Trending

SI JAGO, Cara Warga Jatipadang Urus Dokumen Kependudukan dari Rumah

Melalui sistem digital, warga dapat mengajukan permohonan dokumen kependudukan secara mandiri tanpa harus mendatangi kantor pelayanan.

SI JAGO, Cara Warga Jatipadang Urus Dokumen Kependudukan dari Rumah
lewat inovasi Sistem Jati Padang Go Online (SI JAGO). Inovasi yang dikembangkan Satuan Pelaksana Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kelurahan Jatipadang, menjadi salah satu upaya mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat melalui telepon pintar. (Foto: Dok-Kelurahan Jati Padang).

Jakarta-Spektroom : Mengurus dokumen kependudukan kini tak harus selalu menyita waktu untuk datang ke kantor kelurahan. Bagi warga Jatipadang, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, kebutuhan administrasi kependudukan dapat diajukan dari rumah melalui telepon pintar.

Kemudahan itu dihadirkan lewat inovasi Sistem Jati Padang Go Online (SI JAGO). Inovasi yang dikembangkan Satuan Pelaksana Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kelurahan Jatipadang ini menjadi salah satu upaya mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat.

Melalui sistem digital tersebut, warga dapat mengajukan permohonan dokumen kependudukan secara mandiri tanpa harus berulang kali mendatangi kantor pelayanan.

Bagi masyarakat dengan aktivitas harian yang padat, layanan ini menawarkan kemudahan tersendiri. Waktu yang biasanya digunakan untuk perjalanan dan mengantre dapat dihemat, sementara akses terhadap pelayanan administrasi menjadi lebih praktis.

Kepala Sektor Dukcapil Kecamatan Pasar Minggu, Anneke Iriany Fauzie, mengatakan pemanfaatan teknologi informasi merupakan langkah penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Menurutnya, pelayanan administrasi kependudukan harus terus beradaptasi dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat.

"Penyelenggara pelayanan administrasi kependudukan harus selalu memodernisasi pelayanan, menemukan strategi serta pendekatan yang jitu kepada masyarakat, dan terus memperbarui instrumen pelayanan," ujarnya, Selasa (27/10/2026).

Namun, kemudahan teknologi juga perlu diiringi dengan penyebarluasan informasi agar masyarakat mengetahui dan mampu memanfaatkan layanan yang tersedia. Karena itu, pengenalan SI JAGO dilakukan secara intensif melalui berbagai kegiatan kemasyarakatan.

Salah satu pendekatan yang dilakukan ialah memanfaatkan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) sebagai sarana sosialisasi. Melalui interaksi langsung dengan warga, petugas memperkenalkan layanan digital tersebut agar semakin banyak masyarakat mengetahui alternatif pengurusan dokumen kependudukan.

Warga Jatipadang dapat mengakses SI JAGO melalui laman https://sites.google.com/view/sijago-jatipadang/si-jago-jati-padang. Dengan perangkat telepon pintar dan akses internet, masyarakat bisa mengajukan permohonan secara mandiri dari rumah.

Anneke, menjelaskan, penerapan layanan digital ini tidak hanya memberikan keuntungan bagi warga, tetapi juga membantu meningkatkan efektivitas pelayanan di kantor kelurahan dan kecamatan. Pengajuan secara daring diharapkan dapat mengurangi penumpukan antrean di loket serta membuat akses pelayanan lebih mudah dan cepat.

"Hanya dengan smartphone di rumah, sudah bisa mengakses layanan Adminduk," ungkapnya.

Lebih dari sekadar memanfaatkan teknologi, SI JAGO diharapkan menjadi bagian dari perubahan budaya pelayanan publik yang semakin terbuka dan responsif. Informasi yang disajikan secara cepat, jelas, dan transparan juga diharapkan membantu masyarakat memahami prosedur pengurusan dokumen.

Anneke, berharap, inovasi tersebut mampu mewujudkan pelayanan administrasi kependudukan yang prima, efektif, dan mudah dijangkau seluruh warga Jatipadang.

Berita terkait

Wagub Maluku Soroti Serapan DAK, Minta Program Penurunan Stunting Tepat Sasaran

Wagub Maluku Soroti Serapan DAK, Minta Program Penurunan Stunting Tepat Sasaran

Ambon-Spektroom: Wakil Gubernur Maluku, H. Abdullah Vanath, menyoroti pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang belum terserap maksimal maupun penggunaannya yang belum sepenuhnya sesuai peruntukan. Ia meminta pemerintah kabupaten/kota memperkuat pengawasan agar anggaran program kependudukan dan pembangunan keluarga benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikan Vanath saat

Eva Moenandar, Bian Pamungkas