Stasiun Kroya Makin Sibuk, Pelanggan Tumbuh 49 Persen dalam Tiga Tahun
Cilacap-Spektroom - Stasiun Kroya di Kabupaten Cilacap semakin menunjukkan perannya sebagai salah satu simpul penting perjalanan kereta api di wilayah selatan pulau Jawa.
Dalam tiga tahun terakhir, jumlah pelanggan yang menggunakan layanan kereta api dari dan menuju stasiun tersebut terus mengalami pertumbuhan.
PT KAI Daop 5 Purwokerto mencatat, sepanjang Januari hingga Agustus 2026, Stasiun Kroya melayani rata-rata 93.159 pelanggan setiap bulan. Jumlah itu terdiri dari 46.804 pelanggan yang berangkat dan 46.356 pelanggan yang tiba di stasiun.
Angka tersebut meningkat sekitar 49 persen dibandingkan rata-rata bulanan pada 2023 yang tercatat sebanyak 62.318 pelanggan.
Pertumbuhan juga berlangsung secara bertahap. Pada 2024, rata-rata pelanggan mencapai 74.961 orang per bulan, kemudian meningkat menjadi 83.290 orang per bulan pada 2025.
Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, mengatakan tingginya aktivitas di Stasiun Kroya tidak lepas dari posisinya yang strategis dalam jaringan perjalanan kereta api di Jawa.
“Pertumbuhan jumlah pelanggan menunjukkan bahwa Stasiun Kroya memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat,” kata As’ad, Senin (21/9/2026).
Setiap hari, sekitar 95 perjalanan kereta api melayani pelanggan di Stasiun Kroya. Layanan tersebut mencakup berbagai kelas, mulai ekonomi dan eksekutif hingga layanan premium seperti Luxury, Panoramic, dan Suite Class Compartment.
Stasiun yang berada di Desa Bajing, Kecamatan Kroya, ini menjadi penghubung perjalanan ke berbagai wilayah. Dari Kroya, masyarakat dapat melanjutkan perjalanan ke arah barat menuju Bandung, ke timur menuju Yogyakarta, Surabaya hingga Banyuwangi, maupun ke utara menuju Purwokerto dan Jakarta.
Di balik kesibukan tersebut, Stasiun Kroya juga memiliki perjalanan sejarah panjang. Stasiun yang berada sekitar 11 meter di atas permukaan laut itu mulai beroperasi pada 20 Juli 1887 dan telah menjadi bagian dari perkembangan transportasi kereta api di Indonesia selama lebih dari satu abad.
Seiring meningkatnya aktivitas pelanggan, fasilitas stasiun juga terus dikembangkan. Di antaranya akses Wi-Fi, fasilitas isi ulang air minum gratis, serta toilet yang disiapkan untuk memberikan kenyamanan kepada pelanggan.
Keberadaan Stasiun Kroya juga ikut menggerakkan aktivitas ekonomi di kawasan sekitarnya. Mobilitas pelanggan turut menciptakan ruang bagi tumbuhnya UMKM dan layanan transportasi lanjutan yang melayani kebutuhan masyarakat.
“Hal ini menjadikan stasiun tidak hanya sebagai tempat naik dan turunnya penumpang, tetapi juga bagian dari ekosistem ekonomi kawasan,” ujar As’ad.