Trending

Pelantikan SOIna Kalbar, Menyalakan Asa Anak-Anak Istimewa

Pelantikan SOIna Kalbar, Menyalakan Asa Anak-Anak Istimewa
Stephani Yane, M.Pd pimpin pengurus SOIna Kalbar periode 2025-2029. (Foto: Adpim Provinsi Kalbar)

Spektroom – Suasana Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Selasa pagi (20/1/2026), berubah menjadi ruang penuh haru dan harapan di momen pengukuhan Pengurus Provinsi Special Olympics Indonesia (SOIna) Kalimantan Barat masa bakti 2025–2029 menjadi pengingat kuat bahwa olahraga dapat menjadi jembatan kemanusiaan bagi anak-anak bertalenta khusus.

Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H., hadir langsung dan menyampaikan pesan yang menyentuh hati.

Dihadapan para pengurus, relawan, orang tua, dan atlet, Gubernur tak kuasa menahan emosi saat berbicara tentang perjuangan anak-anak dengan disabilitas intelektual yang terus berjuang menemukan ruangnya ditengah masyarakat.

“Setiap keringat atlet kita di lapangan, setiap senyum relawan, dan setiap doa orang tua adalah bata-bata yang menyusun dunia yang lebih inklusif,” ucap Ria Norsan dengan suara bergetar.

Baginya, keterbatasan bukanlah akhir, melainkan warna yang memperindah kehidupan.

Pelantikan pengurus yang dinahkodai oleh Stephani Yane, M.Pd., dilakukan langsung oleh Wakil Ketua I Pengurus Pusat SOIna, Hj. Novia, S.E., berdasarkan Surat Keputusan Pengurus Pusat SOIna.

Namun, lebih dari itu, pelantikan ini menjadi simbol keberlanjutan harapan bagi anak-anak istimewa di Kalimantan Barat.

Gubernur menegaskan, tugas SOIna tidak berhenti pada podium juara. Pendampingan, pembinaan mental, serta memastikan anak-anak bertalenta khusus dapat hidup mandiri dan berdaya di tengah masyarakat menjadi misi utama.

“Jadilah lilin yang menerangi jalan mereka. Pastikan tidak ada satu pun dari anak-anak istimewa ini yang merasa sendirian,” pesan Gubernur, disambut keheningan yang sarat makna.

Harapan tersebut sejalan dengan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalimantan Barat yang kini berada di angka 72,09 pada 2025.

Angka yang menurut Gubernur, harus dimaknai sebagai peluang yang adil bagi semua, termasuk penyandang disabilitas intelektual.

Sementara itu, Hj. Novia menaruh optimisme besar pada SOIna Kalbar. Ia menyebut organisasi ini sebagai ruang aman bagi anak-anak spesial untuk mencoba, gagal, bangkit, dan percaya pada kemampuan diri.

“Kalbar kami harapkan tidak hanya berprestasi nasional, tetapi juga berkontribusi pada ajang internasional, termasuk World Games di Chili tahun 2027,” ujarnya.

Prestasi itu bukan mimpi.
Ketua SOIna Kalbar, Stephani Yane, mengenang pencapaian atlet Kalbar di Semarang Suwarto dengan medali perak renang, dan Rian dengan perunggu lari 100 meter.

Bagi mereka, medali hanyalah simbol; kepercayaan diri dan keberanian tampil adalah kemenangan sejati.

Ke depan, SOIna Kalbar bersiap menghadapi PESONAS 2026 di Kupang. Lebih dari ajang olahraga, kompetisi itu adalah panggung bagi anak-anak bertalenta khusus untuk berkata pada dunia: mereka mampu, mereka berharga, dan mereka pantas mendapat tempat yang setara.

Berita terkait

Perkuat Praktik Pendidikan Humanis, Maluku Utara Lahirkan Buku Kurikulum Berbasis Cinta

Perkuat Praktik Pendidikan Humanis, Maluku Utara Lahirkan Buku Kurikulum Berbasis Cinta

Ternate–Spektroom : Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di madrasah tidak hanya membutuhkan pemahaman konseptual, tetapi juga praktik nyata yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran. Berangkat dari semangat tersebut, para dosen IAIN Ternate dengan Kanwil Kemenag Maluku Utara berkolaborasi melahirkan buku Kurikulum Berbasis Cinta: Teori dan Praktik yang secara resmi diluncurkan

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru
Kemenag Ternate Gaungkan Pesan Keagamaan dan Kepedulian Sosial di Safari Subuh Keliling

Kemenag Ternate Gaungkan Pesan Keagamaan dan Kepedulian Sosial di Safari Subuh Keliling

Ternate-Spektroom : Semangat memakmurkan masjid dan mempererat silaturahmi antar instansi pemerintah mewarnai kegiatan Safari Subuh Keliling yang dilaksanakan di Masjid Adnanul Muslimin, Kelurahan Kalumpang, Kota Ternate, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan yang merupakan kolaborasi Pemerintah Kota Ternate, Polres Kota Ternate, Kementerian Agama Kota Ternate, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Ternate,

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru