Pendaftar UM-PTKIN Tembus 80 Ribu, Rektor UIN Palangka Raya: Kepercayaan Publik Terus Meningkat

Ahmad Dakhoir sebut capaian UM-PTKIN 2026 menjadi bukti kualitas PTKIN semakin diakui masyarakat dan mampu bersaing dengan perguruan tinggi umum

Pendaftar UM-PTKIN Tembus 80 Ribu, Rektor UIN Palangka Raya: Kepercayaan Publik Terus Meningkat
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Sahiron, M.A., saat menyampaikan arahannya. (Foto: Humas UIN PKY)

Tulungagung-Spektroom : Jumlah pendaftar Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) Tahun 2026 menembus angka lebih dari 80 ribu peserta. Capaian ini dinilai menjadi indikator kuat meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang ditawarkan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).

Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Nasional UM-PTKIN yang digelar di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Minggu (7/6/2026), yang dihadiri pimpinan PTKIN dari berbagai daerah, termasuk Rektor UIN Palangka Raya, Prof. Dr. H. Ahmad Dakhoir, M.H.I.

Dalam arahannya, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Kamaruddin Amin, M.A., menegaskan bahwa perguruan tinggi keagamaan Islam harus mampu menjadi penggerak perubahan melalui lahirnya berbagai ide dan inovasi yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.

“Entitas kampus harus menjadi gen changer yang melahirkan ide dan gagasan baru. Tujuan akhirnya adalah memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan bangsa dan penguatan sumber daya manusia Indonesia,” ujarnya.

Kamaruddin menilai tingginya jumlah pendaftar UM-PTKIN tahun ini merupakan bukti bahwa masyarakat semakin menaruh kepercayaan kepada PTKIN sebagai pilihan pendidikan tinggi yang berkualitas.

“Jumlah pendaftar yang menembus angka 80 ribu merupakan evidence bahwa kampus-kampus PTKIN saat ini telah menjadi pilihan utama masyarakat dan mampu bersaing dengan perguruan tinggi umum lainnya,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Sahiron, M.A., mengajak para dosen dan guru besar di lingkungan PTKIN untuk terus memperluas kontribusi akademik kepada masyarakat melalui program-program kolaboratif dan penguatan jejaring keilmuan.

“Dosen dan guru besar harus terus menebarkan pemikiran dan kontribusi akademiknya kepada masyarakat luas melalui program Visiting Professor maupun kolaborasi akademik lainnya,” ungkapnya.

Rapat Nasional UM-PTKIN hadir dari berbagai daerah, termasuk Rektor UIN Palangka Raya, Prof. Dr. H. Ahmad Dakhoir, M.H.I.(Celana putih ujung). (Foto: Humas UIN PKY)

Menanggapi capaian tersebut, Rektor UIN Palangka Raya Prof. Dr. H. Ahmad Dakhoir, M.H.I., menyampaikan apresiasi kepada panitia nasional UM-PTKIN yang telah menyelenggarakan proses seleksi secara profesional dan terukur.

Menurutnya, tingginya animo masyarakat untuk mengikuti UM-PTKIN merupakan hasil dari upaya berkelanjutan seluruh PTKIN dalam meningkatkan kualitas layanan akademik, tata kelola kelembagaan, serta pengembangan berbagai program studi yang relevan dengan kebutuhan zaman.

“Capaian pendaftar UMPTKIN yang sangat tinggi ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin percaya terhadap kualitas pendidikan di PTKIN. Pesan Pak Sekjen mengenai keberhasilan integrasi epistemik dalam perguruan tinggi yang ramah dengan semua bidang ilmu pengetahuan menjadi catatan penting bagi seluruh PTKIN. Inilah kiat sukses UMPTKIN,” ujarnya menanggapi Spektroom Senin, (8/6/2026).

Ahmad Dakhoir menambahkan, PTKIN saat ini tidak lagi dipandang semata sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi telah berkembang menjadi perguruan tinggi yang mengintegrasikan ilmu keislaman dengan sains, teknologi, dan berbagai disiplin ilmu lainnya.

Karena itu, capaian lebih dari 80 ribu pendaftar pada UM-PTKIN 2026 menjadi momentum penting untuk terus memperkuat mutu pendidikan, inovasi akademik, serta kontribusi PTKIN dalam menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul, moderat, dan berdaya saing di tingkat global. (Polin-Metta)

Berita terkait

Transportasi Publik, Kunci Memutus Lingkaran Kemiskinan Mobilitas

Transportasi Publik, Kunci Memutus Lingkaran Kemiskinan Mobilitas

Surakarta – Spektroom: Kemiskinan tidak hanya berkaitan dengan kondisi ekonomi seseorang, tetapi juga erat dengan kemampuan masyarakat untuk bergerak dan mengakses berbagai peluang. Ketika transportasi publik tidak memadai, masyarakat berpenghasilan rendah berisiko semakin sulit menjangkau pekerjaan, pendidikan, layanan kesehatan, hingga pusat aktivitas ekonomi. Menurut akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata Semarang

Ciptati Handayani, Bian Pamungkas
APBD Sawahlunto 2025 Catat Surplus Rp23,9 Miliar dan SILPA Rp49 Miliar

APBD Sawahlunto 2025 Catat Surplus Rp23,9 Miliar dan SILPA Rp49 Miliar

Sawahlunto–Spektroom : Pemerintah Kota Sawahlunto kembali menorehkan prestasi dalam tata kelola keuangan daerah. Dalam rapat paripurna DPRD Kota Sawahlunto, Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra menyampaikan Nota Pengantar Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 yang menunjukkan capaian positif, baik dari sisi pengelolaan keuangan maupun kinerja pembangunan

Riswan Idris, Rafles