Pemko Bukittinggi Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Cegah Rabies

Pemko Bukittinggi Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Cegah Rabies
Pertemuam Lintas Sektoral Pemko Bukittnggi dengan Dinas Kesehatan . (Foto: Diskominfo Kota Bukuttinggi)

Bukittinggi-Spektroom : Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Kesehatan gelar pertemuan koordinasi lintas program dan lintas sektor (LP/LS) dalam rangka penanggulangan dan pengendalian program rabies tingkat Kota Bukittinggi, di Hotel Rocky, Selasa, 28 April 2026.

Rabies, menjadi infeksi virus akut mematikan yang menyerang sistem saraf pusat manusia dan hewan berdarah panas terutama anjing, kucing, kera, disebabkan oleh Lyssavirus. Penyakit ini ditularkan melalui air liur hewan terinfeksi via gigitan, cakaran atau jilatan pada luka terbuka.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi, Ramli Andrian, didampingi Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), drg. Meilinda Indriati Putri, menyampaikan, pada tahun 2025 lalu, terdapat 175 kasus. Sedangkan pada triwulan I tahun 2026, Januari hingga Maret, terdapat 46 kasus gigitan. Meski demikian, semua tertangani dengan baik.

Pertemuan koordinasi ini merupakan upaya lintas program dan lintas sektor dalam penanggulangan serta pengendalian program rabies di Kota Bukittinggi. Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari rumah sakit, puskesmas, pemerintah kecamatan hingga Dinas Pertanian serta Dinas Kominfo.

"Penanganan rabies tidak hanya berfokus pada manusia, tetapi juga pada hewannya sendiri. Oleh karena itu, narasumber dihadirkan dari Dinas Kesehatan Provinsi serta UPTD Puskeswan untuk memberikan informasi terkini dan memperkuat sinergi antar instansi," ujarnya.

Ramli menambahkan, seluruh kasus rabies di Kota Bukittinggi, termasuk pada tahun 2025, telah tertangani dengan baik. Penanganan dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya terhadap pasien, tetapi juga mencakup pengendalian pada hewan dan lingkungan melalui koordinasi dengan Dinas Pertanian dan puskeswan.

"Kami berharap melalui pertemuan ini juga akan disusun rencana tindak lanjut (RTL) sesuai tugas dan fungsi masing-masing pihak, termasuk dukungan dalam edukasi kepada masyarakat agar upaya pencegahan rabies dapat berjalan lebih optimal," ungkapnya. ( Rita)

Berita terkait

Presiden Prabowo Subianto Siang ini Meresmikan Dimulainya  Ground Breaking 13 Proyek Nasional.

Presiden Prabowo Subianto Siang ini Meresmikan Dimulainya Ground Breaking 13 Proyek Nasional.

Cilacap-Spektroom: Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan 13 proyek nasional di berbagai lokasi merupakan bagian dari langkah besar menuju kebangkitan bangsa Indonesia. Proyek-proyek ini merupakan kelanjutan dari fondasi yang telah dibangun oleh para presiden sebelumnya sejak awal kemerdekaan. Hal tersebut dikatakan Presiden ketika memberi sambutan pada peresmian ground Breaking 13

Bian Pamungkas
Prof Dr. H. La Ode Husen SH., M.Hum: Penataan Prodi Harus Berbasis Ilmu, Bukan Sekadar Pasar

Prof Dr. H. La Ode Husen SH., M.Hum: Penataan Prodi Harus Berbasis Ilmu, Bukan Sekadar Pasar

Makassar -Spektroom : Kebijakan penataan program studi (prodi) yang digulirkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dinilai sebagai langkah strategis dalam mendorong transformasi pendidikan tinggi di Indonesia. Namun, arah kebijakan ini harus tetap berpijak pada mandat utama perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban, bukan semata memenuhi kebutuhan

Yahya Patta, Buang Supeno