SE2026 Mulai April, BPS Kalteng Kebut Persiapan Pendataan Dunia Usaha

SE2026 Mulai April, BPS Kalteng Kebut Persiapan Pendataan Dunia Usaha
Suasana rapat tim pelaksana SE2026 di Ruang Vicon BPS Kalteng. (dok.MMC Kalteng)

Palangka Raya – Spektroom: Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Tengah mematangkan langkah pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) melalui rapat tim pelaksana di Ruang Vicon BPS Kalteng, Rabu (25/2/2026). Pendataan dijadwalkan berlangsung April hingga Juli 2026.

Kepala BPS Kalteng, Agnes Widiastuti, menegaskan sensus ini menjadi pijakan penting membaca wajah ekonomi daerah secara utuh.

“SE2026 menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan, baik nasional maupun daerah. Data yang dihasilkan akan menggambarkan kondisi riil dunia usaha secara menyeluruh,” ujarnya.

SE2026 merupakan sensus ekonomi kelima yang digelar setiap sepuluh tahun, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Cakupannya meliputi seluruh kegiatan ekonomi hingga level administrasi terkecil, kecuali sektor pertanian, administrasi pemerintahan, dan aktivitas rumah tangga untuk konsumsi sendiri.

Dalam paparannya bersama Statistisi Ahli Madya Muhamad Taufiqurrahman, dijelaskan bahwa sensus tak sekadar menghitung jumlah usaha. Struktur ekonomi, produktivitas, daya saing, ekonomi digital hingga ekonomi lingkungan ikut dipotret. Data yang dihimpun mencakup identitas usaha, NIB, tenaga kerja, penggunaan internet, hingga pendapatan, pengeluaran, dan aset per 31 Desember 2025.

BPS juga memberi penekanan khusus pada partisipasi UMKM yang mendominasi struktur usaha.

“Jika UMKM terdata dengan baik, maka kebijakan pemerintah akan semakin tepat sasaran, baik dalam bentuk bantuan, pembinaan, akses pembiayaan, maupun pengembangan ekosistem usaha,” tambahnya.

Pendataan akan dilakukan melalui pengisian daring (CAWI) untuk usaha besar dan metode door to door bagi UMKM serta usaha lainnya. BPS memastikan seluruh data responden dijamin kerahasiaannya dan hanya disajikan dalam bentuk agregat.

BPS Kalteng berharap dukungan Pemerintah Provinsi melalui Surat Edaran Gubernur serta kolaborasi lintas pemangku kepentingan agar pelaksanaan SE2026 berjalan lancar. Dengan basis data yang kuat dan akurat, arah pembangunan ekonomi diharapkan lebih presisi dan berkelanjutan.
(Polin Alqinaya)

Berita terkait

Rembang Terapkan Metode PM-AAS, Produktivitas Padi Berpotensi Naik Jadi 10 Ton per Hektare

Rembang Terapkan Metode PM-AAS, Produktivitas Padi Berpotensi Naik Jadi 10 Ton per Hektare

Rembang-Spektroom: Pemerintah Kabupaten Rembang mendukung akselerasi Gerakan Tanam Padi Bersama se-Jawa Tengah melalui penerapan metode Pertanian Modern Advanced AgricuSSltural System (PM-AAS). Metode tersebut diharapkan mampu meningkatkan populasi tanaman sekaligus mendorong produktivitas padi. Penerapan PM-AAS dilakukan di lahan pertanian Desa Mojorembun, Kecamatan Kaliori, Selasa (15/9/2026). Wakil Bupati Rembang H.

Sigit Budi Riyanto, Buang Supeno
Menko Polkam Turun ke Kalbar, Kapolda dan Forkopimda Perkuat Strategi Hadapi Karhutla

Menko Polkam Turun ke Kalbar, Kapolda dan Forkopimda Perkuat Strategi Hadapi Karhutla

Pontianak - Spektroom : Pemerintah pusat memperkuat koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat yang dalam beberapa pekan terakhir menjadi salah satu wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi di Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI memimpin langsung Rapat Koordinasi (Rakor) penanganan dan penanggulangan karhutla di

Apolonius Welly, Buang Supeno
UMJ Luncurkan I-CHIP, Dorong Kebijakan Kesehatan Berbasis Riset

UMJ Luncurkan I-CHIP, Dorong Kebijakan Kesehatan Berbasis Riset

Jakarta — Spektroom : Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) meluncurkan Institute for Community Health and Innovation Policy (I-CHIP) melalui Seminar Nasional bertema “Kedaulatan Kesehatan: Akselerasi Transdisiplin Menuju Kebijakan yang Berbasis dan Berkeadilan” di Gedung Cendekia UMJ, Selasa (15/9/2026). Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat menjadi salah

Irvan Idris Saleh, Buang Supeno
ссс