Trending

PLN UIP JBB Capai Final Milestone Stringing Section 5 SUTET 500 kV Looping Jakarta Priok-Muara Tawar-Bekasi

PLN UIP JBB Capai Final Milestone Stringing Section 5 SUTET 500 kV Looping Jakarta Priok-Muara Tawar-Bekasi
Unit Pelaksana Proyek Jawa Bagian Barat 3 (UPP JBB 3) berhasil mencapai final milestone stringing Section 5 pada proyek SUTET 500 kV Looping Jakarta Priok–Muara Tawar–Bekasi. (Foto: IIS/Spektroom).

Bekasi – Spektroom : PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat (UIP JBB) melalui Unit Pelaksana Proyek Jawa Bagian Barat 3 (UPP JBB 3) berhasil menyelesaikan final milestone stringing Section 5 pada proyek Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kV Looping Jakarta Priok–Muara Tawar–Bekasi. Pencapaian ini menjadi salah satu tahapan penting dalam memperkuat sistem transmisi listrik Jakarta dan sekitarnya.

Manager PLN UPP JBB 3, Kasirun, mengungkapkan penyelesaian pekerjaan tersebut menandai kemajuan pembangunan jaringan transmisi bertegangan 500 kilovolt yang dirancang untuk mendukung keandalan penyaluran daya ke pusat-pusat kebutuhan listrik, termasuk kawasan Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Bekasi, Jawa Barat.

"Pencapaian ini merupakan hasil kerja sama, dedikasi, dan komitmen seluruh tim serta mitra kerja yang terlibat dalam pelaksanaan proyek. Kami mengapresiasi seluruh tim dan mitra kerja yang telah berkontribusi dalam menyelesaikan tahapan pekerjaan ini dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan kualitas pekerjaan,” ujarnya, dalam keterangan tertulis, Rabu (28/10/2026).

Menurut Kasirun, PLN akan terus mengawal penyelesaian setiap tahapan proyek agar memenuhi standar mutu, persyaratan teknis, serta target yang telah ditetapkan. Setelah pekerjaan stringing, masih terdapat tahapan lanjutan yang harus dipastikan selesai sebelum jaringan dinyatakan siap beroperasi.

"Keberadaan jaringan transmisi 500 kV ini diharapkan dapat meningkatkan fleksibilitas penyaluran daya, memperkuat stabilitas sistem kelistrikan, serta membantu menjaga keandalan pasokan ketika terjadi gangguan maupun pemeliharaan pada bagian jaringan tertentu," imbuhnya.

Ia, menegaskan, penguatan infrastruktur tersebut juga penting untuk memenuhi kebutuhan listrik kawasan perkotaan dan industri yang terus berkembang. Pasokan listrik yang andal menjadi salah satu faktor pendukung kelancaran aktivitas masyarakat, operasional usaha, dan pertumbuhan ekonomi di Jakarta, Bekasi, serta wilayah Jawa Bagian Barat.

Executive Vice President Panas Bumi yang juga Pelaksana Harian (PLH) General Manager PLN UIP JBB, John Y.S. Rembet, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur transmisi strategis merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional.

“Penguatan jaringan transmisi 500 kV melalui proyek Looping Jakarta merupakan langkah strategis untuk meningkatkan keandalan dan keamanan pasokan listrik, khususnya di wilayah DKI Jakarta, Bekasi, dan sistem kelistrikan Jawa Bagian Barat,” ungkapnya.

Ia, menjelaskan, jaringan transmisi yang lebih kuat dan fleksibel diharapkan meningkatkan kemampuan sistem dalam menyalurkan daya sekaligus mengoptimalkan operasi kelistrikan. Infrastruktur ini juga mendukung penguatan sektor energi sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan daya saing nasional.

"Melalui pencapaian final milestone stringing Section 5, PLN UIP JBB bersama PLN UPP JBB 3 berkomitmen melanjutkan pembangunan dengan mengutamakan keselamatan kerja, kualitas konstruksi, dan pemenuhan seluruh persyaratan teknis. Dengan demikian, proyek tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap keandalan pasokan listrik secara aman dan berkelanjutan," tandasnya.

Berita terkait

Walikota Ambon Tekankan: PKK Tak Boleh Sekadar Seremonial, Program Harus Tepat Sasaran

Walikota Ambon Tekankan: PKK Tak Boleh Sekadar Seremonial, Program Harus Tepat Sasaran

Ambon-Spektroom : Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena menegaskan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) harus hadir menjawab persoalan masyarakat, bukan sekadar menjalankan kegiatan seremonial. Sinergi dengan Pemerintah daerah menjadi kunci agar program pemberdayaan keluarga berdampak nyata, termasuk dalam penanganan stunting dan peningkatan kesejahteraan warga. Penegasan itu disampaikan

Eva Moenandar, Rafles