Trending

Pemprov DKI dan Polda Metro Jaya Perkuat Sinergi di Berbagai Aspek

Pemprov DKI dan Polda Metro Jaya Perkuat Sinergi di Berbagai Aspek
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, bersama Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Dadang Hartanto di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (14/10/2026).(Foto: Diskominfotik DKI).

Jakarta-Spektroom : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat kolaborasi dengan Polda Metro Jaya, untuk meningkatkan keamanan, mendukung kesejahteraan masyarakat, serta membuka peluang kerja. Sinergi tersebut juga diarahkan pada penataan kawasan yang membutuhkan perhatian khusus, termasuk wilayah rawan transaksi narkoba di Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan dukungan pemerintah daerah terhadap kepolisian sejalan dengan kebijakan Kapolri yang menempatkan kepentingan masyarakat sebagai salah satu prioritas utama. Hal itu disampaikan Pramono setelah melakukan pertemuan dengan Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Dadang Hartanto di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (14/10/2026).

“Intinya adalah bagaimana polisi bersama rakyat dan polisi juga concern terhadap hal yang berkaitan dengan pembukaan lapangan kerja, maka Pemerintah DKI Jakarta akan memberikan support sepenuhnya untuk itu di Jakarta,” ujarnya.

Menurutnya, kerja sama antara pemerintah daerah dan kepolisian tidak hanya berfokus pada aspek keamanan dan penegakan hukum, tetapi juga perlu mendukung terciptanya lingkungan sosial yang lebih baik serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Salah satu bentuk kolaborasi tersebut adalah penanganan kawasan yang dinilai memerlukan perhatian khusus, termasuk lokasi yang berpotensi menjadi tempat transaksi narkoba. Pemprov DKI Jakarta menyatakan siap mendukung langkah Polda Metro Jaya melalui pendekatan yang terintegrasi dengan program penataan wilayah.

Pramono menjelaskan, penataan kawasan menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tertib. Karena itu, koordinasi antara pemerintah daerah dan kepolisian diperlukan agar penanganan persoalan perkotaan dapat berjalan selaras.

“Hal-hal yang berkaitan dengan penataan kawasan-kawasan yang dianggap sebagai kawasan yang perlu mendapatkan perhatian khusus, maka Pemerintah DKI Jakarta akan bekerja sama dengan kepolisian, termasuk penanganan hal yang berkaitan dengan narkoba,” jelasnya.

Penataan Tanah Abang Tanpa Menggusur
Salah satu wilayah yang menjadi perhatian Pemprov DKI Jakarta adalah kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, terutama Kelurahan Kebon Melati, Kebon Kacang, dan wilayah sekitarnya. Penataan di kawasan tersebut mencakup area seluas sekitar 2,3 kilometer persegi.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan, pelaksanaannya akan mengedepankan perbaikan kawasan tanpa menggusur masyarakat yang selama ini tinggal di wilayah tersebut. Pendekatan ini menunjukkan bahwa penataan kota tidak semata-mata ditujukan untuk memperbaiki kondisi fisik lingkungan, tetapi juga harus mempertimbangkan keberadaan warga dan kehidupan sosial yang telah berkembang di dalamnya.

Dengan demikian, dukungan kepolisian diharapkan dapat berjalan beriringan dengan program pemerintah daerah, khususnya dalam menjaga keamanan, mencegah aktivitas ilegal, serta menciptakan lingkungan yang lebih tertib bagi masyarakat. Pramono menilai, langkah penataan kawasan tersebut sejalan dengan program Kapolri yang diterjemahkan melalui kebijakan Polda Metro Jaya di wilayah Jakarta.

“Menurut saya ini akan sangat sesuai dengan apa yang menjadi program Bapak Kapolri yang diterjemahkan oleh Polda Metro di Jakarta ini, sehingga kami akan bersinergi untuk itu,” tegasnya.

Berita terkait

Bupati Banyumas Jajaki Kerja Sama dengan Iran, dari Alat Kesehatan hingga Pertukaran Pelajar

Bupati Banyumas Jajaki Kerja Sama dengan Iran, dari Alat Kesehatan hingga Pertukaran Pelajar

Purwikerto-Spektroom : Pemerintah Kabupaten Banyumas menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Republik Islam Iran di sejumlah sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, kebudayaan, hingga olahraga. Penjajakan ini juga mencakup rencana hibah alat kesehatan untuk mendukung pembangunan rumah sakit di Purwokerto serta pembangunan tempat ibadah. Dalam keterangan tertulisnya, Kamis, (15/10/2026), peluang

Bian Pamungkas
BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Sejumlah Perairan di Maluku Utara Masih Berpotensi Terjadi Gelombang Tinggi

BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Sejumlah Perairan di Maluku Utara Masih Berpotensi Terjadi Gelombang Tinggi

Ternate-Spektroom : Sejumlah perairan di wilayah Provinsi Maluku Utara diprediksi masih terjadi gelombang tinggi dipicu angin kencang, yang harus diwaspadai akibat pengaruh angin kencang. BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi pada sebagian besar perairan di Wilayah Maluku Utara dalam empat hari ke depan

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru