Sambut Hari Tani Nasional 2026, Sekti Jember Gelar Unjuk Rasa Kawal RUU Reforma Agraria

Sambut Hari Tani Nasional 2026, Sekti Jember Gelar Unjuk Rasa Kawal RUU Reforma Agraria
Ratusan masa dari Sekti Jember UNRAS di depan kantor Bupati Jember, Senin (21/09/2026) (Foto Budi Spektroom)

Jember - Spektroom: Menjelang Hari Tani Nasional (HTN) 2026, Serikat Tani Independen (Sekti) kabupaten Jember menggelar aksi unjuk rasa (unras), bertajuk "Kawal RUU Reforma Agraria dan Tanah Untuk Rakyat", di depan kantor Bupati Jember, Senin (21/09/2026).

Sedikitnya 22 Organisasi Tani Lokal (OTL) di bawah naungan Sekti Kabupaten Jember mengerahkan ratusan massa, mendatangi halaman kantor Bupati Jember, menggunakan motor, mobil, dan truk.

KH. Syaiful Rizal/Gus Syef pimpinan Pondok Pesantren Ash-Shiddiqi Putri, Jalan KH Shiddiq 82, kecamatan Kaliwates, kabupaten Jember, Jawa Timur, saat menyampaikan orasi di depan kantor Bupati Jember, Senin (21/09/2026)(Foto Budi Spektroom)

Ketua Sekti Jember Asiruddin dalam orasinya menyampaikan, Hari Tani Nasional 2026 diperingati pada 24 September 2026. Peringatan ini merujuk pada penetapan Kementerian Kehutanan serta Ditjen PKH Kementerian Pertanian.

“ Memperingati Hari Tani Nasional betsamaan lahirnya Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) No. 5 Tahun 1960 pada 24 September 1960,” jelasnya. Senin (21/09/2026)

“Tanggal tersebut ditetapkan melalui Keppres No. 169 Tahun 1963 untuk menghargai jasa petani serta mewujudkan keadilan agraria dan kedaulatan pangan,” ungkapnya.

KH.Iqbal pimpinan ponpes di desa Mumbulsari, kabupaten Jember Jawa Timur, juga menyampaikan orasi (Foto Budi Spektroom)

Berdasarkan hasil zoom meeting bersama Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Ketua Sekti Kabupaten Jember Asiruddin menyatakan pihaknya siap mengawal DPR dalam pembahasan RUU Reforma Agraria agar dapat disahkan sebagai landasan perlindungan hak petani.

Sekti Kabupaten Jember mendesak Bupati Jember selaku ketua Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) untuk merealisasikan distribusi tanah kepada masyarakat yang membutuhkan.

Selain itu, Sekti Kabupaten Jember akan mendesak DPRD Kabupaten Jember untuk mendukung percepatan pembahasan RUU Reforma Agraria, serta keberpihakannya kepada rakyat.

"Kami akan desak DPRD Kabupaten Jember untuk turut berperan aktif dalam mendukung pengesahan RUU Reforma Agraria, dan mendukung gerakan reforma agraria," tandasnya.

Melalui aksi unras ini, Asiruddin berharap permasalahan konflik pertanahan di Kabupaten Jember dapat terurai dengan tahapan yang jelas.

"Karenanya, kami juga akan mendesak agar HGU PTPN dan jenis HGU lainnya dihentikan, sebelum ada kejelasan peruntukannya kepada rakyat," tegasnya.

Seperti sudah diketahui bersama, kantong kemiskinan dan pengangguran di Kabupaten Jember, 60 persen berada di sekitar perkebunan dan kehutanan.

"Jika rakyat memperoleh akses pengelolaan tanah yang cukup, maka persoalan kemiskinan dan pengangguran akan terurai," tandasnya.

Asiruddin mengimbau kepada seluruh aktivis mahasiswa, pemuda, dan masyarakat sipil untuk turut mendukung gerakan Reforma Agraria, sebagai salah satu solusi dalam menyelesaikan permasalahan sosial.

"Kami harap, kawan-kawan mahasiswa, pemuda, dan masyarakat sipil turut terlibat aktif dalam gerakan ini," pungkasnya.

Berita terkait

Sebanyak 106 Mahasiswa Menerima Beasiswa Prestasi Pendidikan Tinggi Tahun 2026

Sebanyak 106 Mahasiswa Menerima Beasiswa Prestasi Pendidikan Tinggi Tahun 2026

Rembang-Spektroom: Sebanyak 106 mahasiswa menerima beasiswa Prestasi Pendidikan Tinggi Tahun 2026, dari Pemkab Rembang yang ditandai dengan penandatanganan perjanjian di Aula Lantai 4 Kantor Bupati Rembang, Senin (21/9/2026). Program tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkab Rembang dalam mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan

Sigit Budi Riyanto, Bian Pamungkas
Camat dan Lurah Diminta Responsif, Respati Soroti Percepatan Pencairan DPK

Camat dan Lurah Diminta Responsif, Respati Soroti Percepatan Pencairan DPK

Surakarta – Spektroom: Wali Kota Surakarta Respati Ardi menegaskan camat dan lurah merupakan ujung tombak Pemerintah Kota Surakarta yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena itu, komunikasi, koordinasi, dan kecepatan dalam menyelesaikan persoalan menjadi bagian penting dalam pelayanan pemerintahan. Hal tersebut disampaikan Respati dalam Rapat Koordinasi Camat dan Lurah se-Kota Surakarta di

Ciptati Handayani, Bian Pamungkas
Atasi Penyakit Sosial, Bodewin :  Pemkot Tak Bisa Bekerja Sendiri

Atasi Penyakit Sosial, Bodewin : Pemkot Tak Bisa Bekerja Sendiri

Ambon -Spektroom : Pemerintah Kota Ambon mengakui penanganan berbagai penyakit sosial masyarakat tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Persoalan tersebut dinilai berkaitan erat dengan perilaku, lingkungan keluarga, serta keterlibatan masyarakat dalam melakukan pengawasan. Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena menyampaikan hal itu kepada wartawan di depan Balai Kota Ambon, Senin (21/

Eva Moenandar, Bian Pamungkas