Pemkab Pasaman Barat Koordinasikan Penanganan Banjir Dan Longsor dengan Menko PMK Pratikno

Pemkab Pasaman Barat Koordinasikan Penanganan Banjir Dan Longsor dengan Menko PMK Pratikno
Wakil Bupati Pasbar, M. Ihpan terlibat pembicaraan dengan Menko PMK, Pratikno. (Foto: Kominfo Pasbar)

Spektroom - Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman Barat bergerak cepat merespons bencana banjir dan longsor yang melanda sepuluh dari sebelas kecamatan. Usai meninjau langsung sejumlah titik terdampak, Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat membagi tugas untuk memastikan seluruh proses penanganan darurat, pelayanan korban, hingga pemulihan dini berjalan optimal.

Wakil Bupati M. Ihpan, didampingi Wakil Ketua DPRD Pasaman Barat Supriyono dan Sekretaris Daerah Doddy San Ismail, bertolak ke Jakarta menghadiri rapat koordinasi tingkat Menteri Percepatan Penanganan Bencana Banjir dan Tanah Longsor pada Kamis (27/11/2025).

Pertemuan tersebut digelar di Gedung Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), Jakarta Timur.

Rapat koordinasi tingkat menteri itu dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno. Fokus pembahasan diarahkan pada percepatan penanganan banjir dan tanah longsor yang terjadi di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

Menko PMK menegaskan bahwa penanganan bencana harus memprioritaskan pelayanan kepada korban, pencarian dan pertolongan, evakuasi warga terdampak, serta pembukaan akses jalan yang terputus akibat longsor.

Sementara itu, Bupati Pasaman Barat, Yulianto, terus memantau kondisi masyarakat terdampak banjir di lapangan. Ia memastikan bahwa bantuan logistik telah disalurkan ke wilayah-wilayah yang membutuhkan, sekaligus mengoordinasikan langkah-langkah percepatan distribusi bantuan.

Pemda Pasaman Barat juga telah menetapkan masa tanggap darurat bencana untuk mempercepat mobilisasi sumber daya. Pemerintah daerah berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mendirikan pos pengungsian, dapur umum, serta berkoordinasi dengan BUMN, BUMD, dan perusahaan untuk menggalang bantuan.

Melalui koordinasi langsung dengan pemerintah pusat, Pemda Pasaman Barat berharap penanganan darurat bencana dapat berlangsung lebih efektif, terutama dalam memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat dan mempercepat pemulihan wilayah terdampak. (RRE/Rel)

Berita terkait

Wali Kota Sawahlunto Lantik 92 Pejabat, Empat Jabatan Eselon II Berganti untuk Perkuat Kinerja Pelayanan

Wali Kota Sawahlunto Lantik 92 Pejabat, Empat Jabatan Eselon II Berganti untuk Perkuat Kinerja Pelayanan

Sawahlunto–Spektroom : Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan 92 pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Sawahlunto, Jumat (19/6/2026). Pelantikan yang berlangsung di Aula Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) itu merupakan bagian dari upaya penyegaran organisasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Acara tersebut dihadiri Wakil Wali

Riswan Idris, Rafles
DPRD Sawahlunto Bahas Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Soroti Akuntabilitas dan Besaran SILPA

DPRD Sawahlunto Bahas Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Soroti Akuntabilitas dan Besaran SILPA

Sawahlunto–Spektroom : Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sawahlunto menggelar rapat pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Sawahlunto Tahun Anggaran 2025 bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Sawahlunto. Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat DPRD Kota Sawahlunto pada Jumat (19/6/2026) tersebut

Riswan Idris, Rafles
Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah Digulirkan, Sekdaprov Sumbar Ajak ASN Jadi Teladan dalam Pengasuhan

Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah Digulirkan, Sekdaprov Sumbar Ajak ASN Jadi Teladan dalam Pengasuhan

Padang-Spektroom: Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) mulai mengimplementasikan Gerakan Ayah Mengambil Rapor dan Mengantar Anak ke Sekolah sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan keluarga dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Melalui gerakan tersebut, ASN yang memiliki anak usia sekolah didorong untuk terlibat langsung dalam pendidikan anak

Rafles