Pemkab Ponorogo Gelar PIA 2026

Pemkab Ponorogo Gelar PIA 2026
Rapat dan sosialisasi penyelenggaraan Ponorogo Inotek Award (PIA) 2026. (Foto: Kominfo Ponorogo)

Madiun-Spektroom : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) menggelar Ponorogo Inotek Award (PIA) 2026. Lomba inovasi dan teknologi (inotek) ini menjadi wadah strategis untuk menjaring sekaligus mengembangkan inovasi yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan publik.

Kepala Bidang Riset dan Inovasi di Bapperida Ponorogo, Eulis Lianawati mengatakan, Inotek Award 2026 terbuka bagi perangkat daerah, puskesmas, sekolah, perguruan tinggi, maupun pemerintah desa (pemdes) untuk ambil bagian. Penilaian berlangsung mulai Mei hingga November 2026 dengan tahapan pengumpulan proposal, verifikasi, presentasi, hingga penetapan pemenang. Menurut Eulis, inovasi merupakan kebutuhan yang tidak lagi dapat terelakkan di era digital sekarang ini. Sebab, inovasi menjadi kunci dalam menghadirkan pelayanan yang lebih efektif, efisien, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Inovasi itu bukan sekadar program, tetapi bagaimana kita bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya saing daerah,” jelasnya, Selasa (5/5/2026). Dia merinci enam kategori peserta di PIA 2026, yakni perangkat daerah yang terdiri dinas, badan, bagian, kecamatan, dan RSUD; pendidikan dasar; sekolah menengah; perguruan tinggi; puskesmas; serta desa.

“Ini bentuk komitmen agar inovasi tumbuh merata di semua lini. Penilaian mengacu pada indikator yang terukur, yaitu komposisi 60 persen pada tingkat kematangan inovasi dan 40 persen pada paparan atau presentasi," terangnya. Eulis menyebut lima juri terlibat dalam penilaian PIA 2026 yang terdiri atas akademisi, perwakilan media, Bapperida Provinsi Jawa Timur, dan Bapperida Ponorogo.

“Kami menggunakan 20 indikator penilaian dari Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN), mulai dari regulasi, SDM, anggaran, hingga dampak dan manfaat inovasi. Jadi yang dinilai bukan hanya ide, tetapi juga implementasi dan keberlanjutannya,” ungkap Eulis Perlu diketahui, capaian inovasi Kabupaten Ponorogo dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan pola fluktuatif. Pada 2019, nilai inovasi tercatat berada di kisaran 60 yang menjadi capaian tertinggi pada periode awal penilaian. Namun, hasil penilaian Innovative Government Award (IGA) mengalami dinamika naik turun, yakni 51,46 (2022), turun ke angka 44,52 (2023), naik lagi menjadi 53,68 (2024), dan turun di angka 51,26 pada 2025.

“Secara kualitatif kita tetap inovatif, tetapi secara kuantitatif memang naik turun. Ini menjadi evaluasi bersama agar ke depan lebih stabil dan meningkat,” harap Eulis. Ia menambahkan, tantangan utama dalam peningkatan nilai inovasi adalah kelengkapan data dukung, keberlanjutan inovasi, serta kuatnya komitmen pimpinan dan kolaborasi lintas perangkat daerah.

“Banyak inovasi sebenarnya sudah berjalan, tetapi yang sering menjadi kendala adalah data dukung dan keberlanjutan ketika terjadi mutasi atau pergantian inisiator,” ujarnya. Pihaknya berharap melalui Inotek Award, inovasi-inovasi yang lahir di Ponorogo tidak hanya berhenti di tingkat lokal. Namun, mampu bersaing di tingkat provinsi maupun nasional.

Berita terkait

Warga Kapuas Hadapi Kemarau Panjang, Gubernur Agustiar Datang Membawa Bantuan dan Air Bersih

Warga Kapuas Hadapi Kemarau Panjang, Gubernur Agustiar Datang Membawa Bantuan dan Air Bersih

Palangka Raya–Spektroom : Ketika kemarau berlangsung panjang dan kebakaran lahan terus membayangi, kebutuhan warga bukan hanya soal menjaga lingkungan, tetapi juga memastikan kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi. Di tengah kondisi tersebut, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran datang langsung membawa bantuan bagi masyarakat Kabupaten Kapuas. Bantuan disalurkan di sejumlah titik di Kabupaten

Polin, Julianto
Jembatan Baru, Harapan Baru Warga Lipat Gunting di Pedalaman Ketapang

Jembatan Baru, Harapan Baru Warga Lipat Gunting di Pedalaman Ketapang

Ketapang-Spektroom: Bagi warga Dusun Lipat Gunting, Desa Suak Burung, Kecamatan Manis Mata, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, sebuah jembatan bukan sekadar bangunan yang menghubungkan dua sisi wilayah. Jembatan Gantung Lipat Gunting kini menjadi penghubung aktivitas sehari-hari sekaligus membuka harapan baru bagi masyarakat yang selama ini membutuhkan akses lebih mudah untuk menjalankan

Apolonius Welly, Rafles
Wawako Jeffry: Sawahlunto Punya Hektaran Lahan Nganggur Siap Jadi Kampus Raksasa Operator Excavator Bersertifikat!

Wawako Jeffry: Sawahlunto Punya Hektaran Lahan Nganggur Siap Jadi Kampus Raksasa Operator Excavator Bersertifikat!

Sawahlunto-Spektroom : Wakil Wali Kota Sawahlunto Jeffry Hibatullah mendampingi Menteri Ketenagakerjaan RI Prof. Yassierly meninjau Satuan Pelayanan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Satpel PVP) Sawahlunto di Parambahan, Kecamatan Talawi, Sabtu (26/9/2026). Kunjungan tersebut fokus pada penguatan fasilitas pelatihan vokasi untuk menyiapkan tenaga kerja terampil dan bersertifikat yang siap bersaing di

Riswan Idris, Rafles
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad: Penguasaan Kelas dan Materi adalah Kunci dalam Mengajar

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad: Penguasaan Kelas dan Materi adalah Kunci dalam Mengajar

Batam–Spektroom : Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mendorong guru Al-Qur’an terus meningkatkan kompetensi dan kreativitas dalam mengajar agar mampu mengikuti perkembangan zaman. Menurutnya, penguasaan kelas, pemahaman psikologi peserta didik, serta kemampuan memanfaatkan teknologi menjadi bagian penting dalam menciptakan pembelajaran yang menarik dan inklusif. Hal itu ditegaskan Amsakar ketika membuka

Desmawati, Rafles
ссс