Rayakan Usia ke-71, UNP Bersaing di Kelas Dunia

Rayakan Usia ke-71, UNP Bersaing di Kelas Dunia
Suasana rapat senat Dies Natalis UNP ke 71 (Foto: Humas UNP)

Spektroom - Menginjak usia ke-71 tahun, Universitas Negeri Padang (UNP) berhasil menempatkan diri dalam jajaran universitas berkelas dunia.

Berdasarkan QS World University Rankings, UNP berada di posisi 1.401 dunia dan peringkat ke-20 nasional. Rektor UNP, Krismadinata, mengatakan tahun ini menjadi momen istimewa karena kampus tersebut mencatat berbagai pencapaian nasional dan internasional.

“Capaian ini menandai pengakuan bahwa UNP telah diakui secara global sebagai institusi pendidikan tinggi yang terus berkembang pesat dalam kualitas akademik, riset, dan dampak sosial,” ujarnya. Sementara itu, menurut Times Higher Education Impact Rankings, UNP berkontribusi signifikan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada bidang kualitas pendidikan.

Secara global UNP berada di peringkat 96, dan secara nasional di posisi keempat, menegaskan reputasi serta kontribusinya bagi peningkatan mutu pendidikan dan kesejahteraan masyarakat. Krismadinata menambahkan, berdasarkan SCImago Institutions Rankings, UNP terus mengalami peningkatan dalam publikasi ilmiah dan dampak sitasi global.

“Semua capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika,” katanya. Dalam memperluas kolaborasi internasional, UNP kini memiliki 140 mitra dari 32 negara di bidang pendidikan, riset, dan pengabdian.

Bentuk kerja sama tersebut antara lain pendirian Korea-UNP Halal Certification Authority di Korea Selatan dan pembentukan Confucius Institute bersama Tianjin Foreign Studies University serta Chinese International Education Foundation. Kerja sama lain juga dilakukan melalui program dual degree dan riset bersama dengan Management Institute Switzerland, University Laval Canada, dan Toulouse INP Prancis.

Staf Khusus Menteri Bidang Pemerintahan dan Akuntabilitas di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Tjitjik Sri Tjahjandarie, menyebut capaian UNP patut diapresiasi.

“Namun, semua capaian yang telah diperoleh UNP harus terus diakselerasi agar dampaknya semakin luas,” katanya. Saat ini UNP memiliki 10 fakultas dengan 154 program studi. Sebanyak 71,2 persen program studi berakreditasi unggul, 26 terakreditasi internasional, didukung 1.489 dosen, 755 tenaga kependidikan, dan 55.571 mahasiswa aktif.

Berita terkait

Menteri PU  Pastikan  Pembangunan Sekolah Rakyat Cilacap, Berjalan Optimal

Menteri PU  Pastikan  Pembangunan Sekolah Rakyat Cilacap, Berjalan Optimal

Cilacap - Spektroom :  Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan  pembangunan  Sekolah Rakyat Cilacap berjalan optimal. Hal tersebut disampaikan  saat Menteri PU meninjau progres pembangunan Sekolah Rakyat Cilacap di Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Minggu (10/5/2026. Dalam tinjauan tersebut, Menteri Dody menyoroti pentingnya penanganan drainase dan pengendalian aliran air

Nurana Diah Dhayanti
Hendri Elvin Desak RSUD Sawahlunto Tes Urine Seluruh Pegawai dan Beri Sanksi Tegas Jika Terbukti Positif Narkoba

Hendri Elvin Desak RSUD Sawahlunto Tes Urine Seluruh Pegawai dan Beri Sanksi Tegas Jika Terbukti Positif Narkoba

Sawahlunto–Spektroom : Sorotan terhadap dugaan penyalahgunaan narkoba di lingkungan RSUD Sawahlunto mencuat setelah adanya pemeriksaan acak terhadap sejumlah pegawai rumah sakit yang disebut menemukan satu orang staf sopir ambulans terindikasi positif menggunakan zat terlarang. Menanggapi informasi tersebut, tokoh masyarakat Sawahlunto yang juga adalah Anggota Fraksi PKS DPRD Sawahlunto, Hendri Elvin,

Riswan Idris, Bian Pamungkas
Respati Dorong Pokdarwis Kembali Diperkuat, Pariwisata Harus Tumbuh dari Bawah

Respati Dorong Pokdarwis Kembali Diperkuat, Pariwisata Harus Tumbuh dari Bawah

Surakarta – Spektroom: Wali Kota Surakarta, Respati Ardi mendorong pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata untuk kembali menghidupkan dan memperkuat peran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di daerah. Menurut Respati, keberadaan Pokdarwis sangat penting sebagai ujung tombak pengembangan wisata berbasis masyarakat. Karena itu, perhatian pemerintah pusat terhadap kelompok sadar wisata dinilai perlu diperkuat

Ciptati Handayani, Bian Pamungkas