QRIS Jelajah Budaya Indonesia, Memasuki Babak Final Diikuti 42 peserta dari 14 KPw BI se-Jawa

QRIS Jelajah Budaya Indonesia, Memasuki Babak Final Diikuti 42 peserta dari 14 KPw BI se-Jawa
Peserta QJI se Jawa dilepas dari Taman Lumbini, Borobudur, Magelang, (Foto ; Ning Biantoro)

Spektroom – QRIS Jelajah Budaya Indonesia (QJI) Wilayah Jawa 2025 memasuki babak final dan resmi digelar pada 2-4 Oktober 2025. Ajang ini dimulai dari Taman Lumbini, Borobudur, Magelang, dengan 42 peserta dari 14 Kantor Perwakilan Bank Indonesia se-Jawa.

"Misi utama QJI adalah mendekatkan masyarakat dengan ekosistem pembayaran digital, dari QRIS hingga cinta bangga paham Rupiah," ujar Kepala Perwakilan BI Jawa Timur, Ibrahim, selaku koordinator Bank Indonesia wilayah Jawa.

Dijelaskan, kompetisi ini menjadi momentum sinergi antar-KPwDN dalam memperluas akseptasi QRIS. Peserta berasal dari latar belakang beragam, mulai siswa, mahasiswa, wiraswasta, hingga kreator konten.

"QRIS Jelajah Budaya Indonesia bukan sekadar lomba, tetapi gerakan bersama untuk mengedukasi masyarakat tentang pembayaran digital," jelasnya.

Kepala Perwakilan BI Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra menambahkan, para peserta berkelompok 2-3 orang dan harus menjalankan misi lapangan. Semua aktivitas wajib didokumentasikan melalui video dan diunggah ke media sosial sebagai sarana edukasi jangka panjang.

Peserta Final QJI dari 14 Kantor Perwakilan Bank Indonesia se-Jawa. Sebelum diberangkatkan berfoto bersama (Foto : Ning Biantoro)

QJI Wilayah Jawa menghadirkan tujuh misi utama. Misi pertama adalah edukasi dan QRIS Experience di kawasan Candi Borobudur, Magelang.

Misi kedua membawa peserta mencoba QRIS di sektor transportasi Trans Jogja dan sosialisasi elektronifikasi transportasi di Tugu Golong Giling Yogyakarta. Misi ketiga berupa edukasi CBP Rupiah kepada masyarakat di Pasar Beringharjo.

Misi keempat mengajak peserta membuat vlog budaya di Kampung Kauman, Surakarta. Misi kelima adalah sosialisasi perlindungan konsumen di Dusun Semilir, Kabupaten Semarang.

Dua misi terakhir dilakukan di Kota Semarang. Misi keenam berupa QRIS Experience retribusi digital di Kota Lama, sementara misi ketujuh adalah sosialisasi BI-FAST di kawasan Lawang Sewu.

"Dengan konten digital, pesan edukasi bisa menjangkau generasi muda secara lebih efektif," imbuhnya.

Sementara, data hingga Agustus 2025 mencatat volume QRIS nasional mencapai 8,8 miliar transaksi atau 136,6% dari target. Pulau Jawa menyumbang 7,5 miliar transaksi atau 85% dengan dominasi merchant UMKM.

"Capaian ini menunjukkan QJI menjadi katalis penting untuk mendorong akseptasi QRIS dan memperluas inklusi keuangan," tandasnya.(Ning Biantoro)

Berita terkait

Seabad Jam Gadang, Bukittinggi Bangkit Menuntut Keadilan Sejarah

Seabad Jam Gadang, Bukittinggi Bangkit Menuntut Keadilan Sejarah

Bukittinggi-Spektroom : Suasana penuh haru dan semangat kebangsaan mewarnai Seminar Nasional “Bukittinggi Kota Perjuangan” yang digelar di Balairung Rumah Dinas Wali Kota Bukittinggi, Kamis (18/6/2026) pagi. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia ini menghadirkan sejumlah tokoh nasional, sejarawan, budayawan, serta pemangku kepentingan yang memiliki perhatian besar terhadap

Wiza Andrita, Rafles
Wali Kota Sawahlunto Jelaskan SILPA Rp49 Miliar, Efisiensi Anggaran Jadi Faktor Utama

Wali Kota Sawahlunto Jelaskan SILPA Rp49 Miliar, Efisiensi Anggaran Jadi Faktor Utama

Sawahlunto–Spketroom : Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra menegaskan bahwa besarnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Tahun Anggaran 2025 yang mencapai Rp49,06 miliar bukan disebabkan oleh gagalnya pelaksanaan program pemerintah, melainkan dampak dari kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025. Penjelasan tersebut

Riswan Idris, Rafles