Pendampingan Teknis Kampung KB Dilakukan BKKBN Malut di Ternate dan Tidore

Pendampingan Teknis Kampung KB Dilakukan BKKBN Malut di Ternate dan Tidore
Pendampingan Teknis Kampung KB yang dilakukan BKKBN Malut di Ternate dan Tidore (Foto:BKKBN Malut)

Ternate–Spektroom : Tim Kerja Pengendalian Penduduk (Dalduk), Lini Lapangan, dan Audit Kinerja Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Maluku Utara kembali melaksanakan pendampingan teknis terkait pelaporan dan penginputan data Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB).

Di Kecamatan Pulau Ternate, kegiatan pendampingan dilakukan secara langsung kepada PKB/PLKB sebagai upaya meningkatkan kualitas pelaporan di lapangan, Kamis (23/4/2026).

Ketua Tim Kerja Dalduk, Kini Lapangan dan Audit Kinerja Ulfah Magfirah, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis pelaporan, tetapi juga menjadi sarana evaluasi serta penyerapan masukan dari tenaga lini lapangan.
“Pendampingan ini tidak hanya untuk mengetahui kendala teknis terkait pelaporan Kampung KB, tetapi juga sebagai ruang evaluasi dan mendengarkan saran dari PKB/PLKB terkait pelaksanaan program Bangga Kencana di lapangan,” ujar Ulfah.

Sementara itu, Koordinator Balai KB Kecamatan Pulau Ternate, Nurlina, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, pendampingan ini menjadi momentum penting untuk berbagi pengalaman serta meningkatkan pemahaman teknis.

“Kami senang dengan adanya kunjungan ini, karena menjadi kesempatan yang baik untuk saling berbagi dan mendapatkan pemahaman baru terkait pelaksanaan dan pelaporan program di lapangan,” ujar Nurlina.

Kegiatan serupa juga dilaksanakan di Balai Tidore, Kota Tidore Kepulauan. Pendampingan difokuskan pada pencatatan dan penginputan data Kampung KB sebagai upaya peningkatan klasifikasi dari kategori Dasar dan Berkembang menuju Mandiri dan Berkelanjutan.

Koordinator Lapangan Balai Tidore, Syamsudin, menjelaskan bahwa kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai ruang diskusi untuk mengidentifikasi berbagai kendala, khususnya dalam proses penginputan data.

“Pendampingan ini sekaligus menjadi ajang diskusi bersama, apalagi saat ini kami baru saja melakukan rolling wilayah binaan, sehingga dapat bersama-sama melihat kekurangan penginputan pada kelurahan yang masih berada pada klasifikasi dasar,” ucap Syamsudin.

Berita terkait