Trending

Sisi Lain Bang Edi, Merawat Idealisme dalam Jejak Pengabdian di Usia ke-63

Syafaruddin Daeng Usman merangkai serpihan perjalanan hidup Edi Rusdi Kamtono dalam sebuah buku yang merekam sisi personal, nilai kehidupan, dan semangat pengabdian seorang tokoh bagi Kota Pontianak.

Sisi Lain Bang Edi, Merawat Idealisme dalam Jejak Pengabdian di Usia ke-63
Syafaruddin Daeng Usman menyerahkan buku Tulisannya yg berjudul " Sisi lain Bang Edi " sebagai hadiah Ulang Tahun ke 63 kepada Walikota Pontianak Edi Kamtono. (Foto : Dok Pribadi)

Pontianak-Spektroom : Usia 63 tahun menjadi momentum untuk mengenang perjalanan hidup, menimbang jejak pengabdian, sekaligus memetik pelajaran dari seorang tokoh yang telah melewati beragam fase kehidupan.

Bagi Ir. H. Edi Rusdi Kamtono, M.M., M.T., perjalanan itu tidak hanya tentang jabatan dan kepemimpinan, tetapi juga mengenai idealisme, keluarga, persahabatan, serta nilai-nilai yang terus dirawat sepanjang hidupnya.

Potret itulah yang berusaha dihadirkan Syafaruddin Daeng Usman melalui buku "Sisi Lain Bang Edi".

Buku ini menjadi persembahan istimewa sekaligus kado ulang tahun bagi Edi Rusdi Kamtono, yang dikenal masyarakat sebagai Bang Edi, Wali Kota Pontianak dua periode.

Bagi Syafaruddin, menulis buku ini bukan sekadar menghimpun catatan perjalanan seorang tokoh.

Ia berupaya merajut serpihan kisah dari berbagai dimensi kehidupan Edi, sejak masa kanak-kanak, masa sekolah dan kuliah, kecintaannya terhadap alam, perjalanan sebagai arsitek, hingga perannya sebagai suami, ayah, kakek, dan panutan keluarga.

Menghadirkan kisah yang utuh bukan pekerjaan mudah.
Sosok Bang Edi memiliki banyak sisi yang tidak mungkin dipahami hanya melalui satu sudut pandang.

Dibutuhkan ketekunan, kesabaran, dan kesempatan untuk menggali pengalaman serta pemikiran yang membentuk kepribadiannya.

Di tengah kesibukannya mengemban amanat masyarakat dan menjalankan agenda pemerintahan, mendapatkan waktu untuk berbincang dengan Bang Edi menjadi tantangan tersendiri bagi penulis.

Ada saat ketika Syafaruddin harus bersabar menanti jadwal yang memungkinkan mereka bertemu. Namun, penantian itu akhirnya terbayar oleh kebanggaan karena dapat menyusun kisah-kisah yang selama ini mungkin belum banyak diketahui publik.

Dari proses tersebut, "Sisi Lain Bang Edi" hadir sebagai upaya melihat seorang tokoh secara lebih manusiawi.

Di balik jabatan dan tanggung jawab publik, ada perjalanan panjang yang dibentuk oleh pengalaman, pergulatan batin, hubungan keluarga, dan pilihan-pilihan hidup.

Syafaruddin menggambarkan Bang Edi sebagai sosok yang rendah hati dan tidak gemar menonjolkan diri. Bahkan, menurutnya, Edi cenderung memilih berada di belakang layar daripada tampil sebagai pusat perhatian.

Ia juga dikenal memiliki kepekaan perasaan yang kuat. Sisi personal inilah yang menjadi bagian penting dalam memahami karakter seorang Edi Rusdi Kamtono, bukan hanya sebagai pemimpin daerah, tetapi juga sebagai manusia dengan perasaan, kepedulian, dan pengalaman hidupnya sendiri.

Melalui buku tersebut, Syafaruddin tidak bermaksud memberikan pujian berlebihan atau sekadar menyanjung seorang tokoh.
Ia ingin menghadirkan pengalaman hidup yang dapat dibaca, direnungkan, dan dipelajari oleh generasi muda.

Bagi anak muda masa kini dan generasi mendatang, riwayat hidup seorang tokoh dapat menjadi jendela untuk memahami bahwa pengabdian tidak tumbuh secara tiba-tiba.

Ada proses panjang, pendidikan, pengalaman, ketekunan, serta nilai-nilai yang menyertainya.

Perjalanan Edi juga memperlihatkan bagaimana kehidupan pribadi dan pengabdian kepada masyarakat dapat saling berkaitan.

Nilai yang dirawat dalam keluarga dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter, sementara pengalaman hidup memberi bekal dalam menjalankan tanggung jawab yang lebih luas.

Dalam konteks itulah, "Sisi Lain Bang Edi" menjadi lebih dari sekadar buku biografi.

Karya ini merupakan ikhtiar untuk mendokumentasikan sisi kehidupan seorang tokoh lokal agar tetap dapat dibaca dan menjadi bahan refleksi pada masa mendatang.

Pada usia ke-63, persembahan buku ini menghadirkan pesan bahwa perjalanan hidup seseorang tidak hanya diukur dari jabatan yang pernah diduduki atau capaian yang berhasil diraih.

Ada nilai keteladanan, ketulusan, dan jejak kemanusiaan yang juga layak diwariskan.

Dengan penuh rasa syukur, Syafaruddin Daeng Usman mempersembahkan "Sisi Lain Bang Edi" sebagai kado ulang tahun bagi Edi Rusdi Kamtono.

Ia berharap perjalanan hidup yang dirangkai dalam buku tersebut dapat menjadi media pembelajaran tentang bagaimana semangat dan idealisme diterapkan dalam kehidupan nyata, sesuai konteks dan tanggung jawab masing-masing.

Selamat ulang tahun ke-63, Bang Edi. Semoga perjalanan pengabdian yang telah dilalui terus menghadirkan inspirasi, sementara nilai-nilai kehidupan yang dirawat sepanjang perjalanan menjadi warisan berharga bagi keluarga, masyarakat, dan generasi penerus.

Oleh: Syafaruddin Daeng Usman
Penulis buku Sisi Lain Bang Edi.

Berita terkait

Dari Katarak hingga Pterygium, Bhayangkari Kalbar Bantu Warga Kembali Menatap Harapan

Dari Katarak hingga Pterygium, Bhayangkari Kalbar Bantu Warga Kembali Menatap Harapan

Pontianak-Spektroom : Kesempatan untuk kembali melihat dunia dengan lebih jelas menjadi harapan bagi banyak orang yang mengalami gangguan penglihatan. Bagi sebagian masyarakat, operasi mata bukan sekadar tindakan medis, tetapi juga jalan untuk kembali menjalani aktivitas sehari-hari secara mandiri. Harapan itulah yang berusaha diwujudkan Pengurus Bhayangkari Daerah Kalimantan Barat melalui

Apolonius Welly, Rafles