Trending

Realisasi PAD Kota Padang Triwulan I 2026 Lampaui Target, OPD Diingatkan Tidak Lengah

Realisasi PAD Kota Padang Triwulan I 2026 Lampaui Target, OPD Diingatkan Tidak Lengah
Suasana Rapat Realisasi PAD Kota Padang Triwulan I 2026 yang berhasil lampaui target. (Foto: Diskominfo Kota Padang)

Padang-Spektroom : Pemerintah Kota (Pemko) Padang mencatatkan performa impresif pada sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) di awal tahun 2026.

Hingga akhir Maret, realisasi PAD Kota Padang pada Triwulan I berhasil menyentuh angka Rp201,62 miliar, atau setara dengan 127,99 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp157,53 miliar.

Capaian positif ini disampaikan dalam Rapat Realisasi PAD Triwulan I Pemko Padang yang berlangsung di Ruang Abu Bakar Jaar, Balaikota Padang, Aia Pacah, Selasa (31/3/2026). Rapat tersebut dipimpin Asisten II Setdako Padang, Didi Aryadi.

Dalam arahannya, Didi Aryadi memberikan apresiasi tinggi kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang telah bekerja keras hingga mampu melampaui target triwulan pertama. Berdasarkan laporan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), terdapat tujuh OPD yang mencatatkan rapor hijau dengan kelebihan pendapatan mencapai Rp44,09 miliar.

"Terima kasih kepada OPD yang telah berhasil mencapai, bahkan melebihi target di triwulan pertama ini. Saya minta tetap konsisten dan bekerja sesuai jalur agar tren positif ini terjaga hingga akhir tahun nanti," ujar Didi Aryadi.

Adapun tujuh OPD yang sukses melampaui target tersebut di antaranya adalah Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman, Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Lingkungan Hidup, serta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).

Meski secara akumulatif capaian sudah melebihi target triwulan, Didi Aryadi tetap memberikan catatan tegas kepada sejumlah OPD yang realisasinya masih di bawah angka yang diharapkan.

Ia mengingatkan bahwa tantangan di depan masih besar, mengingat target total PAD Kota Padang tahun 2026 dipatok sebesar Rp1,024 triliun.

"Untuk OPD yang belum memenuhi target triwulan pertama, saya minta segera lakukan evaluasi dan bekerja ekstra. Kita punya tanggung jawab besar untuk mencapai target satu triliun lebih di akhir tahun nanti. Tidak ada waktu untuk bersantai," tegasnya.

Didi berharap, keberhasilan tujuh OPD di awal tahun ini dapat menjadi motivasi bagi unit kerja lainnya untuk mengoptimalkan potensi pendapatan di sektor masing-masing pada triwulan berikutnya demi mendukung percepatan pembangunan di Kota Padang. (RRE/Taufik)

Berita terkait

Persiapkan Haji 2027, Kemenhaj Ternate Lakukan Pembinaan Jemaah Cadangan

Persiapkan Haji 2027, Kemenhaj Ternate Lakukan Pembinaan Jemaah Cadangan

Ternate-Spektroom : Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhan) Kota Ternate melakukan pertemuan pembinaan bagi Calon Jemaah Haji (CJH) cadangan tahun keberangkatan 1448 Hijriah/2027 Masehi. Kegiatan ini difokuskan pada penguatan kesiapan administrasi, pemahaman mekanisme keberangkatan, serta pentingnya menjaga kesehatan dan memenuhi persyaratan istithaah kesehatan, berlangsung di Aula Mina, Asrama Haji

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru
Waspada Gelombang Tinggi Berpotensi Terjadi Pada Sejumlah Perairan di Maluku Utara, BMKG Keluarkan Peringatan Dini

Waspada Gelombang Tinggi Berpotensi Terjadi Pada Sejumlah Perairan di Maluku Utara, BMKG Keluarkan Peringatan Dini

Ternate-Spektroom : Sejumlah perairan di wilayah Provinsi Maluku Utara diprediksi masih terjadi gelombang tinggi dipicu angin kencang, yang harus diwaspadai akibat pengaruh angin kencang. BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi pada sebagian besar perairan di Wilayah Maluku Utara dalam empat hari ke depan

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru
Bupati Sadewo Tegaskan UHC Banyumas Tetap Berjalan, Posko Pengaduan Dibuka

Bupati Sadewo Tegaskan UHC Banyumas Tetap Berjalan, Posko Pengaduan Dibuka

Banyumas-Spektroom.: Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menegaskan program Universal Health Coverage (UHC) tetap berjalan. Evaluasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Banyumas bukan untuk menghentikan program, melainkan memperbaiki ketepatan data penerima bantuan agar masyarakat yang benar-benar membutuhkan tetap memperoleh akses layanan kesehatan. Penegasan tersebut disampaikan Sadewo di hadapan awak media

Bian Pamungkas