Trending

Pemerintah Kabupaten SBT Fokus Kembangkan Pariwisata dan Optimalkan Manfaat Pertambangan

Pemerintah Kabupaten SBT Fokus Kembangkan Pariwisata dan Optimalkan Manfaat Pertambangan
Wakil Bupati Kabupaten Seram Bagian Timur M. Miftah Thoha R. Wattimena, S.IP., M.A. ( Foto Eva M)

Spektroom – Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) terus memperkuat arah pembangunan daerah melalui pengembangan sektor pariwisata serta optimalisasi manfaat pertambangan bagi kesejahteraan masyarakat.

Fokus ini disampaikan Wakil Bupati Seram Bagian Timur, M. Miftah Thoha R. Wattimena, S.IP., M.A., kepada Spektroom di salah satu hotel di Kota Ambon, Kamis (27/11/2025).

Wattimena menjelaskan, sektor pariwisata di SBT memiliki potensi besar untuk tumbuh menjadi sumber ekonomi baru. Salah satu daya tarik paling menonjol adalah Pulau Koon, destinasi kelas dunia yang telah dikenal para penyelam internasional sebagai rute diving eksklusif dengan kekayaan jenis ikan yang melimpah.

“Pulau Koon adalah destinasi kelas dunia. Wisatawan dari Lombok hingga Raja Ampat memilih jalur itu ketika menuju Banda. Karena termasuk kawasan konservasi pulau-pulau kecil, kami akan memperkuat regulasinya agar pariwisata berkembang tanpa merusak lingkungan,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten SBT menargetkan pengembangan pariwisata yang eksklusif dan ramah lingkungan, dengan memastikan kelestarian ekosistem laut sebagai fondasi keberlanjutan ekonomi jangka panjang.

Selain pariwisata, pemerintah daerah juga tengah mendorong peningkatan kontribusi sektor pertambangan bagi masyarakat.

Wattimena mengungkapkan bahwa SBT memiliki dua perusahaan minyak besar sejak masa kolonial, namun kontribusi yang dirasakan masyarakat selama ini belum signifikan, selain tersedianya peluang tenaga kerja.

Kini pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, dan pihak investor telah menyepakati pembagian 10 persen participating interest, yang diharapkan menjadi suntikan besar bagi pendapatan daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Sudah ada kesepahaman dengan gubernur dan investor terkait 10% participating interest. Ditambah lagi rencana masuknya investor baru. Ini peluang besar agar hasil tambang benar-benar terasa manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

Melalui dua sektor strategis—pariwisata dan pertambangan—Pemerintah Kabupaten SBT memastikan pembangunan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada keadilan distribusi manfaat bagi masyarakat lokal. Kebijakan ini menjadi pijakan untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang inklusif dan berkeadilan.

Berita terkait

Gubernur Mirza Hari Ini Lantik Bupati Lampung Tengah dan Wagub Jihan Ikuti Rakor PJU di Jakarta

Gubernur Mirza Hari Ini Lantik Bupati Lampung Tengah dan Wagub Jihan Ikuti Rakor PJU di Jakarta

Bandarlampung - Spektroom: Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum & Politik Yanyan Ruchyansah pukul 08.00, Selasa 3 November 2026, diagendakan memimpin Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Lampung mengikuti secara virtual Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Daerah Tahun 2026, yang dirangkai dengan Pembahasan Kolaborasi Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia

Anggoro AP
Pemerintah Jadikan  Koperasi Sebagai Instrumen Penting Perekonomian Nasional

Pemerintah Jadikan  Koperasi Sebagai Instrumen Penting Perekonomian Nasional

Denpasar – Spektroom :  Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA UNPAD) Ferry Juliantono menegaskan,  Pemerintah menjadikan koperasi sebagai instrumen penting perekonomian nasional lewat program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), mulai dari pembentukan badan usaha hingga pembangunan fisik dan pengoperasiannya. Penegasan tersebut disampaikan saat  mengukuhkan Pengurus IKA UNPAD Provinsi Bali di

Nurana Diah Dhayanti
2 | 5     LAMPBerdasarkan analisis angin gradien 3000 feet tanggal 01 November 2026 Jam 19.00 WIB, angin dominan dari arah Tenggara-Selatan dengan kecepatan angin di wilayah Jawa

BMKG Juanda Peringatkan Cuaca Ekstrem di 21 Wilayah Jawa Timur hingga 9 November

Sidoarjo-Spektroom : Masyarakat di sejumlah wilayah Jawa Timur diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan berlangsung pada 2 hingga 9 November 2026. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, mulai dari banjir, banjir bandang, tanah longsor hingga angin kencang. Peringatan tersebut disampaikan Stasiun Meteorologi Kelas

Bian Pamungkas