Pemkot Ambon Pangkas Seremoni, Anggaran Kendaraan Dinas Dialihkan untuk Sampah

Pemkot Ambon Pangkas Seremoni, Anggaran Kendaraan Dinas Dialihkan untuk Sampah
Sekretaris Kota Ambon, Robby Sapulette, saat mewakili Wali Kota Ambon dalam Dialog Kebangsaan Bacarita Kota Ambon bertajuk “For Ambon Pung Bae” di Santika Hotel Ambon, Selasa (11/8/2026)

Ambon – Spektroom : Pemerintah Kota Ambon menyatakan pembangunan tak boleh berhenti pada pidato dan daftar program. Pemerintah dituntut membuktikan keberpihakan melalui pelayanan yang langsung menyentuh kebutuhan warga.

Penegasan itu disampaikan Sekretaris Kota Ambon, Robby Sapulette, saat mewakili Wali Kota Ambon dalam Dialog Kebangsaan Bacarita Kota Ambon bertajuk “For Ambon Pung Bae” di Santika Hotel Ambon, Selasa (11/8/2026).

Robby mengatakan pemerintah harus memastikan setiap kebijakan pembangunan memberi manfaat konkret. Menurut dia, Ambon adalah rumah bersama yang harus dibangun tanpa sekat suku, agama, ras maupun kondisi fisik warga.

“Pembangunan bukan sebuah retorika, tetapi pembangunan yang nyata. Kemudian pelayanan publik yang berkualitas dan persatuan yang kokoh,” kata Robby.

Ia menyebut arah pembangunan Ambon 2025-2030 diarahkan untuk mewujudkan kota yang Manise, inklusif, toleran, dan berkelanjutan.

Persoalan mendasar seperti sampah, air bersih, drainase, permukiman, dan penataan ruang menjadi agenda yang harus ditangani pemerintah.

Salah satu bentuk keberpihakan anggaran ditunjukkan melalui keputusan Pemkot Ambon menunda pengadaan kendaraan dinas Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Anggaran tersebut dialihkan untuk mendukung penanganan sampah.

Langkah itu menunjukkan bahwa pemerintah ingin menempatkan kebutuhan publik sebagai prioritas dibandingkan belanja yang bersifat penunjang pemerintahan.

Persoalan air bersih juga mulai ditangani secara bertahap. Kawasan Batu Merah dan sekitarnya hingga Benteng menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian. Pemkot menargetkan persoalan air bersih dapat dituntaskan dalam lima tahun pemerintahan periode 2025-2030.

Bagi Robby, ukuran keberhasilan pemerintah bukan terletak pada panjangnya daftar program, melainkan pada perubahan yang dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

“Ambon harus menjadi rumah bersama. Pembangunan harus nyata, pelayanan harus berkualitas dan persatuan harus tetap kokoh,” tegasnya. ( EM)

Berita terkait

Luthfi Bongkar Mentalitas “Buang Sampah, Pemerintah yang Urus”: WCD Diminta Jangan Sekadar Seremoni

Luthfi Bongkar Mentalitas “Buang Sampah, Pemerintah yang Urus”: WCD Diminta Jangan Sekadar Seremoni

Semarang- Spektroom: Sampah terus diproduksi, tetapi tanggung jawab mengurusnya masih kerap dilempar kepada pemerintah. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menilai pola pikir semacam itu harus diubah. Penanganan sampah, kata dia, tidak mungkin hanya dibebankan kepada pemerintah. Masyarakat, komunitas, dunia usaha hingga pemerintah daerah harus mengambil bagian sejak sampah dihasilkan. “Yang

Sigit Budi Riyanto, Buang Supeno
Pemkab Bogor Bongkar Kemiskinan dari Rumah ke Rumah: Satu Keluarga, Banyak Masalah

Pemkab Bogor Bongkar Kemiskinan dari Rumah ke Rumah: Satu Keluarga, Banyak Masalah

Bogor-Spektroom: Pemerintah Kabupaten Bogor tak ingin pengentasan kemiskinan berhenti pada penurunan angka statistik. Pemerintah mulai membedah persoalan kemiskinan hingga tingkat keluarga untuk memastikan setiap program benar-benar menyasar masalah yang dihadapi warga. Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, mengatakan kemiskinan kerap berjalan beriringan dengan persoalan lain. Satu keluarga miskin bisa

Asmari, Buang Supeno