PMI Palangka Raya Salurkan Air Bersih Selama 30 Hari, Sasar Lima Kelurahan
Palangka Raya-Spektroom: Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Palangka Raya menyalurkan air bersih selama 30 hari untuk membantu warga terdampak kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Program ini menyasar lima kelurahan, melalui distribusi air menggunakan truk tangki dan pemanfaatan sumur bor PMI yang dapat diakses masyarakat secara gratis.
Wakil Ketua Bidang Relawan sekaligus Koordinator Lapangan PMI Kota Palangka Raya, Wahyu Akbar, mengatakan program tersebut merupakan hasil kolaborasi PMI dengan Kitabisa, didukung penggalangan dana @kawanpuan.id dan ribuan Orang Baik.
Pada hari pertama, Senin (26/10/2026), PMI menyalurkan 4.000 liter air bersih kepada 60 kepala keluarga atau 239 jiwa di Kelurahan Bereng Bengkel, Kecamatan Sabangau.
“Distribusi ini diharapkan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih di tengah kondisi kekeringan,” ujar Wahyu, Selasa (27/10/2026).
Selain distribusi langsung, warga dapat mengambil air dari sumur bor PMI untuk kebutuhan rumah tangga. Air tersebut tidak boleh diperjualbelikan.

Lurah Bereng Bengkel, Riadi, mengapresiasi bantuan PMI yang kembali hadir membantu masyarakat menghadapi dampak karhutla.
“Kami sampaikan terima kasih kepada PMI Kota Palangka Raya yang hadir di tengah kami saat mengalami bencana dampak karhutla tahun ini. PMI membantu kami, salah satunya melalui distribusi air bersih,” ungkapnya.
Kualitas Air dan Edukasi Warga
Wahyu menegaskan, pelayanan air bersih tidak hanya berfokus pada jumlah distribusi, tetapi juga pemantauan kualitas air dan edukasi penggunaannya.
Petugas melakukan pemeriksaan pH serta karakteristik fisik air, seperti warna, bau, dan kejernihan. Relawan juga mengedukasi warga agar menjaga kebersihan wadah penampungan, menyimpan air dalam kondisi tertutup, serta mencegah kontaminasi.
PMI mengingatkan bahwa pemeriksaan pH dan kondisi fisik saja belum cukup untuk memastikan air aman diminum. Karena itu, warga perlu membedakan air untuk kebutuhan rumah tangga dengan air yang telah memenuhi persyaratan sebagai air minum.
Ketua PMI Kota Palangka Raya, Avina Fairid Naparin, mengapresiasi seluruh pihak yang mendukung program kemanusiaan tersebut.
Melalui distribusi air, akses sumur bor, dan edukasi kebersihan, PMI berharap warga di lima kelurahan dapat memperoleh air lebih mudah selama masa kekeringan dan menghadapi dampak karhutla.. (Polin)