Trending

Revitalisasi Gedung Bimasena, Ruang Seni yang Lebih Nyaman bagi Warga Jakarta Utara

Revitalisasi Gedung Bimasena, Ruang Seni yang Lebih Nyaman bagi Warga Jakarta Utara
Gedung Bimasena Pusat Pelatihan Seni Budaya (PPSB) Aki Tirem, Jalan Yos Sudarso, Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara. (Foto: Sudinkominfotik JU).

Jakarta - Spektroom : Sebuah pertunjukan seni tak hanya membutuhkan panggung dan penampil yang memukau. Kenyamanan penonton, kualitas suara, hingga keamanan bangunan juga menjadi bagian penting agar karya seni dapat dinikmati dengan baik.

Kebutuhan itulah yang mendorong revitalisasi Gedung Bimasena di Pusat Pelatihan Seni Budaya (PPSB) Aki Tirem, Jalan Yos Sudarso, Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Gedung yang menjadi salah satu fasilitas utama pementasan dan pertunjukan seni tersebut kini memasuki tahap akhir pembenahan. Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Utara menargetkan revitalisasi rampung pada awal November 2026, sehingga fasilitas ini dapat semakin optimal mendukung aktivitas seni dan budaya.

Kepala Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Utara, Dya Perwita Kusuma, mengatakan pekerjaan dimulai pada awal September dengan masa pengerjaan 60 hari kalender. Proyek senilai Rp1,7 miliar itu menggunakan anggaran APBD Tahun 2026.

Salah satu perubahan penting menyasar sistem akustik ruangan. Sebelumnya, gedung belum memiliki peredam suara yang memadai. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu kenyamanan warga yang tinggal di sekitar kompleks, terutama ketika pertunjukan berlangsung pada malam hari.

Untuk mengatasi persoalan itu, petugas memasang material peredam suara berupa kombinasi rockwool dan lapisan polyurethane (PU) hingga tiga lapis. Pembenahan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan ruangan meredam suara, sekaligus menciptakan suasana pertunjukan yang lebih nyaman bagi penampil maupun penonton.

“Selain mengoptimalkan kekedapan suara di dalam ruangan, kami juga memasang alat pendeteksi kebakaran untuk meningkatkan aspek keselamatan gedung,” ujar Dya, Selasa (27/10/2026).

Tak hanya menyentuh bagian dalam ruang pertunjukan, revitalisasi juga menyasar sejumlah komponen bangunan yang mengalami kerusakan. Rangka atap dan talang air di bagian belakang gedung diganti karena kondisinya telah keropos akibat usia bangunan.

Pembenahan sistem sanitasi menjadi perhatian berikutnya. Toilet dan saluran pembuangan lama kerap mengalami rembesan serta luapan balik dari saluran Gelanggang Remaja Jakarta Utara. Untuk mengatasi masalah tersebut, dibangun empat unit tangki septik baru berkapasitas besar agar fungsi sanitasi lebih baik dan gangguan serupa tidak kembali terjadi.

Menurut Dya, pekerjaan yang dilaksanakan PT Batavia Benteng Djaya itu menggunakan mekanisme pengadaan e-purchasing melalui metode mini kompetisi, bukan penunjukan langsung.

Revitalisasi ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menghadirkan fasilitas seni budaya yang lebih aman, nyaman, dan fungsional. Namun, pembenahan belum berhenti di sini. Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Utara berencana mengusulkan anggaran lanjutan untuk merenovasi bagian tengah hingga depan gedung pada tahun anggaran mendatang.

Dengan perbaikan bertahap, Gedung Bimasena diharapkan semakin mampu menjadi ruang bagi para seniman untuk berkarya, komunitas untuk berkreasi, serta masyarakat untuk menikmati pertunjukan seni budaya tanpa mengabaikan kenyamanan lingkungan sekitar.

Berita terkait