Percepatan pelaksanaan APBD 2026 agar Kegiatan Pembangunan tidak terhambat

Percepatan pelaksanaan APBD 2026 agar Kegiatan Pembangunan tidak terhambat
Walikota Pontianak Edi Kamtono Exsekusi APBD 2026 perlu percepatan agar Pelaksanaan Pembangunan tidak Terhambat. Foto : Diskominfo kota Pontianak.

Spektroom – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, menekankan pentingnya percepatan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) agar kegiatan pembangunan tidak terhambat.

Ia berharap mulai tahun 2026, pelaksanaan APBD sudah dapat dieksekusi.

"Paling lambat pada bulan Februari atau Maret 2026," ungkapnya, Kamis (09/10/2025).

Edi menilai, kedisiplinan dalam pelaksanaan anggaran menjadi kunci kelancaran roda pemerintahan.

Menurutnya, keterlambatan dalam perencanaan maupun pelaksanaan akan berdampak panjang, terutama terhadap efisiensi dan daya serap anggaran.

“Penetapan harga satuan bahan dan upah seharusnya sudah selesai pada 1 Januari setiap tahun.

Dinas terkait tidak boleh menunda dengan alasan menunggu surat atau data tambahan,” ujarnya.

Ia mencontohkan, jika hanya terjadi kenaikan kecil pada harga bahan, seperti paku yang naik seribu rupiah, tidak perlu menunggu lama untuk menyesuaikan harga.

Namun, apabila terdapat perubahan signifikan pada komponen utama (major item), maka penyesuaian harus segera dilakukan karena berpengaruh terhadap perhitungan harga dasar.

Edi juga menyoroti pola kerja aparatur yang dinilainya masih belum sistematis.

Banyak pekerjaan administratif tertunda karena menunggu Surat Keputusan (SK), padahal hal itu bisa diselesaikan di level kepala bidang atau sekretaris.

“Tidak perlu menunggu SK untuk proses administrasi rutin, karena pekerjaan tetap harus berjalan,” katanya.

Wali Kota mengajak seluruh jajaran perangkat daerah untuk mengubah pola pikir dan bekerja dengan semangat baru.

“Bekerjalah dengan gerak cepat, tepat, akurat, dan selalu mau belajar serta berkomunikasi.

Jika ada yang tidak jelas, tanyakan. Jika ragu, konsultasikan. Dan jika merasa tidak mampu menjalankan tugas, lebih baik mundur agar posisi dapat diisi oleh yang siap bekerja,” pungkasnya.

Berita terkait

Hadapi Ancaman El Nino, Pemkot Ambon Siapkan Droping Air ke Wilayah Rawan Kekeringan

Hadapi Ancaman El Nino, Pemkot Ambon Siapkan Droping Air ke Wilayah Rawan Kekeringan

Ambon-Spektroom : Pemerintah Kota Ambon meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi kekeringan akibat fenomena El Nino yang diperkirakan dapat menurunkan debit air di sejumlah wilayah Kota Ambon. Langkah antisipasi telah disiapkan, mulai dari pemetaan daerah rawan hingga rencana droping air bersih secara gratis kepada masyarakat. Hal itu disampaikan Wali Kota Ambon, Bodewin M.

Eva Moenandar, Julianto
Dosen Pendidikan Sosiologi Unimerz Makassar hadiri Rakernas APPSANTI 2026,rumuskan Kompetensi Lulusan Nasional

Dosen Pendidikan Sosiologi Unimerz Makassar hadiri Rakernas APPSANTI 2026,rumuskan Kompetensi Lulusan Nasional

Makassar - Spektroom :Delegasi dosen Program Studi S1 Pendidikan Sosiologi Universitas Megarezky (Unimerz) turut berpartisipasi dalam Rapat Kerja Nasional Asosiasi Program Studi Pendidikan Sosiologi dan Antropologi Indonesia APPSANTI 2026 yang dirangkaikan dengan Carvenos 2026. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan FKIP Universitas Sebelas Maret UNS, Surakarta, 31

Yahya Patta, Bian Pamungkas
Prof. Dr. Mahfud Nurnajamudin: APBN Terlihat Sehat, Tapi Cadangan Negara Terus Menipis

Prof. Dr. Mahfud Nurnajamudin: APBN Terlihat Sehat, Tapi Cadangan Negara Terus Menipis

Makassar- Spektroom. : Di tengah optimisme pemerintah terhadap kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), muncul catatan yang dinilai tidak boleh diabaikan. Penyusutan Saldo Anggaran Lebih (SAL) dan anjloknya kas pemerintah pusat dinilai menjadi sinyal bahwa ketahanan fiskal Indonesia sedang menghadapi ujian. Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muslim Indonesia

Yahya Patta, Buang Supeno
ссс