Petugas Pemadam Kebakaran Gerak Cepat Padamkan Api Pasar Rambipuji

Petugas Pemadam Kebakaran Gerak Cepat Padamkan Api Pasar Rambipuji
Pasar Rambipuji Jember terbakar (foto : Suyanto)

SPEKTROOM - Sekitar pukul 22.00 Wib pada Senin,11/08/25 malam salah satu Los Pasar Rambipuji kabupaten Jember, yang dihuni atau di tempati oleh 6 (enam) pedagang terbakar.

Kebakaran Pasar Rambipuji senin malam tersebut mengundang reaksi para pedagang dan warga sekitar pasar dan petugas jaga malam (Waker) serta petugas pasar untuk saling membantu menghubungi pihak Damkar dan para pemilik kios agar petugas Pemadam Kebakaran (DAMKAR) yang keberadaannya tidak terlalu jauh dari Pasar Rambipuji yakni di Kantor Kecamatan Rambipuji Jember yang jaraknya hanya sekitar 50 meter, bisa cepat memadamkan api.

Pemadam Kebakaran memadamkan Pasar Rambipuji yang terbakar (foto : Suyanto)

Kronologis terjadinya kebakaran, menurut Mantri pasar Rambipuji SLAMET.SH ketika dihubungi Spektroom melalui Tilpon Selulernya pada Selasa Pagi menyatakan, dugaan sementara penyebab kebakaran adalah sambungan arus pendek listrik.

"Hasil penyelidikan sementara yang dilakukan oleh petugas dari Polres Jember, Dugaan sementara masih dari akibat sambungan arus pendek atau korsleting Listrik yang dipakai oleh salah satu pedagang hingga mengakibatkan Los Pasar Rambipuji terbakar" ujar Slamet.

Tim Damkar, para pedagang,dan masyarakat membersihkan pu8ing-puing akibat kebakaran (foto : Suyanto)

Lebih lanjut Mantri Pasar Rambipuji Jember Slamet.SH mengatakan, Kebakaran Los pasar yang terjadi pada salah satu kios yang di huni oleh 6 pedagang tidak terlalu lama, akhirnya los pasar yang terbakar sekitar pukul 23.00 Wib api sudah bisa dipadamkan, sehingga api atau si jago merah tidak sampai menjalar ke kios atau ke Los pasar yang lain.

"Kami masih beruntung dengan sigap dan gerak cepat dari Pemadam Kebakaran (DAMKAR) yang dibantu oleh para Pedagang dan masyarakat sekitar lokasi pasar, si jago merah cepat dipadamkan" ujar Slamet.

Akibat terjadinya kebakaran dari salah satu Los pasar pada Senin malam tersebut, tidak ada korban jiwa, hanya saja terjadi kerugian material dari para pedagang yang mendapat musibah kebakaran sekitar 65 jutaan rupiah.

"Diharapkan para pedagang bisa bersabar dan untuk sementara para pedagang yang kiosnya terbakar masih kita evakuasi ke tempat lain agar bisa berjualan lagi, namun untuk sementara ini satu dua hari masih belum bisa berjualan" pungkasnya.

Mantri Pasar Rambipuji Jember Slamet.SH. tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada semua pihak terutama pada Tiem Damkar, para pedagang,dan masyarakat sekitar pasar yang ikut serta membantu memadamkan api pada senin malam tersebut, Sehingga tidak terlalu lama api cepat di padamkan. (Suyanto)

Berita terkait

GreenMu Dorong Sampah Bernilai Ekonomi, Bupati Banyumas Dukung Gerakan Zero Waste to Money

GreenMu Dorong Sampah Bernilai Ekonomi, Bupati Banyumas Dukung Gerakan Zero Waste to Money

Banyumas-Spektroom :Pengelolaan sampah di Kabupaten Banyumas terus diarahkan tidak sekadar untuk mengurangi beban lingkungan, tetapi juga menjadi sumber nilai ekonomi bagi masyarakat. Arah tersebut mendapat dukungan Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono melalui gerakan Green Movement Muhammadiyah (GreenMu). Dukungan itu disampaikan Sadewo saat menghadiri pengukuhan Satgas GreenMu yang dihadiri Wakil Menteri

Bian Pamungkas
Pemkab Pasaman Barat-OJK Bangun Ekosistem Pembiayaan Komoditas Jagung

Pemkab Pasaman Barat-OJK Bangun Ekosistem Pembiayaan Komoditas Jagung

Pasaman Barat–Spektroom : Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat ekosistem pembiayaan komoditas jagung melalui Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED). Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama yang melibatkan pemerintah daerah, perbankan, PNM, Jamkrida, BPJS Ketenagakerjaan, kelompok tani, dan Perum Bulog di Auditorium Kantor

Rafles
Hadiri Dies Natalis Unila, Gubernur Mirza Paparkan Lampung Sebagai Lumbung Pangan Strategis Nasional

Hadiri Dies Natalis Unila, Gubernur Mirza Paparkan Lampung Sebagai Lumbung Pangan Strategis Nasional

Bandarlampung - Spektroom: Sejak berdiri pada 23 September 1965, Universitas Lampung (Unila) telah menempuh perjalanan panjang, dari perguruan tinggi yang lahir dari cita-cita masyarakat Lampung, menjadi universitas yang terus memperkuat kualitas pendidikan, penelitian, pengabdian, tata kelola, serta kontribusinya di tingkat daerah nasional maupun di internasional. Angka 61, bukan sekedar angka

Anggoro AP
ссс