Jadilah Petarung Sejati di Medan Tugas

175 Bintara Muda TNI AD Sandang Serda, Pangdam Pattimura: Jadilah Petarung Sejati di Medan Tugas

Maluku Tengah-Spektroom: Sebanyak 175 prajurit muda TNI Angkatan Darat resmi memasuki babak baru pengabdian setelah dilantik menjadi Bintara berpangkat Sersan Dua (Serda). Mereka dituntut bukan hanya piawai menggunakan senjata, tetapi juga memiliki mental petarung dan kemampuan memimpin di tengah dinamika medan tugas. Para prajurit tersebut merupakan lulusan Pendidikan Pertama Bintara

Eva Moenandar, Buang Supeno
Pupuk Subsidi di Sawahlunto: Antara Hak Petani dan Celah Penyimpangan

Pupuk Subsidi di Sawahlunto: Antara Hak Petani dan Celah Penyimpangan

Sawahlunto—Spektroom :Satu karung pupuk bersubsidi mungkin terlihat sederhana. Namun di baliknya terdapat uang negara, data penerima, mekanisme distribusi, dan kepentingan petani yang bergantung pada ketepatan waktu pemupukan. Karena itu, bagi Heni Purwaningsih, pengawasan pupuk bukan pekerjaan administratif belaka. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sawahlunto sekaligus

Riswan Idris, Buang Supeno
121 Serda Baru Lulus, Kodam XII/Tpr: Bintara Bukan Sekadar Pangkat, tapi Motor Satuan

121 Serda Baru Lulus, Kodam XII/Tpr: Bintara Bukan Sekadar Pangkat, tapi Motor Satuan

Singkawang - Spektroom : Sebanyak 121 prajurit resmi menyandang pangkat Sersan Dua (Serda). Namun, kenaikan pangkat itu bukan sekadar tanda berakhirnya delapan pekan pendidikan. Mereka kini menghadapi ujian yang sesungguhnya: membuktikan kemampuan sebagai Bintara di tengah dinamika tugas di lapangan. Sebanyak 121 prajurit tersebut merupakan lulusan Pendidikan Pertama Bintara Infanteri TNI

Apolonius Welly, Buang Supeno
ссс