Penumpang Terus Meningkat, Stasiun Kebumen Kian Strategis Dukung Mobilitas dan Pariwisata

Penumpang Terus Meningkat, Stasiun Kebumen Kian Strategis Dukung Mobilitas dan Pariwisata
Setiap hari terdapat 79 perjalanan kereta api yang berhenti di Stasiun Kebumen.(Foto: Humas KAI Daop 5).

Kebumen-Spektroom: Stasiun Kebumen semakin menunjukkan peran pentingnya sebagai pusat mobilitas masyarakat di wilayah selatan Jawa. Selain menjadi simpul transportasi utama, stasiun yang telah beroperasi sejak tahun 1887 ini juga turut mendukung pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata di Kabupaten Kebumen.

Manager Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, mengatakan Stasiun Kebumen saat ini merupakan stasiun besar kelas C yang melayani aktivitas penumpang setiap hari dengan tingkat mobilitas yang terus meningkat.

Setiap hari terdapat 79 perjalanan kereta api yang berhenti di Stasiun Kebumen. Layanan tersebut menghubungkan masyarakat dengan berbagai kota besar di Pulau Jawa, mulai dari Jakarta, Bandung, Cirebon, Semarang, Yogyakarta, Surabaya hingga Ketapang.

“Hampir seluruh kereta api jarak jauh yang melintas di jalur selatan berhenti di Stasiun Kebumen, sehingga masyarakat memiliki banyak pilihan perjalanan menuju berbagai daerah,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).

Lokasi stasiun yang berada tidak jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Kebumen menjadikannya salah satu penggerak utama aktivitas masyarakat. Keberadaan stasiun ini juga memudahkan akses bagi pelaku usaha, wisatawan, maupun masyarakat umum yang melakukan perjalanan antarkota.

Untuk memberikan layanan yang terjangkau, KAI juga menyediakan sejumlah kereta api bersubsidi atau Public Service Obligation (PSO) yang berhenti di Stasiun Kebumen. Di antaranya KA Bengawan relasi Purwosari–Pasarsenen, KA Kutojaya Selatan tujuan Bandung, serta KA Kahuripan yang melayani perjalanan menuju Bandung hingga sejumlah kota di Jawa Timur seperti Kediri dan Blitar.

“Layanan kereta api PSO menjadi alternatif transportasi yang ekonomis, aman dan nyaman bagi masyarakat,” kata As’ad.

Selain menjadi gerbang transportasi, Stasiun Kebumen juga mendukung sektor pariwisata daerah. Kabupaten Kebumen memiliki berbagai destinasi wisata alam yang banyak diminati wisatawan, seperti Pantai Menganti, Pantai Karangbolong dengan kawasan Sagara View, Goa Jatijajar, hingga Curug Silangit yang dapat dijangkau sekitar 15 menit dari stasiun.

Dari sisi kinerja, jumlah pengguna jasa kereta api di Stasiun Kebumen terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Rata-rata volume penumpang per bulan pada 2023 tercatat sebanyak 46.750 orang. Angka tersebut naik menjadi 52.853 penumpang pada 2024 dan kembali meningkat menjadi 56.323 penumpang pada 2025. Hingga Mei 2026, rata-rata volume penumpang telah mencapai 64.685 orang per bulan.

Peningkatan tersebut menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi kereta api yang dinilai efisien, aman, nyaman, dan tepat waktu.

Berita terkait

DKI Perkuat Pengelolaan Sampah dari Sumber, Pilot Project Digelar di Jagakarsa

DKI Perkuat Pengelolaan Sampah dari Sumber, Pilot Project Digelar di Jagakarsa

Jakarta - Spektroom : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat pengelolaan sampah dari sumber melalui sistem pilah, angkut, dan olah. Kebijakan ini diarahkan agar sampah tidak sekadar dikumpulkan dan dibuang, tetapi dipilah sejak dari rumah untuk kemudian dikelola sesuai jenisnya. Langkah tersebut diwujudkan melalui Pilot Project Pengelolaan Sampah Kolaboratif di RW 06,

Irvan Idris Saleh, Bian Pamungkas
Bazar Green Tourism Festival Raup Omzet Rp191,8 Juta, UMKM Jakarta Timur Ketiban Berkah

Bazar Green Tourism Festival Raup Omzet Rp191,8 Juta, UMKM Jakarta Timur Ketiban Berkah

Jakarta-Spektroom : Gelaran Bazar Green Tourism Festival 2026 tidak hanya menghadirkan hiburan dan kampanye wisata berkelanjutan. Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Wali Kota Jakarta Timur pada 26-27 September 2026 itu juga menjadi ruang promosi dan transaksi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hasilnya cukup menggembirakan. Bazar yang melibatkan

Irvan Idris Saleh, Bian Pamungkas
ссс