Opini: Kebijakan Menteri Keuangan

Oleh: Prof. Dr. Hj. Syamsu Nujum, SE., M. Si. Guru Besar FEB UMI Makassar disampaikan: M. Yahya Patta

Opini: Kebijakan Menteri Keuangan
Prof. Dr. Hj. Syamsu Nujum, S.E., M.Si, Guru Besar Pada FEB UMI Makassar.


Spektroom - Kebijakan Menteri keuangan mengalirkan dana sebesar Rp. 200 triliun ke Bank Himbara bertujuan untuk meningkatkan likuiditas perbankan mendorong pertumbuhan kredit serta pertumbuhan ekonomi dengan memacu pergerakan roda perekonomian nasional.

Menteri Keuangan menerapkan kebijakan fiskal dengan harapan pemberian dana kepada seluruh Bank Himbara dapat menjadi pendorong untuk perbankan agar lebih aktif mencari kegiatan yang produktif untuk menyalurkan pembiayaan.
Pemerintah mengambil langkah strategis dalam menggenjot perekonomian dimana menyuntikkan dana Rp. 200 triliun kepada bank Himbara, penyaluran dana ini memperkuat likuiditas dan mendorong penyaluran kredit ke sektor riil. Selain itu penyaluran dana dapat meningkatkan likuiditasnya, sehingga mampu memberikan kredit kepada masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi, jika sektor riil bergerak maka dapat menciptakan lapangan kerja yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi.
Kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah dapat menggerakkan roda perekonomian dengan meningkatakan ketersediaan dana untuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Serta sektor lain yang membutuhkan dukungan finansial. Namun bagi pemerintah, perlu melakukan pengawasan terhadap penyaluran dana tersebut, dan memastikan bahwa dana tersebut digunakan secara efektif dan efisien serta tidak disalahgunakan, karena menjadi sebuah tantangan sekiranya kredit yang diharapkan dapat menggerakan perekonomian, namun mengalami kemacetan. Karena itu keberhasilan dari program pemerintah tergantung pada Kerjasama yang baik antara perbankan dan pelaku usaha.
Yang perlu diwaspadai potensi dampak dari kebijakan ini terhadap inflasi, karena peningkatan jumlah uang yang beredar dapat menyebabkan kenaikan harga-harga barang jika tidak diimbangi dengan peningkatan produksi dan produktivitas.

Berita terkait

Pulihkan Ekonomi Petani, Sawahlunto Genjot Pemanfaatan Lahan Bekas Tambang Jadi Sawah dan Kebun Produktif

Pulihkan Ekonomi Petani, Sawahlunto Genjot Pemanfaatan Lahan Bekas Tambang Jadi Sawah dan Kebun Produktif

Sawahlunto–Spektroom : Pemerintah Kota Sawahlunto mulai mengakselerasi pemulihan ekonomi masyarakat tani melalui program Gerakan Pemanfaatan Lahan Bekas Tambang (Gerak Lekas). Program ini diharapkan mampu menghidupkan kembali lahan pertanian yang rusak akibat aktivitas pertambangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. Langkah tersebut disosialisasikan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3)

Riswan Idris, Rafles
Pastikan Tak Salah Sasaran, KKP Pelototi Kelayakan Calon Penerima Bantuan di Wringinagung

Pastikan Tak Salah Sasaran, KKP Pelototi Kelayakan Calon Penerima Bantuan di Wringinagung

Jember-Spektroom : Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tampaknya tidak ingin kecolongan dalam menyalurkan program bantuan tematiknya tahun ini. Guna memastikan program strategis negara tersebut jatuh ke tangan yang benar-benar berhak dan produktif, kementerian menerjunkan tim khusus untuk melakukan monitoring dan evaluasi (monev) secara ketat dan terperinci di Desa Wringinagung, kecamatan Jombang,

Budi Sucahyono, Julianto
Ternak Masih Berkeliaran di Kawasan Wisata Kandi, Pemkot Sawahlunto Mulai Bersikap Tegas demi Jaga Citra Pariwisata

Ternak Masih Berkeliaran di Kawasan Wisata Kandi, Pemkot Sawahlunto Mulai Bersikap Tegas demi Jaga Citra Pariwisata

Sawahlunto–Spektroom : Upaya Pemerintah Kota Sawahlunto menjaga wajah destinasi wisata kembali diuji. Meski telah berulang kali diimbau, keberadaan ternak yang berkeliaran di kawasan wisata Kandi masih menjadi persoalan yang dinilai mengganggu kenyamanan pengunjung sekaligus mencoreng citra kota yang menyandang status Warisan Dunia UNESCO. Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3)

Riswan Idris, Rafles
ссс