Prof Dr. H. La Ode Husen: Tindakan Tembak di Tempat Harus Berdasar Hukum dan Prinsip HAM

Prof Dr. H. La Ode Husen: Tindakan Tembak di Tempat Harus Berdasar Hukum dan Prinsip HAM
Direktur Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia, Prof. Dr. H. La Ode Husen, (foto: ist)

Makassar-Speitroom: Direktur Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia, Prof. Dr. H. La Ode Husen, menegaskan bahwa tindakan “tembak di tempat” terhadap pelaku kejahatan merupakan kewenangan yang diberikan negara kepada aparat kepolisian, namun pelaksanaannya harus berdasarkan hukum dan tetap menjunjung tinggi prinsip Hak Asasi Manusia (HAM).


Menurut Prof. La Ode Husen, kewenangan penggunaan senjata api oleh polisi bukanlah bentuk kekuasaan absolut, melainkan tindakan hukum yang diatur secara ketat melalui peraturan perundang-undangan dan tata laksana kepolisian.


“Perintah tembak di tempat pada prinsipnya adalah amanat undang-undang dalam situasi tertentu untuk melindungi masyarakat dan menegakkan hukum. Tetapi tindakan itu wajib dilakukan secara terukur, profesional, dan menghormati HAM,” tegasnya di Makassar.


Ia menjelaskan, dasar hukum penggunaan kekuatan oleh aparat kepolisian diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. Regulasi tersebut memberikan kewenangan kepada polisi untuk bertindak berdasarkan diskresi demi kepentingan umum.


Selain itu, terdapat Peraturan Kapolri Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian yang menjadi pedoman utama dalam penggunaan kekuatan, mulai dari kendali lisan hingga penggunaan senjata api.


Prof. La Ode Husen juga menyoroti Perkap Nomor 8 Tahun 2009 tentang Implementasi Prinsip dan Standar HAM dalam Penyelenggaraan Tugas Polri. Menurutnya, aturan tersebut menjadi rambu penting agar tindakan aparat tidak keluar dari koridor hukum.


Dalam analisisnya, penggunaan senjata api merupakan tahap terakhir dalam eskalasi penggunaan kekuatan kepolisian. Karena itu, tindakan penembakan hanya dibenarkan apabila situasi benar-benar membahayakan keselamatan masyarakat atau petugas dan tidak ada alternatif lain yang efektif.


Ia menyebut terdapat empat prinsip utama yang wajib menjadi dasar aparat dalam melakukan tindakan tegas, yakni asas legalitas, necessity atau keperluan, proporsionalitas, dan akuntabilitas.


“Asas legalitas berarti tindakan aparat harus memiliki dasar hukum yang jelas. Asas necessity menegaskan penggunaan senjata api hanya boleh dilakukan dalam keadaan mendesak,” ujarnya.


Sementara itu, asas proporsionalitas mengharuskan kekuatan yang digunakan polisi seimbang dengan ancaman yang dihadapi. Jika pelaku sudah menyerah atau ancaman dapat dikendalikan tanpa senjata api, maka tindakan penembakan tidak dapat dibenarkan.


Prof. La Ode Husen menambahkan, setiap penggunaan senjata api oleh aparat harus dapat dipertanggungjawabkan secara hukum, etik, dan kedinasan. Karena itu, setiap tindakan penembakan wajib dilaporkan dan dievaluasi sesuai mekanisme internal kepolisian.


Menurutnya, ketegasan aparat sangat penting dalam menghadapi tindak kriminal yang membahayakan masyarakat. Namun, ketegasan tersebut harus tetap berada dalam bingkai negara hukum dan penghormatan terhadap HAM.


“Polisi memang diberi kewenangan untuk bertindak tegas terhadap pelaku kejahatan berbahaya. Tetapi profesionalisme aparat diukur dari kemampuannya menegakkan hukum tanpa melanggar hak asasi manusia,” pungkasnya.

Berita terkait

Pemkot Jayapura Bekali Pengetahuan Pelaku UMKM Dengan Pelatihan Teknologi Digital

Pemkot Jayapura Bekali Pengetahuan Pelaku UMKM Dengan Pelatihan Teknologi Digital

Jayapura-Spektroom : Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM setempat membekali pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki kekerampilan mengusai teknologi digital untuk meningkatkan daya saing produk dalam dunia usaha. Asisten II Bidang Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Jayapura Abdul Majid mengatakan peningkatan kesejahteraan

Anthonius Teniwut, Julianto
Mengais Rejeki  Dihari Kemerdekaan RI: Pedagang Musimam di Mimika Jual Atribut Merah Putih

Mengais Rejeki Dihari Kemerdekaan RI: Pedagang Musimam di Mimika Jual Atribut Merah Putih

Mimika-Spektroom : Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026, para pedagang musiman atribut Merah Putih mulai bermunculan dan membuka lapak di pinggir jalan utama di berbagai kota untuk menawarkan bendera, umbul-umbul serta berbagai perhiasan lainnya. Gunawan salah satunya, pedagang pernak pernik hari kemerdekaan juga bendera Merah Putih,

Anthonius Teniwut, Julianto
Dari Kemudahan Izin Menuju Peluang Kerja, Kalteng Tembus 10 Besar Nasional Layanan Investasi

Dari Kemudahan Izin Menuju Peluang Kerja, Kalteng Tembus 10 Besar Nasional Layanan Investasi

Palangka Raya-Spektroom : Di balik proses perizinan yang semakin cepat dan mudah, terbuka harapan baru bagi tumbuhnya investasi, lahirnya lapangan kerja, dan bergeraknya roda perekonomian daerah. Upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam membenahi pelayanan publik kini membuahkan pengakuan di tingkat nasional. Berdasarkan Keputusan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM RI Nomor

Polin, Julianto
ссс