Refleksi Iduladha dan HUT BKN ke-78, Doddy A. Baso Tekankan ASN Harus Mengabdi dengan Keikhlasan
Makassar-Spektroom: Momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah dimaknai Kepala Bidang Humas dan IKP Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jeneponto, Doddy A. Baso, sebagai ruang refleksi tentang pentingnya pengabdian, keikhlasan, dan integritas dalam menjalankan amanah sebagai aparatur sipil negara (ASN).
Dalam pandangannya, nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam Iduladha memiliki keterkaitan erat dengan etika pelayanan publik dan tanggung jawab birokrasi kepada masyarakat.
“Iduladha mengajarkan bahwa pengorbanan sejati bukan hanya soal memberi, tetapi tentang kemampuan mengikhlaskan ego dan kepentingan pribadi demi amanah yang lebih besar,” ujar Doddy A. Baso dalam keterangannya, Kamis (28/5/2026).
Ia menjelaskan, kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS menjadi simbol ketundukan manusia kepada kehendak Tuhan sekaligus pelajaran tentang kemurnian niat dalam menjalani kehidupan.
Menurutnya, dalam konteks birokrasi modern, ASN tidak cukup hanya bekerja secara administratif, tetapi juga harus menghadirkan pelayanan yang dilandasi ketulusan dan tanggung jawab moral.
“ASN adalah pelayan masyarakat. Karena itu, pengabdian harus dibangun dengan hati yang bersih, niat yang lurus, serta komitmen untuk melayani tanpa selalu berharap pujian,” katanya.
Doddy menilai, masih banyak aparatur negara yang bekerja secara senyap namun penuh dedikasi demi menjaga kualitas pelayanan publik dan stabilitas pemerintahan.
“Mungkin tidak semuanya terlihat di ruang publik, tetapi dari pengabdian seperti itulah pemerintahan dapat berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa jabatan sejatinya merupakan amanah, bukan sekadar simbol kekuasaan. Semakin besar tanggung jawab yang diemban, maka semakin besar pula tuntutan untuk menjaga integritas, kerendahan hati, dan keberpihakan kepada kepentingan masyarakat.
Momentum Iduladha tahun ini, lanjut Doddy, juga bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-78 Badan Kepegawaian Negara (BKN). Ia memandang BKN sebagai salah satu institusi penting dalam menjaga kualitas manajemen aparatur negara di Indonesia.
“Usia bukan sekadar hitungan waktu, tetapi jejak pengabdian yang terus diuji oleh zaman. Bekerja untuk negara bukan hanya tentang jabatan, tetapi tentang menjaga amanah dengan hati yang jernih dan niat yang tulus,” tuturnya.
Doddy berharap BKN terus menjadi institusi yang mampu melahirkan ASN berintegritas, profesional, rendah hati dalam kewenangan, serta kuat dalam pengabdian kepada masyarakat dan bangsa.
Di akhir refleksinya, ia menegaskan bahwa makna terdalam Iduladha terletak pada kemampuan manusia menghadirkan manfaat bagi sesama.
“Pada akhirnya, hidup yang bernilai bukan hanya tentang apa yang berhasil kita miliki, tetapi tentang seberapa besar manfaat yang mampu kita hadirkan bagi sesama. Dalam pengabdian, ketulusan sering kali menjadi bentuk ibadah yang paling sunyi, namun paling bermakna,” pungkasnya.