Pontianak Mulai Berwarna Merah, Suasana Imlek Terasa Meski Masih 20 Hari Lagi

Pontianak Mulai Berwarna Merah, Suasana Imlek Terasa Meski Masih 20 Hari Lagi
Inilah salah satu Supermarket dibilangan jalan Doktor Sutomo Pontianak yang mulai memajang pernak pernik Imlek. (Foto: Apolo/Spektroom)

Spektroom - Kendati Hari Raya Imlek masih sekitar 20 hari lagi, denyut perayaannya mulai terasa di Kota Pontianak.

Lampion merah telah bergelantungan di berbagai sudut kota, sementara ornamen khas seperti pohon mei hua mulai menghiasi pusat perbelanjaan, hotel, supermarket, hingga kawasan strategis lainnya.

Nuansa merah dan emas perlahan membangun atmosfer khas yang selalu menjadi penanda datangnya Tahun Baru Imlek di kota yang dikenal sebagai salah satu pusat komunitas Tionghoa terbesar di Indonesia itu.

Sudut lain pernak pernik implek yg sudah terpasang. (Foto : Apolo/Spektroom)

Pontianak memang memiliki relasi historis dan kultural yang erat dengan tradisi Tionghoa.

Bagi masyarakatnya, Imlek bukan sekadar perayaan seremonial tahunan, melainkan identitas yang hidup dan terus dirawat dari generasi ke generasi.

Tak heran jika para pelaku usaha, pedagang, hingga pengelola ruang publik mulai lebih awal mempersiapkan dekorasi, sebagai bentuk penghormatan sekaligus upaya menjaga ciri khas kota setiap memasuki tahun baru lunar.

Tokoh masyarakat Tionghoa Pontianak, Ko Ashin, menjelaskan bahwa berdasarkan perhitungan kalender lunar Tiongkok, Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026.

Penentuan tanggal ini mengikuti fase bulan baru kedua setelah titik balik matahari musim dingin, sehingga tanggal Imlek selalu berubah setiap tahun dalam kalender Masehi.

“Bagi masyarakat Tionghoa, Imlek bukan hanya pergantian angka tahun. Ini adalah momentum spiritual untuk membersihkan nasib buruk dari tahun sebelumnya dan menyambut keberuntungan baru,” ujarnya kepada Spektroom.

Nilai refleksi, harapan, dan kebersamaan keluarga menjadi inti dari perayaan tersebut.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa sekitar 31,8 persen penduduk Kota Pontianak merupakan etnis Tionghoa.

Komunitas ini menjadi kelompok etnis terbesar kedua setelah Melayu, dengan jumlah yang signifikan dan peran penting dalam dinamika ekonomi serta sosial kota.

Dominasi di sektor perdagangan dan jasa turut membuat suasana Imlek terasa semakin kuat di ruang-ruang publik.

Di tingkat nasional, pemerintah telah menetapkan Imlek sebagai bagian dari kalender resmi hari libur.

Melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri, Selasa, 17 Februari 2026, ditetapkan sebagai Hari Libur Nasional, disusul Cuti Bersama pada Senin, 16 Februari 2026.

Kebijakan ini menciptakan libur panjang selama empat hari, dari Sabtu, 14 Februari hingga Selasa, 17 Februari 2026.

Momentum libur panjang ini diprediksi akan dimanfaatkan masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga besar maupun melakukan perjalanan wisata.

Bagi Pontianak, Imlek bukan hanya perayaan budaya, tetapi juga penggerak aktivitas ekonomi dan pariwisata yang selalu dinanti setiap tahunnya.

Berita terkait

Pemkot Jayapura Bekali Pengetahuan Pelaku UMKM Dengan Pelatihan Teknologi Digital

Pemkot Jayapura Bekali Pengetahuan Pelaku UMKM Dengan Pelatihan Teknologi Digital

Jayapura-Spektroom : Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM setempat membekali pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki kekerampilan mengusai teknologi digital untuk meningkatkan daya saing produk dalam dunia usaha. Asisten II Bidang Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Jayapura Abdul Majid mengatakan peningkatan kesejahteraan

Anthonius Teniwut, Julianto
Mengais Rejeki  Dihari Kemerdekaan RI: Pedagang Musimam di Mimika Jual Atribut Merah Putih

Mengais Rejeki Dihari Kemerdekaan RI: Pedagang Musimam di Mimika Jual Atribut Merah Putih

Mimika-Spektroom : Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026, para pedagang musiman atribut Merah Putih mulai bermunculan dan membuka lapak di pinggir jalan utama di berbagai kota untuk menawarkan bendera, umbul-umbul serta berbagai perhiasan lainnya. Gunawan salah satunya, pedagang pernak pernik hari kemerdekaan juga bendera Merah Putih,

Anthonius Teniwut, Julianto
Dari Kemudahan Izin Menuju Peluang Kerja, Kalteng Tembus 10 Besar Nasional Layanan Investasi

Dari Kemudahan Izin Menuju Peluang Kerja, Kalteng Tembus 10 Besar Nasional Layanan Investasi

Palangka Raya-Spektroom : Di balik proses perizinan yang semakin cepat dan mudah, terbuka harapan baru bagi tumbuhnya investasi, lahirnya lapangan kerja, dan bergeraknya roda perekonomian daerah. Upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam membenahi pelayanan publik kini membuahkan pengakuan di tingkat nasional. Berdasarkan Keputusan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM RI Nomor

Polin, Julianto
ссс