Pical Tek Hel, Sepiring Kenangan yang Menyatukan Dua Generasi di Perbatasan Kubang-Silungkang

Pical Tek Hel, Sepiring Kenangan yang Menyatukan Dua Generasi di Perbatasan Kubang-Silungkang
Pical Tek Hel, Sepiring Kenangan yang Menyatukan Dua Generasi di Perbatasan Kubang-Silungkang (Foto design: Riswan/Spektroom)

Sawahlunto–Spektroom : Di tengah laju zaman yang membuat banyak usaha kuliner lahir dan tenggelam silih berganti, ada satu warung sederhana di Dusun Balai Tongah, Desa Pasar Kubang, yang tetap berdiri dengan caranya sendiri. Tidak megah, tidak ramai promosi di media sosial, bahkan nyaris tanpa papan nama yang mencolok. Namun siapa pun yang tumbuh di Kubang dan Silungkang hampir pasti mengenalnya.

Namanya Warung Tek Hel.

Sejak 1979, tungku di warung ini hampir tak pernah benar-benar berhenti mengepul. Selama lebih dari empat dekade, tangan yang sama terus meracik sepiring pical dengan resep yang nyaris tak berubah. Tek Hel memilih setia pada cita rasa yang telah dibangunnya sejak muda-sebuah keputusan sederhana yang justru membuat warung ini bertahan melintasi zaman.

Bagi pelanggan, pical di sini bukan sekadar makanan. Ia adalah rasa yang menghidupkan kembali kenangan masa kecil.

Kuah bumbu kacangnya kental dengan gurih yang dalam, pedasnya terasa hangat, sementara sentuhan asamnya hadir pas di ujung lidah. Tidak berlebihan, tetapi cukup untuk membuat siapa pun ingin kembali.

Mungkin itulah sebabnya warung ini tak pernah sepi dari cerita.

Dulu, anak-anak sekolah datang membawa uang jajan seadanya. Kini mereka telah menjadi orang tua, bahkan kakek dan nenek. Saat pulang kampung, mereka kembali duduk di bangku yang sama, lalu memperkenalkan rasa yang pernah menemani masa kecil mereka kepada anak-anaknya.

Di Warung Tek Hel, waktu seolah berjalan lebih lambat. Generasi berganti, tetapi sepiring pical tetap menjadi penghubung yang tak lekang oleh usia.

Tidak ada strategi pemasaran yang rumit. Tidak ada menu viral yang berganti setiap bulan. Yang dipertahankan hanya satu hal: kejujuran pada rasa.

Barangkali itulah alasan mengapa Warung Tek Hel masih bertahan hingga hari ini. Di saat banyak kuliner mengejar sensasi, Tek Hel memilih menjaga konsistensi. Dan ternyata, konsistensi memiliki umur yang jauh lebih panjang daripada tren.

Bagi siapa saja yang berkunjung ke Sawahlunto, Warung Tek Hel layak menjadi salah satu tujuan kuliner yang tak boleh dilewatkan. Bukan semata-mata karena kelezatan picalnya, melainkan karena setiap suapan menyimpan cerita tentang ketekunan, kesederhanaan, dan warisan rasa yang terus hidup selama lebih dari 47 tahun.

Warung ini mengajarkan bahwa makanan terbaik bukan selalu yang paling mewah. Kadang, ia hanya lahir dari resep lama, tangan yang setia memasak, dan pelanggan yang tak pernah lupa jalan pulang.

Warung Tek Hel
📍 Dusun Balai Tongah, Desa Pasar Kubang, perbatasan Kubang–Silungkang, Kota Sawahlunto
🗓 Berdiri sejak 1979
🕖 Buka setiap hari pukul 07.00–16.00 WIB
🍽 Menu andalan: Pical Legendaris Racikan Tek Hel

Sebelum pukul empat sore, mampirlah. Karena ada rasa-rasa yang tak cukup hanya didengar ceritanya—ia harus dinikmati langsung, selagi tungku tua itu masih hangat menyala. (Ris1)

Berita terkait

Warga Kapuas Hadapi Kemarau Panjang, Gubernur Agustiar Datang Membawa Bantuan dan Air Bersih

Warga Kapuas Hadapi Kemarau Panjang, Gubernur Agustiar Datang Membawa Bantuan dan Air Bersih

Palangka Raya–Spektroom : Ketika kemarau berlangsung panjang dan kebakaran lahan terus membayangi, kebutuhan warga bukan hanya soal menjaga lingkungan, tetapi juga memastikan kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi. Di tengah kondisi tersebut, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran datang langsung membawa bantuan bagi masyarakat Kabupaten Kapuas. Bantuan disalurkan di sejumlah titik di Kabupaten

Polin, Julianto
Jembatan Baru, Harapan Baru Warga Lipat Gunting di Pedalaman Ketapang

Jembatan Baru, Harapan Baru Warga Lipat Gunting di Pedalaman Ketapang

Ketapang-Spektroom: Bagi warga Dusun Lipat Gunting, Desa Suak Burung, Kecamatan Manis Mata, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, sebuah jembatan bukan sekadar bangunan yang menghubungkan dua sisi wilayah. Jembatan Gantung Lipat Gunting kini menjadi penghubung aktivitas sehari-hari sekaligus membuka harapan baru bagi masyarakat yang selama ini membutuhkan akses lebih mudah untuk menjalankan

Apolonius Welly, Rafles
Wawako Jeffry: Sawahlunto Punya Hektaran Lahan Nganggur Siap Jadi Kampus Raksasa Operator Excavator Bersertifikat!

Wawako Jeffry: Sawahlunto Punya Hektaran Lahan Nganggur Siap Jadi Kampus Raksasa Operator Excavator Bersertifikat!

Sawahlunto-Spektroom : Wakil Wali Kota Sawahlunto Jeffry Hibatullah mendampingi Menteri Ketenagakerjaan RI Prof. Yassierly meninjau Satuan Pelayanan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Satpel PVP) Sawahlunto di Parambahan, Kecamatan Talawi, Sabtu (26/9/2026). Kunjungan tersebut fokus pada penguatan fasilitas pelatihan vokasi untuk menyiapkan tenaga kerja terampil dan bersertifikat yang siap bersaing di

Riswan Idris, Rafles
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad: Penguasaan Kelas dan Materi adalah Kunci dalam Mengajar

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad: Penguasaan Kelas dan Materi adalah Kunci dalam Mengajar

Batam–Spektroom : Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mendorong guru Al-Qur’an terus meningkatkan kompetensi dan kreativitas dalam mengajar agar mampu mengikuti perkembangan zaman. Menurutnya, penguasaan kelas, pemahaman psikologi peserta didik, serta kemampuan memanfaatkan teknologi menjadi bagian penting dalam menciptakan pembelajaran yang menarik dan inklusif. Hal itu ditegaskan Amsakar ketika membuka

Desmawati, Rafles