Trending

Revitalisasi Bertahap, Respati Ingin Kembalikan Sriwedari sebagai Kebon Rojo Pakubuwono X

Revitalisasi Bertahap, Respati Ingin Kembalikan Sriwedari sebagai Kebon Rojo Pakubuwono X
Wali Kota Surakarta Respati Ardi, didampingi Kepala Dinas PUPR Kota Surakarta Nur Basuki, meninjau Kawasan Segaran Sriwedari. (Foto: Dokumentasi Humas Pemkot Surakarta)

Surakarta-Spektroom : Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta berupaya mengembalikan Taman Sriwedari pada konsep awalnya sebagai Taman Kebon Rojo pada masa Pakubuwono X. Revitalisasi kawasan bersejarah tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan fiskal daerah.

Menurut Wali Kota Surakarta Respati Ardi, pembenahan Segaran merupakan bagian dari rencana besar penataan Taman Sriwedari secara menyeluruh. Selain Segaran, Pemkot Solo berencana menata taman yang menjadi habitat kijang serta merapikan shelter pedagang kaki lima (PKL) di bagian luar kawasan.

“Revitalisasi Segaran ini menjadi salah satu bagian dari keseluruhan revitalisasi Taman Sriwedari. Dengan kapasitas fiskal yang ada, kita lakukan secara perlahan. Tidak hanya Segaran, taman yang penuh kijang juga akan kita tata, termasuk perapian shelter PKL di luar,” ungkp Respati, usai meninjau revitalisasi Kawasan Segaran Sriwedari, Kamis (15/10/2026).

Ia berharap penataan tersebut dapat mengembalikan karakter Taman Sriwedari sesuai konsep Kebon Rojo pada masa Pakubuwono X.

“Konsepnya tentu akan mengembalikan Taman Sriwedari menjadi Taman Kebon Rojo Pakubuwono X. Semoga bisa terwujud dengan lancar dan aman,” tambahnya.

Di sisi lain, Respati menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan akibat sejumlah pekerjaan rekonstruksi jalan yang tengah berlangsung di Kota Solo.

Pemkot menargetkan perbaikan infrastruktur jalan dan drainase dapat diselesaikan hingga akhir 2026. Pekerjaan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas aduan masyarakat sekaligus untuk meningkatkan kualitas infrastruktur dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

“Saya memohon maaf karena banyak rekonstruksi jalan besar-besaran. Ini berdasarkan aduan masyarakat. Jalan-jalan kita perbaiki semua, termasuk drainase, sampai akhir tahun ini. Kita harap infrastruktur dapat optimal dan ekonomi bisa meningkat,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Surakarta, Nur Basuki, menjelaskan bahwa revitalisasi Segaran telah dimulai tahun lalu dengan fokus pekerjaan di bagian tengah kawasan. Tahun ini, Pemkot menuntaskan perbaikan seluruh talud Segaran.

Untuk penataan PKL, Pemkot berencana memusatkan pedagang di lokasi khusus agar lebih tertib. Selain itu, pagar bagian depan kawasan direncanakan dibuka sehingga pandangan ke arah Taman Sriwedari dari luar menjadi lebih leluasa.

“Harapannya, tahun depan sesuai master plan, PKL di sekitar kawasan akan kita sentralkan. Kemudian bagian depan kita buka supaya pemandangannya jelas dari luar. PKL akan kita buat seperti relokasi Manahan, tetapi lebih kecil dan tertata,” imbuhnya.

(Ciptati Handayani)

Berita terkait

Walikota Ambon Tekankan: PKK Tak Boleh Sekadar Seremonial, Program Harus Tepat Sasaran

Walikota Ambon Tekankan: PKK Tak Boleh Sekadar Seremonial, Program Harus Tepat Sasaran

Ambon-Spektroom : Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena menegaskan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) harus hadir menjawab persoalan masyarakat, bukan sekadar menjalankan kegiatan seremonial. Sinergi dengan Pemerintah daerah menjadi kunci agar program pemberdayaan keluarga berdampak nyata, termasuk dalam penanganan stunting dan peningkatan kesejahteraan warga. Penegasan itu disampaikan

Eva Moenandar, Rafles