Pemkot Bukittinggi Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Dorong Kebijakan Pembangunan Berbasis Data

Pemkot Bukittinggi Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Dorong Kebijakan Pembangunan Berbasis Data
Pemukulan Gong Oleh Walikota Bukittinggi menandai dimulainya sensus ekonomi 2026.(Foto; Rita).

Bukittinggi-Spektroom : Pemerintah Kota Bukittinggi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 sebagai upaya strategis untuk memperoleh data perekonomian yang akurat dan komprehensif. Data tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan berbagai kebijakan pembangunan daerah maupun nasional yang lebih tepat sasaran.

Dalam kegiatan Pencanangan Sensus Ekonomi 2026, Wali Kota Bukittinggi, H. M. Ramlan Nurmatias, SH, Datuak Nan Basa, menegaskan bahwa sensus yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) setiap 10 tahun sekali ini merupakan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.

Menurut Ramlan, perkembangan ekonomi dalam satu dekade terakhir mengalami perubahan yang sangat signifikan. Munculnya ekonomi digital, perdagangan elektronik (e-commerce), layanan berbasis aplikasi, hingga berbagai sektor usaha kreatif telah mengubah wajah perekonomian masyarakat.

Selain itu, pola transaksi yang semakin mengarah pada sistem digital dan non-tunai juga menjadi alasan penting perlunya pendataan yang akurat.

“Sensus Ekonomi 2026 memiliki peran yang sangat strategis untuk memperoleh informasi mengenai struktur ekonomi, karakteristik usaha, perkembangan ekonomi digital, serta berbagai informasi penting lainnya yang menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan,” ujar Ramlan.

Sebagai salah satu pusat perdagangan, jasa, pariwisata, pendidikan, dan ekonomi kreatif di Sumatera Barat, Bukittinggi membutuhkan data yang valid untuk merumuskan program pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha. Karena itu, Pemerintah Kota Bukittinggi menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan sensus tersebut.

Wali Kota juga mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif dengan memberikan data yang benar, lengkap, dan dapat dipertanggung jawabkan.

Menurutnya, keberhasilan sensus tidak hanya bergantung pada petugas lapangan, tetapi juga pada keterbukaan responden dalam memberikan informasi yang akurat.
Pendataan lapangan Sensus Ekonomi 2026 dijadwalkan berlangsung secara door to door mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Petugas sensus akan mendatangi pelaku usaha di seluruh wilayah Kota Bukittinggi dengan mengenakan atribut resmi dan tanda pengenal yang sah.

Ramlan turut mengapresiasi kesiapan BPS Kota Bukittinggi dalam menyelenggarakan sensus tersebut. Ia mengajak seluruh perangkat daerah, camat, lurah, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, asosiasi usaha, dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menyukseskan Sensus Ekonomi 2026.

“Data yang berkualitas akan menghasilkan kebijakan yang berkualitas pula, sehingga pembangunan dapat berjalan lebih tepat sasaran, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (Rita).

Berita terkait

175 Bintara Muda TNI AD Sandang Serda, Pangdam Pattimura: Jadilah Petarung Sejati di Medan Tugas

175 Bintara Muda TNI AD Sandang Serda, Pangdam Pattimura: Jadilah Petarung Sejati di Medan Tugas

Maluku Tengah-Spektroom: Sebanyak 175 prajurit muda TNI Angkatan Darat resmi memasuki babak baru pengabdian setelah dilantik menjadi Bintara berpangkat Sersan Dua (Serda). Mereka dituntut bukan hanya piawai menggunakan senjata, tetapi juga memiliki mental petarung dan kemampuan memimpin di tengah dinamika medan tugas. Para prajurit tersebut merupakan lulusan Pendidikan Pertama Bintara

Eva Moenandar, Buang Supeno
Pupuk Subsidi di Sawahlunto: Antara Hak Petani dan Celah Penyimpangan

Pupuk Subsidi di Sawahlunto: Antara Hak Petani dan Celah Penyimpangan

Sawahlunto—Spektroom :Satu karung pupuk bersubsidi mungkin terlihat sederhana. Namun di baliknya terdapat uang negara, data penerima, mekanisme distribusi, dan kepentingan petani yang bergantung pada ketepatan waktu pemupukan. Karena itu, bagi Heni Purwaningsih, pengawasan pupuk bukan pekerjaan administratif belaka. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sawahlunto sekaligus

Riswan Idris, Buang Supeno
121 Serda Baru Lulus, Kodam XII/Tpr: Bintara Bukan Sekadar Pangkat, tapi Motor Satuan

121 Serda Baru Lulus, Kodam XII/Tpr: Bintara Bukan Sekadar Pangkat, tapi Motor Satuan

Singkawang - Spektroom : Sebanyak 121 prajurit resmi menyandang pangkat Sersan Dua (Serda). Namun, kenaikan pangkat itu bukan sekadar tanda berakhirnya delapan pekan pendidikan. Mereka kini menghadapi ujian yang sesungguhnya: membuktikan kemampuan sebagai Bintara di tengah dinamika tugas di lapangan. Sebanyak 121 prajurit tersebut merupakan lulusan Pendidikan Pertama Bintara Infanteri TNI

Apolonius Welly, Buang Supeno
ссс