Pemkab Solok Selatan Bagikan Seragam Gratis untuk Siswa

Pemkab Solok Selatan Bagikan Seragam Gratis untuk Siswa
Bupati Solok Selatan, Khairunas didampingi Wakil Bupati, Yulian Efi saat menyerahkan seragam sekolah gratis tingkat SD dan SMP se Kecamatan Sangir di RTH Padang Aro, Kamis (6/11/2025) (Foto: Diskominfo)

Spektroom - Sebanyak 5.942 stel seragam dibagikan kepada siswa di Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat untuk tahun ajaran baru 2025.

Masing-masing siswa mendapatkan dua stel seragam sesuai jenjang pendidikan, terdiri dari 2.056 stel untuk TK/RA, 1.880 stel untuk SD/MI, dan 2.006 stel untuk SMP/MTs.

Program seragam gratis tersebut merupakan bagian dari kebijakan Pemerintah Kabupaten Solok Selatan yang tahun ini menganggarkan dana sebesar Rp3,3 miliar.

Total seragam yang akan dibagikan kepada seluruh siswa di Kabupaten Solok Selatan dari tingkat TK hingga SMP/sederajat mencapai 21.092 stel.

Bupati Solok Selatan, Khairunas, mengatakan program seragam gratis menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan.

“Program ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi orang tua, tetapi juga menghadirkan semangat bagi anak-anak kita agar dapat bersekolah tanpa kendala karena keterbatasan ekonomi,” ujarnya saat penyerahan seragam di RTH Solok Selatan, Kamis (6/11/2025).

Program ini telah berjalan selama lima tahun berturut-turut sejak 2021. Hingga tahun 2024, tercatat sebanyak 57.956 stel seragam telah dibagikan kepada pelajar di seluruh kecamatan di Solok Selatan.

Selain program seragam gratis, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan juga berencana menggratiskan biaya pendidikan untuk seluruh jenjang pada tahun ajaran berikutnya.

Kebijakan ini merupakan tindak lanjut kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat guna memperkuat akses pendidikan yang berkualitas.

Khairunas berharap, dengan adanya realisasi program ini, orang tua dan siswa di Solok Selatan tidak lagi mengkhawatirkan biaya pendidikan hingga tingkat SMA/sederajat.

“Kami ingin memastikan tidak ada anak di Solok Selatan yang berhenti sekolah karena alasan ekonomi,” tegasnya.

Berita terkait

175 Bintara Muda TNI AD Sandang Serda, Pangdam Pattimura: Jadilah Petarung Sejati di Medan Tugas

175 Bintara Muda TNI AD Sandang Serda, Pangdam Pattimura: Jadilah Petarung Sejati di Medan Tugas

Maluku Tengah-Spektroom: Sebanyak 175 prajurit muda TNI Angkatan Darat resmi memasuki babak baru pengabdian setelah dilantik menjadi Bintara berpangkat Sersan Dua (Serda). Mereka dituntut bukan hanya piawai menggunakan senjata, tetapi juga memiliki mental petarung dan kemampuan memimpin di tengah dinamika medan tugas. Para prajurit tersebut merupakan lulusan Pendidikan Pertama Bintara

Eva Moenandar, Buang Supeno
Pupuk Subsidi di Sawahlunto: Antara Hak Petani dan Celah Penyimpangan

Pupuk Subsidi di Sawahlunto: Antara Hak Petani dan Celah Penyimpangan

Sawahlunto—Spektroom :Satu karung pupuk bersubsidi mungkin terlihat sederhana. Namun di baliknya terdapat uang negara, data penerima, mekanisme distribusi, dan kepentingan petani yang bergantung pada ketepatan waktu pemupukan. Karena itu, bagi Heni Purwaningsih, pengawasan pupuk bukan pekerjaan administratif belaka. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sawahlunto sekaligus

Riswan Idris, Buang Supeno
121 Serda Baru Lulus, Kodam XII/Tpr: Bintara Bukan Sekadar Pangkat, tapi Motor Satuan

121 Serda Baru Lulus, Kodam XII/Tpr: Bintara Bukan Sekadar Pangkat, tapi Motor Satuan

Singkawang - Spektroom : Sebanyak 121 prajurit resmi menyandang pangkat Sersan Dua (Serda). Namun, kenaikan pangkat itu bukan sekadar tanda berakhirnya delapan pekan pendidikan. Mereka kini menghadapi ujian yang sesungguhnya: membuktikan kemampuan sebagai Bintara di tengah dinamika tugas di lapangan. Sebanyak 121 prajurit tersebut merupakan lulusan Pendidikan Pertama Bintara Infanteri TNI

Apolonius Welly, Buang Supeno
ссс