Peringati Hari Jadi ke-241, Wako Ramlan: Kota Bukittinggi Punya Sejarah Panjang dan Berlapis
Spektroom - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bukittinggi menggelar Rapat Paripurna dalam rangka Peringatan Hari Jadi Kota Bukittinggi ke-241 Tahun 2025, Senin (22/12/2025) di Balai Sidang Bung Hatta.
Rapat Paripurna ini dibuka oleh Ketua DPRD Kota Bukittinggi, H. Syaiful Efendi, Lc., M.A., yang diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan lagu Indonesia Raya.
Rapat Paripurna Peringatan Hari Jadi Kota Bukittinggi ke-241 Tahun 2025ditu dihadiri oleh Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Asisten 3, Walikota dan Wakil Walikota Bukittinggi, anggota DPR RI, DPRD Provinsi Sumatera Barat, Forkopimda, dan undangan lainnya
Dalam sambutannya, Ketua DPRD Kota Bukittinggi, Syaiful Efendi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kota Bukittinggi atas keberhasilan dan prestasi yang telah diraih.
"Apa yang kita lihat hari ini adalah hasil maksimal yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Bukittinggi," katanya.
Rapat Paripurna ini juga diisi dengan pembacaan kronologis Hari Jadi Kota Bukittinggi oleh Wakil Ketua DPRD Kota Bukittinggi Zulhamdi Nova Candra, sambutan tokoh masyarakat disampaikan RGS Datuak Rajo Endah, Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, dan Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Asisten 3, Medi Iswandi, ST, MT.
Pucuak Bulek Suku Tanjuang Nagari Kurai Limo Jorong, RGS Datuak Rajo Endah sebagai tokoh masyarakat, menyampaikan sambutan dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Bukittinggi, menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai adat dan budaya dalam menghadapi perkembangan kota yang semakin kosmopolitan.
Datuak Rajo Endah juga menyampaikan bahwa sebagai masyarakat adat, perlu dilakukan langkah-langkah strategis untuk menjaga kehidupan yang berperadaban. "Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah" harus menjadi pedoman dalam menghadapi perubahan zaman.
Wali Kota Bukittinggi, M. Ramlan Nurmatias menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Bukittinggi,
"Kota Bukittinggi memiliki sejarah yang cukup panjang dan berlapis, dari awal masa terbentuknya, kemudian masa perjuangan kemerdekaan melawan penjajahan kolonial Belanda dan pendudukan Jepang, serta masa pascakemerdekaan Republik Indonesia," katanya.
Ramlan Nurmatias juga menjelaskan bahwa kota Bukittinggi pernah menjadi pusat pemerintahan Jepang untuk wilayah Sumatera sampai Singapura dan Thailand. "Jepang meninggalkan sebuah bangunan monumental di Bukittinggi, yaitu sebuah lobang perlindungan sekaligus pertahanan militer, yang kemudian dikenal dengan sebutan Lobang Jepang," ujarnya.
Kota Bukittinggi juga memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, yaitu sebagai ibu kota Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) pada tahun 1948.
"Ini bukti bahwa kota Bukittinggi diakui memiliki peran penting dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia," kata Ramlan Nurmatias.
Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Asisten 3 Gubernur Sumatera Barat Medi Iswandi menyampaikan bahwa peringatan Hari Jadi Kota Bukittinggi ke-241 ini merupakan momentum untuk meningkatkan semangat dan komitmen dalam membangun Sumatera Barat. "Kita harus terus berinovasi dan berkolaborasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Dengan ditutupnya Rapat Paripurna ini, diharapkan masyarakat Bukittinggi dapat terus bersemangat dan berkolaborasi dalam membangun kota. (RRE/Rt.Rz.In)