Trending

Pemkot Solo dan Kemenag Perkuat Pembinaan Remaja melalui BRUS dan BRUN

Pemkot Solo dan Kemenag Perkuat Pembinaan Remaja melalui BRUS dan BRUN
Wali Kota Surakarta Respati Ardi bersama Kepala Kantor Kemenag Surakarta Ahmad Ulin Nur Hafsun, usai melakukan penandatanganan MoU. (Foto: Humas Pemkot Surakarta)

Surakarta – Spektroom: Pemerintah Kota Surakarta bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surakarta memperkuat pembinaan generasi muda melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) dan Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN).

Penandatanganan dilakukan Wali Kota Surakarta Respati Ardi bersama Kepala Kantor Kemenag Surakarta Ahmad Ulin Nur Hafsun di Gedung Dakwah Mamba’ul ‘Ulum Solo, Rabu (14/10/2026). Kolaborasi ini ditujukan untuk memperkuat karakter, moral, dan keimanan remaja dalam menghadapi bonus demografi 2030.

Respati mengatakan, pembinaan remaja penting untuk mempersiapkan generasi muda yang unggul sekaligus menjaga stabilitas Kota Surakarta. Menurutnya, bonus demografi dapat menjadi peluang bagi kemajuan bangsa, tetapi juga berpotensi menjadi tantangan apabila tidak disertai penguatan karakter, moral, dan keimanan.

“Ini menjadi penting karena 2030 ada bonus demografi, di mana usia penduduk, usia muda, dan usia produktif adalah mayoritas penduduk bangsa Indonesia. Namun ini seperti pedang bermata dua, jika kita tidak siapkan fundamental keimanan dan ketakwaan remaja, akan terjadi kriminalitas, degradasi keimanan dan lain-lain,” ungkap Respati.

Ia mendorong generasi muda lebih aktif mengikuti kegiatan keagamaan dan terlibat dalam aktivitas di rumah ibadah. Para tokoh agama juga diharapkan mampu menerapkan pendekatan yang sesuai dengan perkembangan zaman agar nilai-nilai moral semakin dekat dengan kehidupan remaja.

“Penting untuk menginstal, mengajak anak-anak muda kembali ke rumah ibadah supaya diisi keimanan dan ketakwaan,” paparnya.

Sementara itu, Ahmad Ulin Nur Hafsun menyebut penandatanganan MoU sebagai bentuk sinergi dalam pembinaan remaja, bimbingan perkawinan, dan penguatan keluarga sakinah.

Program BRUS di Surakarta telah menjangkau 25 sekolah tingkat SMP, SMA, dan SMK, dengan sekitar 6.500 siswa telah mendapatkan pembinaan. Adapun BRUN dijalankan melalui kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi untuk memberikan pemahaman tentang kesiapan memasuki kehidupan pernikahan, termasuk kematangan diri, komunikasi, dan tanggung jawab membangun keluarga harmonis.

“Kita di Solo Raya menganggap penting penandatanganan MoU terkait sinergi pembinaan remaja, bimbingan perkawinan, dan penguatan keluarga sakinah karena kita punya tanggung jawab moral menyiapkan generasi penerus bangsa yang berkarakter dan bermoral,” imbuhnya.

Berita terkait

Walikota Ambon Tekankan: PKK Tak Boleh Sekadar Seremonial, Program Harus Tepat Sasaran

Walikota Ambon Tekankan: PKK Tak Boleh Sekadar Seremonial, Program Harus Tepat Sasaran

Ambon-Spektroom : Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena menegaskan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) harus hadir menjawab persoalan masyarakat, bukan sekadar menjalankan kegiatan seremonial. Sinergi dengan Pemerintah daerah menjadi kunci agar program pemberdayaan keluarga berdampak nyata, termasuk dalam penanganan stunting dan peningkatan kesejahteraan warga. Penegasan itu disampaikan

Eva Moenandar, Rafles